Analisa Prospek Perjuangan Tanaman Serai

 Meskipun harga sereh atau daun sereh tidak terlalu mahal ANALISA PROSPEK USAHA TANAMAN SERAI

Meskipun harga sereh atau daun sereh tidak terlalu mahal, namun alasannya akomodasi dan murahnya biaya penanaman, budidaya sereh sanggup menghasilkan banyak keuntungan.

Harga sereh di pasaran tidaklah stabil. Kadangkala murah dan kadangkala mahal. Namun untuk harga daun yang akan dijadikan minyak ketika ini relatif stabil mulai dari 1000-2000 rupiah per kg.

Jika kita menanam sereh dalam jumlah sedikit, tentu sedikit pula hasil yang sanggup kita rasakan. Namun kalau kita mempunyai lahan luas, satu hektar misalnya, kita akan mendapat hasil yang menggiurkan.

Satu hektar lahan sanggup berisi 10 ribu rumpun sereh dan menghasilkan setidaknya 10 ton daun sereh. Jika setiap kg daun dihargai 1000 rupiah saja, maka dalam lima bulan pertama dan selanjutnya tiga bulan sekali kita akan mendapat uang sebesar 10 juta rupiah.

Belum lagi kalau kita memanen batang sereh. Satu hektar lahan sanggup kita ambil setidaknya 50-70 ton setiap 17 bulan sekali. Jika satu kg batang sereh dipasaran berkisar mulai dari 10 ribu rupiah, berapa pendapatan kita bro? katakanlah kita sanggup 50 ton dengan harga sereh 10 ribu per kg, maka kita akan mendapat 500.000.000 rupiah.

Bukankah angka tersebut sangat fantastis? Sementara itu, pernah ada tentang bahwa harga serai sanggup mencapai 70 ribu rupiah per kilo (di Sulawesi). Betapa menggiurkan perjuangan ini bukan? Lantas berapa modal awal kita untuk menanam sereh?

Jika kita tidak mempunyai lahan, artinya kita harus menyewa lahan dan ini tentunya sanggup dihitung sebagai biaya produksi.

Sementara harga bibit sereh, khususnya anakan sereh sanggup mencapai 10000 rupiah per kilo. Satu kg bibit ini berisi sekitar 25-30 batang serai muda (jumlah ini relatif, tergantung dari besarnya benih yang kita dapatkan).

Untuk satu hektar lahan, kita membutuhkan sekitar 20 ribu batang sereh atau sekitar 800 kg benih. Untuk satu hektar lahan, kita sanggup memakai sekitar 10-15 ton pupuk kandang.

Baiklah, saatnya kita buat rincian anggaran biaya produksi untuk satu rangkaian penanaman sampai panen akhir:

  • Sewa lahan (10 tahun): 15.000.000
  • Bibit: 8.000.000
  • Pupuk: 5.000.000
  • Pengairan: 2.000.000
  • Peralatan: 3.000.000
  • Tenaga : 15.000.000
  • Lain-lain: 5.000.000+
      Total: 53.000.000

Jika kita memulai dari awal untuk usaha budidaya sereh, maka kita membutuhkan modal yang tidak mengecewakan banyak, yaitu sekitar 53 juta rupiah.

Namun untuk selanjutnya sampai masa kontrak tanah habis, modal yang perlu kita keluarkan hanya berkisar 20an juta rupiah untuk penanaman gres alasannya asumsinya kita telah mempunyai bibit, masa kontrak masih panjang, alat dan keperluan lain telah terpenuhi di awal sehingga kita hanya membutuhkan pengeluaran untuk pupuk, biaya tenaga kerja, air, dan keperluan lain-lain saja.

Sementara dalam 17 bulan, total penghasilan kita berkisar 550.000.000 rupiah. Kaprikornus hitungannya higienis kita mendapat 450 juta lebih .

0 Response to "Analisa Prospek Perjuangan Tanaman Serai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel