Efek Samping Fungisida Golongan Azol
Monday, July 1, 2019
Add Comment

Salam pertanian. Sejak tahun 2000-an penggunaan fungisida golongan azol, menyerupai score, anvile, topcore, folicur, opus, danvil, booster dan lain sebagainya mulai memasuki tumbuhan padi. Hal ini dipelopori oleh PT Sygenta yang mulai memperkenalkan Score 250 ec untuk mengendalikan banyak sekali penyakit pada tumbuhan padi (hawar pelepah helmintosporium, bercak daun cercospora dan bercak daun alternaria). Sejak itulah fungisida golongan azol yang tadinya diperuntukkan hanya untuk tumbuhan hortikultura jadinya petani secara umum menggunakannya untuk mengendalikan penyakit pada tumbuhan padi.
Sebenarnya fenomena penggunaan fungisida azol pada tumbuhan padi oleh petani bukan didasari oleh harapan mengendalikan penyakit di pertanaman padi mereka. Para petani tertarik memakai fungisida ini alasannya ialah efek samping yang ditimbulkan oleh fungisida azol ini. Biasanya sehabis aplikasi fungisida azol dua kali yaitu ketika tumbuhan padi berumur kurang lebih 45 hst dan 65 hst tumbuhan padi akan terlihat menguning (daun, pelepah, daun bendera dan bulir padinya). Hal inilah yang menjadi daya tarik oleh petani sehingga mereka menyebut fungisida ini sebagai booster padi (booster=alat yang biasa di untuk menjernihkan gambar pada TV).
Semenjak ekspresi dominan petani terbentuk untuk memakai fungisida azol pada tumbuhan padi maka berbondong-bondong perusahaan pestisida lain mengikuti langkah-langkah PT Sygenta ini. Perusahaan yang mengikutinya antara lain PT Bayer Cropscience (Folicur), Nufarm (Booster), Indagro (Top core), BASF (Opus), Dalzon (danvil) dll. Mereka berjuang memperebutkan pasar fungisida azol di tumbuhan padi.
Dari semua perusahaan tersebut semua mengunggulkan produknya masing-masing. Mereka mengeklaim kalo produknyalah yang paling bisa meningkatkan produksi paling tinggi untuk tumbuhan padi mereka. Yach namannya jualan obat, he he......
Kali ini yang akan saya bahas ialah bukan sejarah perkembangan fungisida azol melainkan efek samping fungisida tersebut pada pertumbuhan tanaman. Fungsi utama penggunaan fungisida azol pada tumbuhan ialah untuk mengendalikan penyakit pada tumbuhan tersebut. Namun tidak sanggup dipungkiri dari beberapa kali pengamatan lapangan hasil demplot beberapa produk fungisida azol tersebut ada semacam efek samping yang ditimbulkan pada pertumbuhannya. Yaitu bahwa fungisida golongan azol ini memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan vegetatif tumbuhan dan akan mempercepat proses pertumbuhan generatif. Kesimpulan ini bisa saya ambil dari beberapa fenomena lapangan:
- Ketika Fungisida azol ini kita aplikasikan pada tumbuhan padi, padi akan mengeras batangnya, daun menguning termasuk daun bendera dan bulir juga cepat menguning.
- Ketika kita aplikasikan pada tumbuhan semangka muda (umur kurang lebih 1 minggu) tumbuhan akan berhenti tumbuh, daun kaku bahkan daun pucuk mengering.
- Jika kita aplikasikan pada tumbuhan kacang panjang atau mentimun ketika awal pembungaan keluarnya bunga tumbuhan ini juga akan terpacu dan lebih serempak.
Karena fungisida ini memiliki efek samping penghambatan fase pertumbuhan vegetatif tumbuhan dan merangsang pertumbuhan generatif tumbuhan maka sangat disarankan supaya tidak sembarangan mengaplikasi fungisida azol ini. Disarankan dalam mengaplikasikan fungisida azol ini sebaiknya menunggu ketika tumbuhan memasuki pertumbuhan generatif (mulai berbunga).
Maksud dan tujuan penulisan artikel ini bukan lain hanyalah supaya petani lebih hati-hati dan lebih bijaksana dalam penggunaan fungisida golongan azol pada tumbuhan mereka. Dan final kata biar artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Dikutip dari Blog GERBANG PERTANIAN
0 Response to "Efek Samping Fungisida Golongan Azol"
Post a Comment