Menanam Si Anggur Batang (Jaboticaba)
Tuesday, March 26, 2019
Add Comment
Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi agribisnis. Beragam jenis tumbuhan dan buah-buahan sanggup mendatangkan keuntungan. Salah satunya jaboticaba. Dari buah yang ibarat dengan anggur ini sanggup dipetik omzet hingga Rp 15 juta per bulan.
Letak geografis Indonesia menyebabkan negara kita mempunyai punya iklim tropis. Garis khatulistiwa yang melintasi Indonesia menyebabkan negeri ini kaya dengan sinar matahari.
Tak pelak, secara umum, banyak produk agribisnis asal Indonesia merupakan produk yang terbaik di dunia. Selain mempunyai potensi menjadi produk yang berkualitas tinggi, keanekaragaman tumbuhan maupun buah juga diakui oleh banyak negara.
Salah satu buah unggulan Indonesia yakni jaboticaba atau Eugenia cauliflora berg. Buah ini merupakan jenis buah yang ibarat dengan anggur. Buah ini tumbuh dengan baik di tempat tropis serta menjanjikan sebagai varietas buah andalan Indonesia.
Berbeda dengan anggur, tumbuhan ini mempunyai batang yang punya banyak cabang serta bunga lebih ibarat dengan buah jambu biji. Adapun daging buahnya berwarna putih yang ibarat dengan warna lemak.
Saat buah matang, kulit buah tampak ungu pekat mendekati hitam. Dengan kulit tipis dan kencang, buah ini ibarat sekali dengan buah anggur.
Begitu juga ketika buah masih muda. Warnanya hijau jelas dengan buah yang melekat di batangbatang pohon jaboticaba. Makanya, oleh para pembudidaya jaboticaba, buah ini kerap disebut sebagai anggur batang atawa anggur brasil.
Arif Rachmadi, pembudidaya jaboticaba asal Ponorogo, Jawa Timur mengatakan, buah ini mempunyai keunikan rasa, yakni asam, manis, segar dengan perpaduan rasa buah anggur, alpukat hingga rasa ibarat buah leci. "Uniknya, perbedaan rasa juga muncul sesuai dengan pertambahan umur jaboticaba," ujar Rachmadi, panggilan karib Arif Rachmadi.
Selain mempunyai bentuk pohon dengan banyak cabang yang indah dilihat serta rasa yang segar, jaboticaba juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Antara lain, antipenuaan serta mempunyai antioksidan yang tinggi yang sanggup membunuh sel kanker.
Mulai ngetren di tahun 2007, pemilik Putra Kencana Arta ini mengaku tidak mengetahui dengan niscaya mulai kapan buah ini pertama kali masuk ke Indonesia.
Selain membudidayakan jaboticaba, ia juga menjual bibit buah ini dengan harga Rp 200.000 untuk ukuran 60 cm per pohon. Dari penjualan bibit pohon ini, Rachmadi sanggup memetik omzet bulanan di kisaran Rp 11 juta-Rp 15 juta. "Kebanyakan undangan untuk bibit," ujar Rachmandi yang mulai berbisnis jaboticaba di tahun 2008.
Dalam pertumbuhannya, jaboticaba termasuk pohon yang lambat tumbuh, apalagi bila menanam dari biji. Umur satu tahun, tinggi pohon ini hanya sejengkal saja. Ini pula yang menciptakan harga jaboticaba mahal. jaboticaba dengan tinggi lebih dari 3 meter sanggup dijual seharga Rp 15 juta.
Rana Wijaya, pemilik Nursery Agriprospect di tempat Bogor, mulai menjual bibit jaboticaba semenjak tamat 2008. Ia tertarik menjualnya sehabis membaca potensi bisnis jaboticaba.
Menjual bibit jaboticaba dengan harga termurah Rp 30.000 untuk bibit setinggi 40 cm-50 cm dan termahal Rp 1,5 juta untuk pohon setinggi 2 m, saban bulan, Rana sanggup memetik omzet Rp 6 juta per bulan.
Jaboticaba termasuk tumbuhan kuat. Namun, ia membutuhkan waktu yang usang untuk tumbuh dan berbuah. Upaya mempersingkat pembuahan dengan cara stek sanggup mempersingkat waktu berbuahnya dari minimal delapan tahun menjadi tiga tahun saja.
Jaboticaba merupakan tumbuhan yang gres menghasilkan buah sehabis delapan tahun ditanam dari bijinya. Meski pertumbuhannya tergolong sangat lambat, jaboticaba termasuk tumbuhan yang praktis perawatannya.
Arif Rachmadi, pembudidaya jaboticaba asal Ponorogo, Jawa Timur, mengatakan, jaboticaba sanggup ditanam dalam drum atau pot besar untuk koleksi tumbuhan buah. Pohon ini sanggup hidup dan berbuah di tempat panas dan dataran tinggi.
Jika tumbuhan sudah dewasa, cukup diberi perangsang pembungaan atau inisiasi serta memperbanyak penyiraman pada cuilan batang pohon. Saat jaboticaba berbuah, pohon akan terlihat indah alasannya yakni buahnya melekat pada setiap batang pohon dengan jumlah yang sangat banyak.
Tanaman ini sanggup tumbuh dan berkembang dengan baik di tempat dengan ketinggian antara 0 -1.000 meter di atas permukaan laut. Anggur batang ini membutuhkan sinar matahari pribadi atau tempat yang agak ternaungi. "Tumbuhan ini sanggup tumbuh dengan baik di tempat tropis ibarat Brasil dan Indonesia," ujar Rachmadi yang menjual bibit jaboticaba lewat usahanya Putra Kencana Arta.
Biji jaboticaba akan tumbuh menjadi tunas gres sehabis satu bulan penanaman. Media pot yang disarankan yakni dua cuilan pasir berangasan dan satu cuilan kompos.
Jaboticaba sanggup juga diperbanyak dengan stek. Jaboticaba stek akan berbuah dalam waktu tiga tahun. Sedangkan tumbuhan yang diperbanyak lewat biji gres sanggup berbuah sehabis delapan hingga 15 tahun. Karena alasan inilah para pelanggan Rachmadi lebih menyukai metode pengembangan dengan stek. Pohon jaboticaba sudah sanggup dijual ketika berusia lebih dari enam bulan dengan tinggi 20 cm hingga 30 cm.
Rana Wijaya pemilik Nursery Agriprospect di Bogor (HP 081317496564) menyampaikan di negara asalnya, Brasil, jaboticaba hanya membutuhkan waktu lima tahun untuk mulai berbuah. Tapi alasannya yakni mungkin unsur haranya berbeda di Indonesia, waktunya lebih lama. Sekilogram buah ini dijual Rp 100.000.
Selain praktis dirawat, jaboticaba juga punya daya tahan tinggi. "Saya pernah mengirim bibit ke Kalimantan selama dua pekan tidak ada masalah," ujar Rana.
Satu-satunya hama yang menyerang jaboticaba yakni kutu daun yang akan menciptakan daun keriting. Meski tak akan menciptakan tumbuhan mati, daun keriting akan mengurangi keindahan. Kutu ini hanya menyerang jaboticaba berusia di bawah 1,5 tahun. "Untuk menanggulanginya cukup dengan pestisida," ujarnya.
Rana pun merontokkan daun keriting itu biar kutu daun tidak menyebar. Setelah dua pekan, daun gres akan tumbuh. Rana menyampaikan pupuk terbaik untuk tumbuhan ini yakni kotoran kelelawar.
Tapi alasannya yakni sulit mendapatkannya, Rana memakai pupuk sangkar biasa. Ia juga menyemprotkan air seni kelinci yang diencerkan sebagai pupuk daun. Sebagai perawatan rutin, Rana menyiram jaboticabanya dengan air minimal dua hari sekali.


0 Response to "Menanam Si Anggur Batang (Jaboticaba)"
Post a Comment