Hama Dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit
Tuesday, March 26, 2019
Add Comment

Gambaran umum dan pengenalan secara umum terhadap hama dan penyakit tumbuhan kelapa sawit dalam kaitan perjuangan budidaya kelapa sawit sangat diperlukan. Produktifitas dan hasil produksi tumbuhan turut dipengaruhi oleh serangan hama & penyakit. Tanaman yang dibudidayakan produksinya tidak akan sanggup optimal bila mengalami serangan hama dan penyakit. Oleh alasannya itu perlu pengenalan dan pengetahuan secara umum dan mudah mengenai hama dan penyakit, sehingga akan memudahkan dalam mengidentifikasi dan proses penanganan lebih lanjut. Harapannya citra secara umum ini sanggup membantu fasilitas dari sisi operasionalisasi di lapangan dalam aktivitas budidaya kelapa sawit. Serangan hama & penyakit pada tumbuhan pada situasi ekstrim tertentu sanggup menjadikan kerugian yang sangat besar dalam budidaya, bahkan menjadikan maut bagi tanaman.
Berikut beberapa pengenalan secara umum dan mudah mengenai hama penyakit untuk membantu memudahkan operasional di lapangan, sbb:
I. HAMA
- Kumbang (Oryctes rhinoceros) dengan tanda-tanda serangan pada daun muda yang belum membuka, pangkal daun berlubang-lubang. Pengendalian dengan memakai predator menyerupai ular, burung dan sebagainya. Selain memakai predator hama juga sanggup memakai benalu hama tersebut menyerupai virus Baculovirus oryctes dan jamur menyerupai Metharrizium anisopliae .
- Nematoda (Rhadinaphelenchus cocophilus) dengan tanda-tanda serangan pada daun. Daun yang terjangkit menggulung, tumbuh tegak, warna daun bermetamorfosis kuning dan balasannya akan mongering. Pengendaliannya sanggup dengan cara pohon yang terjangkit dibongkar dan dibakar, ataupun dengan cara tumbuhan dimatikan dengan memakai racun natrium arsenit.
- Ulat api (Setora nitens, Darna trima, Ploneta diducta) dengan tanda-tanda serangan daun menjadi berlubang-lubang dan selanjutnya hanya tersisa tulangnya daunnya saja. Pengendalian sanggup dengan cara pengaplikasian insektisida berbahan aktif triazofos 242 gr/lt, karbaril 85 % dan klorpirifos 200 gr/lt.
- Ulat kantong (Matisa plana, Mahasena corbetti, Crematosphisa pendula)dengan tanda-tanda serangan daun rusak, berlubang menjadi tidak utuh, dan tahap selanjutnya daun akan menjadi kering serta berwarna abu-abu. Pengendalian sanggup dengan cara aplikasi insektisida yang berbahan aktif triklorfon 707 gr/lt dengan takaran 1.5 – 2 kg/ha. Dapat juga memakai timah arsetat dengan takaran 2.5 kg/ha.
- Tikus (Rattus tiomanicus, Rattus sp) Gejala serangan adanya bekas gigitan terutama pada buah, bibit dan tumbuhan muda yang terjangkit pertumbuhannya tidak normal. Pengendalian sanggup memakai atau mendatangkan predator menyerupai burung hantu, ular dan sebagainya, serta tindakan pengemposan pada tempat-tempat yang dijadikan sarang oleh tikus.
- Belalang (Valanga nigricornis, Gastrimargus marmoratus) dengan tanda-tanda awal penggalan tepian daun yang terjangkit terdapat bekas gigitan. Pengendalian sanggup memakai predator menyerupai burung sebagai pemangsa alaminya.
- Tungau (Oligonychus sp) dengan tanda-tanda serangan pada daun yang terjangkit berwarna menyerupai perunggu dan mengkilat. Pengendalian dengan melaksanakan aplikasi akarisida yang mengandung materi aktif tetradifon 75.2 gr/lt.
- Ngengat (Tirathaba mundella) dengan tanda-tanda serangan pada buah muda maupun buah bau tanah terdapat lubang-lubang. Pengendalian dengan cara pengaplikasian insektisida yang mengandung materi aktif triklorfon 707 gr/lt atau andosulfan 350 gr/lt.
- Pimelephila ghesquierei dengan tanda-tanda serangan pada daun yang terjangkit banyak yang patah lantaran menyerang dengan melubangi tulangan daun. Pengendalian sanggup dilakukan dengan pengaplikasian semprot parathion 0.02 %.
II. PENYAKIT
- Bud Rot atau Penyakit Busuk Titik Tumbuh, tanda-tanda serangan pada tumbuhan yang terserang, kuncupnya mengeluarkan basi busuk, kuncup membusuk dan gampang dicabut. Penyebab serangan kuman erwinia, pengendalian sanggup mengaplikasikan kuman yang berfungsi sebagai pemangsa bagi kuman erwinia.
- Spear Rot atau Busuk Kuncup, tanda-tanda serangan daun berwarna kecoklatan, jaringan pada kuncup yang terjangkit membusuk. Penyebab serangan ini hingga ketika ini masih dalam kajian dan belum menemukan penyerang yang pasti. Pengendalian yang dilakukan masih sebatas melaksanakan pemotongan penggalan kuncup yang terserang.
- Upper Stem Rot atau Penyakit Busuk Batang Atas, tanda-tanda serangan mengatakan batang pada ketinggian sekitar 2 m di atas tanah membusuk dan berwarna coklat keabuan, warna daun yang terbawah berubah dan selanjutnya akan mati. Serangan disebabkan oleh jamur fomex noxius, penanganan dengan cara membuang penggalan batang yang terjangkit dan menutup bekas luka dengan obat luka yang ada. Pada kondisi parah tumbuhan dibongkar dan dimusnahkan.
- Basal Stem Rot atau Penyakit Busuk Pangkal Batang, tanda-tanda serangan pada daun yang terjangkit akan berwarna hijau pucat, daerah yang terinfeksi mengeluarkan getah, pada daun yang bau tanah akan layu dan patah. Penyebab serangan yaitu jamur Ganoderma, pengendalian dan pencegahan sanggup melaksanakan aplikasi dengan memakai materi yang mengandung Tricodherma ( produk CustomBio ), sanggup disemprotkan kebagian yang terjangkit dan penyemprotan pada tanah sekeliling tumbuhan pokok secara melingkar.
- Dry Basal Rot atau Penyakit Busuk Kering Pangkal Batang, tanda-tanda serangan tandan buah membusuk, pelepah daun terutama penggalan bawah patah, penyebabnya jamur Ceratocytis paradoxa, penanganan untuk tumbuhan yang sudah terjangkit secara jago dengan melaksanakan pembongkaran dan pemusnahan dengan cara dibakar.
- Blast Disease atau Penyakit Akar, tanda-tanda serangan pertumbuhan tumbuhan terlihat tidak normal, daun menguning, keragaan tumbuhan tidak segar. Penyebab serangan jamur Rhizoctonia lamellifera, Phytium sp , pengendalian dimulai semenjak awal aktivitas di dalam pesemaian dengan mempersiapkan media yang tidak tercemar jamur, drainase yang baik biar tidak terjadi kekeringan yang ekstrim pada tanaman.
- Anthracnose atau Penyakit Antraknosa, tanda-tanda serangan daun terdapat bercak-bercak coklat diujung dan tepi daun, bercak coklat dikelilingi warna kuning dan terlihat sebagai pembatas antara daun yang sehat dengan daun yang tidak sehat/terserang penyakit. Penyebab serangan menyerupai jamur Melanconium sp, Botryodiplodia palmarum, Glomerella cingulata. Cara pengendalian semenjak awal mulai dari pemindahan bibit, dimana seluruh media tanah bibit disertakan, jarak tanam, penyiraman dan pemupukan yang dilakukan secara teratur dan berimbang, aplikasi Captan 0.2 % atau Cuman 0.1 %
- Patch Yellow atau Penyakit Garis Kuning, tanda-tanda serangan terdapat bercak-bercak pada daun dengan bentuk melonjong warna kuning dan di penggalan dalamnya berwarna coklat. Penyebab jamur Fusarium oxysporum, pengendalian melaksanakan proses inokulasi pada bibit dan tumbuhan muda, atau dengan melaksanakan aplikasi materi yang mengandung Tricodherma & Bacillus ( produk CustomBio )
- Crown Disease atau Penyakit Tajuk, tanda-tanda serangan daun penggalan tengah sobek, pelepah berukuran absurd atau kecil-kecil, penyebabnya bias dikarenakan menurunnya sifat genetik indukan. Pengendalian dimulai semenjak awal terutama melaksanakan seleksi indukan yang bersifat karier penyakit ini, sehingga akan didapatkan bibit yang memiliki sifat-sifat yang sehat.
- Bunch Rot atau Penyakit Busuk Tandan, tanda-tanda serangan adanya miselium bewarna putih diantara buah masak atau pangkal pelepah daun, penyebab jamur Marasmius palmivorus. Pengendalian dengan menjaga sanitasi kebun terutama pada ekspresi dominan penghujan, aplikasi difolatan 0.2 %, melaksanakan penyerbukan buatan atau kastrasi.

0 Response to "Hama Dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit"
Post a Comment