Tanaman Cover Crop Atau Lcc Di Perkebunan
Tuesday, March 26, 2019
Add Comment
Tanaman cover crop ini dipakai untuk mengatasi pengikisan dan sedimentasi terutama pada lahan yang habis dibuka dan sekaligus menunjukkan nutrisi pada tanah. Secara komersial dikenal beberapa jenis cover crop menyerupai CM, CJ dan PJ. Adapun singkatannta ialah Pueraria javanica (PJ), Calopogonium mucunoides (CM),dan Crotalaria juncea L (CJ).
Manfaat dari LCC atau tumbuhan epilog tanah ialah sebagai berikut :
a. Menekan pertumbuhan gulma sehingga sanggup menekan biaya pengendalian gulma
b. Memperbaiki kondisi fisik tanah yaitu aerasi dan menjaga kelembaban tanah.
c. Mengurangi pengikisan tanah yang secara eksklusif akan memelihara tekstur tanah dan mengurangi pencucian/kehilangan hara.
d. Memperbaiki sifat kimia tanah dengan mengikat N dari udara, kemudian mengolah dan melepaskannya kedalam tanah melalui bintil akar dalam bentuk materi organik (produksi humus).
e. Mempertahankan kelembaban dan kandungan air tanah dengan mengurangi penguapan air permukaan, menyimpan air dan mengurangi suhu tanah.
f. Mempercepat dekomposisi materi organik
LCC sering ditanam untuk tujuan tunggal yaitu mencegah pengikisan tanah. Pencegahan pengikisan tanah yaitu dengan cara yang diperbaiki lagi dan sanggup mengurangi kapasitas produktif suatu agroekosistem. tumbuhan epilog padat bangun secara fisik, memperlambat kecepatan curah hujan sebelum kontak permukaan tanah, mencegah tanah percikan dan ajaran permukaan yg menyebabkan. Dengan mengurangi pengikisan tanah, tumbuhan epilog seringkali juga mengurangi baik tingkat dan kuantitas air yang mengalir di luar lapangan, yang biasanya akan menjadikan risiko lingkungan perairan
Calopogonium mucunoides (CM) dimana flora ini tumbuh merambat dan menjalar, tidak memiliki imbas jelek terhadap sawit muda, banyak daun dengan panjang sulur 1-3 m, tumbuh hingga ketinggian 300 m dpl, peka sulurnya dan akan mati jika terinjak waktu panen, bijinya di panen pada bulan April hingga Juni, tidak tahan terhadap demam isu kering yang panjang tetapi segera tumbuh lagi di awal demam isu hujan, produksi daun tumbuhan berumur 5-6 bulan 200 kwintal/ha yang mengandung 200-300 kg N dan 20-30 kg P2O5, pada tanah yang sesuai diperlukan biji 3 – 4,5kg/ha.
Calopogonium mucunoides (CM) bersifat cepat tumbuh (perintis), toleran terhadap tanah yang tidak subur. Ukuran biji kecil dengan warna gelap kemerahan dan bermotif,
Pueraria javanica (PJ). Tumbuhan ini tumbuh melilit atau merambat , tidak memiliki imbas jelek terhadap sawit muda, banyak daun dengan panjang sulur 1-3 m, tumbuh hingga ketinggian 1,000 m dpl, tidak peka sulurnya dan bukunya tumbuh akar sehingga gampang di stek, bijinya di panen pada bulan Juli hingga September relatif produksinya sedikit, demam isu kering daunnya akan berguguran, produksi daun tumbuhan berumur 5-6 bulan 200 kwintal/ha yang mengandung 200-300 kg N dan 20-30 kg P2O5, pada tanah yang sesuai diperlukan biji 3 – 4,5 kg/ha. Pueraria javanica bersifat tumbuh awal agak lambat, sehabis tumbuh sanggup bertahan usang dan lebih tahan terhadap naungan Ukuran biji kecil dengan warna putih agak abu-abu dan kusam,
Tanaman Crotalaria juncea L. merupakan sumber N, kadar C-organik tinggi, ramah lingkungan dan bebas dari biji -bijian/gulma. Pemberikan kompos tersebut mengandung unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, meningkatkan jumlah biota, memperbaiki struktur tanah yang berimbas pada porositas (ketersediaan air dan udara), sekaligus menambah kandungan materi organik tanah. tumbuhan epilog tanah jenis leguminous bisa menggantikan penggunaan pupuk nitrogen sebesar 72-190 kg/ha. Penelitian di Hawai untuk mengetahui efek derma pangkasan cover crop ke dalam tanah terhadap mikroorganisme tanah dan level nitrogen memakai empat jenis cover crop, dua di antaranya termasuk jenis leguminous (Cajanus cajan dan Crotalaria juncea )



0 Response to "Tanaman Cover Crop Atau Lcc Di Perkebunan"
Post a Comment