Perawatan Bak Ikan Non Permanen (Tanah)



Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Setiap kali tamat melaksanakan acara pemanenan, lakukan pencucian tanggul atau dinding bak dengan cara dicangkul tipis-tipis atau dikepras dengan bentuk miring memakai cangkul yang tajam. Tanah dari keprasan ini disebar ke dasar bak bab tepi. Tanggul atau dinding bak yang bocor disumbat dengan lumatan tanah liat berpasir. Lubang bocoran tersebut ditutup dengan lumatan tanah, lalu diinjak-injak dengan tumit sampai benar-benar terisi penuh dan padat. Setelah tamat melaksanakan penyumbatan pada seluruh bocoran tanggul atau dinding kolam, seluruh permukaan tanggul atau dinding bak yang menghadap ke bak ikan dilapisi kembali dengan lumatan tanah liat berpasir atau tanah bekas keprasan tersebut.
  • Dasar tanggul di sekitar kanal pembuangan atau pengurasan harus dipadatkan kembali, bila terjadi kebocoran, perlu diberbaiki dengan cara menyerupai pada penyumbatan tanggul yang bocor.
  • Perbaikan pada caren bak ikan dilakukan dengan cara membuang endapan lumpur yang memenuhi caren, bersihkan dari sampah plastik dan sebagainya, sehingga caren atau kemalir sanggup berfungsi menyerupai semula. Bila lumpur yang terdapat pada caren terlanjur padat, buatkan caren gres dengan bentuk dan ukuran menyerupai semula.
  • Lakukan pengontrolan terhadap pintu pemasukan air dan pintu pembuangan bak ikan yang terbuat dari PVC atau bambu. Pengontrolan dilakukan dengan membongkar pintu air tersebut lalu dibersihkan, bila ditemukan kerusakan segera diganti dengan yang baru. Setelah pintu air dipasang kembali, lakukan penimbunan kanal tersebut dengan lumatan tanah berpasir yang diambil dari dasar kolam. Penimbunan juga dimaksudkan untuk mengembalikan posisi tanggul menyerupai semula.
  • Lakukan pengecekan terhadap saringan air, kalau ada kerusakan segera diperbaiki bila perlu diganti dengan yang gres lalu pasang kembali menyerupai semula.
  • Jika bak ikan memakai pintu air yang dibentuk permanen, harus dilakukan pengontrolan secara khusus. Bagian-bagian yang retak, pecah, atau geripis segera ditambal. Papan kayu pembatas yang rusak juga harus diganti. Celah yang dipakai sebagai daerah pemasangan papan pembatas dibersihkan dari lumpur atau lumut.
  • Saluran pintu pemasukan air dan kanal pembuangan perlu dijaga kebersihannya. Lakukan perbaikan dengan segera kalau ditemukan kerusakan pada saluran-saluran tersebut. Rumput-rumput yang perakarannya sanggup merusak dinding bak ikan juga harus dibersihkan dengan cara dicabut atau diptong.
  • Tanggul harus dijaga dari hewan-hewan perusak, menyerupai kepiting, tikus, atau belut. Selain itu, untuk menghindari permukaan tanggul jawaban dilewati binatang-binatan besar, menyerupai kerbau atau sapi, maka tanggul tersebut harus diberi pagar yang dibentuk mengelilingi kolam.



0 Response to "Perawatan Bak Ikan Non Permanen (Tanah)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel