Teknik Penyadapan Flora Karet
Thursday, March 28, 2019
Add Comment
Karet merupakan komoditas unggulan Negara Indonesia. Luas perkebunan karet rakyat yang luas. Komoditas ini merupakan sumber mata pencaharian pokok dan lapangan pekerjaan bagi sebagian masyarakat.
Produktivitas karet rakyat di Indonesia masih rendah, Rendahnya produktivitas karet rakyat diantaranya disebabkan oleh tehnik penyadapan yang kurang benar.
Penyadapan yaitu suatu tindakan membuka pembuluh lateks biar lateks yang terdapat di dalam tumbuhan karet keluar. Kesalahan dalam melaksanakan penyadapan akan mengakibatkat kerugian yang besar juga akan mengakibat timbulnya penyakit kering alur sadap dan keruguan lainnya.
Teknik Penyadapan Karet
1. Menentukan Matang Sadap
a. Matang Sadap Pohon
Penyadapan sanggup dilakukan sekitar umur 4.5- 6 tahun atau lilit batang sudah mencapai 45 cm diukur 100 cm di atas pertauatan okulasi (DPO).
b. Matang Sadap Kebun
Apabila jumlah tumbuhan matang sadap sudah mencapai >60%. Misalkan 1 ha kebun karet berisi 555 batang (jarak tanam 6 x 3 m), maka matang sadap kebun kalau pohon matang sadap sudah mencapai 333 batang.
2. Persiapan Buka Sadap
Alat – Alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan persiapan buka sadap yaitu sebagai berikut :
- Meteran kain dan meteran kayu
- Mal Sadap
- Kayu panjang 130 cm dengan plat seng lebar 6 cm, panjang 50 – 60 cm dipakukan pada ujung kayu dengan sudut 120
- Pisau Mal besi berujung runcing dan bertangkai untuk menoreh kulit waktu mengambar bidang sadap.
- Talang Sadap yaitu seng lebar 2.5 cm; panjang 8 cm berkhasiat untuk mengalirkan lateks ke mangkuk sadap
- tali cincin untuk mencantolkan cincin mangkuk kebatang karet.
- Cincin mangkuk,terbuat dari kawat yang dipakai untuk meletakan mangkuk sadap
- Mangkuk sadap untuk menampung lateks
- Pisau sadap sanggup pisau sadap tarik dan atau pisau sadap dorong
3. Penggambaran bidang sadap
Penggambaran bidang sadap dilakukan pada pohon yang sudah matang sadap yang ditetapkan berdasarkan;
- Tinggi bukan sadap,
- Arah dan sudut kemiringgan irisan sadap,
- Panjang irisan sadap, dan
- Letak bidang sadap.
Penggambaran bidang sadap tumbuhan okulasi tidak sama dengan tumbuhan yang berasal dari biji. Penggambaran bidang sadap pada tumbuhan okulasi setinggi 130 cm DPO dan tumbuhan seeding setinggi 100 cm. Arah penyadapan dari arah kiri atas kekanan bawah biar pembuluh lateks posisinya dari kanan atas ke kiri bawah membentuk sudut 3.70 dengan bidang datar.
Sudut kemiringan bidang sadap bawah sudutnya 30 – 400 terhadap bidang datar dan bidang sadap atas:sudutnya 450. Kemiringan irisan sadap Berpengaruh pada jumlah pembuluh lateks yang terpotong dan fatwa lateks kearah mangkuk sadap. Panjang irisan
sadap (PIS) dipengaruhi oleh :
- Produksi dan pertumbuhan
- Konsumsi Kulit
- Keseimbangan produksi jangka panjang
- Kesehatan tanaman. Anjuran PIS:1/2 S (Irisan miring sepanjang ½ spiral lingkar batang).
- Letak bidang sadap
- Arah timur barat (pada jarak antar tumbuhan yang sempit) untuk mempercepat penyadapan dan gampang dikontrol.
4. Pemasangan Talang Sadap Dan Mangkuk Sadap
Talang sadap dipasang dibawah ujung irisan sadap serpihan bawah dengan tujuan biar tidak menggangu penyadapan, lateks sanggup mengalir dengan baik dan tidak banyak meninggalkan bekuan. Selanjutnya mangkuk sadap diletakkan diatas cincin mangkuk dan diikat dengan tali ke batang.
5. Pelaksanaan Penyadapan
Kedalaman irisan sadap dianjurkan 1 – 1.5 mm dari kambium dengan ketebalan sadap sekitar 1,5 – 2,0 mm. Penentuan frekuensi penyadapan berkaiatan dengan panjang irisan dan intensitas penyadapan dimana panjang irisan : ½ S dan frekuensi penyadapan 2 tahun pertama 3 hari sekali, tahun selanjutnya 2 hari sekali. Panjang irisan dan frekuensi penyadapan bebas. Waktu penyadapansebaiknya dilakukan jam 5.00 – 7.30 pagi.
sumber
sumber

0 Response to "Teknik Penyadapan Flora Karet"
Post a Comment