Cara Budidaya Tebu
Wednesday, March 27, 2019
Add Comment

Memilih Tanah
Tebu merupakan jenis tanaman perdu, yang termasuk dalam golongan rumput-rumputan dengan nama lain Saccharum officinarum. Tanah yang paling cocok untuk jenis tumbuhan perdu yaitu kawasan dataran yang tingginya kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Serta, mempunyai curah hujan tidak kurang dari 2000 mm per tahunnya. Lebih baik lagi jikalau dipadu dengan keadaan iklim yang bergantian antara kemarau dan penghujan. Makara tanah yang cocok untuk budidaya tanam tebu yaitu tanah yang mempunyai sifat kering-kering basah.
Pengolahan Tanah
Setelah kita mendapat tanah yang cocok untuk menanam tebu maka kita mulai pengolahan dengan menciptakan parit keliling. Parit ini biasanya dibentuk kira-kira 1,3 mdari tepi, alasannya kita harus memperhitungkan tempat buat pembuangan tanah yang kita gali.
Lebar yang ideal untuk parit keliling sekitar 70 cm dengan kedalaman 70 cm juga, hal ini penting untuk keluar masuknya air. Setelah jawaban pparit keliling, seterusnya kita buat parit malang yang panjangnya 100 meter. Jarak antara parit malang yang satu dengan yang lain 10 meter. Dengan demikian setiap kotak yang kita buat ini akan memakan luas tanah 1000 meter persegi.
Kalau lebar dan dalam parit malang itu 50 cm, maka lebar dan dalam parut mujur 70 cm. ketika menciptakan parit malang dan mujur tanah hasil galian kita buang selang-seling di sisi kiri dan kanan supaya tidak menghalangi dikala menciptakan “jegongan” (galian tanah) untuk menanam bibit.
Kemudian sesudah parit malang, parit mujur, dan parit keliling semuanya telah jadi, selanjutnya menciptakan lubang-lubang untuk yang akan kita masuki bibit.
Pembagian yang paling ideal untuk menciptakan lubang dan parit malang yang panjangnya 100 meter yaitu sebagai berikut :

• Parit mujur 1 x 70 cm = 70 cm
• Jalan dan pembuangan galian 1 x 130 cm = 130 cm
• Lubang tanam 100 x 40 cm = 4.000 cm
• Galengan 100 x 58 cm = 5.800cm
Dan kedalaman lubang tanam untuk tumbuhan yaitu 35 cm. waktu pengolahan tanah yyang sempurna yaitu dikala animo panas yaitu antara bulan April, Mei, dan awal Juni. Dengan demikian apabila ada tanah bekas sawah yang akan ditanami tebu, sisa air bekat tumbuhan ppai sanggup dikeringkan dahulu.
Apabila tanah yang akan kita Tanami tebu bekas padi, maka tanah harus di cangkul dan dibalik supaya zat asamnya mengurang, biarkan tanah yang sudah kita balik selama satu bulan.
Bibit dan Penanaman
Mengingat tumbuhan tebu ini termasuk tumbuhan musiman, dan adanya factor umur tebu yang rata-rata 12 bulan, maka untuk masa tanamnya pun harus memdapat perhatian yang serieus alasannya tebu bukan bangkit sendiri. Maksudnya ialah sebagai materi utama pembuatan gula, dan gula ini hubungannya yang sangat dekat dengan pabrik gula.
Dengan demikian kita harus memperhitungkan masa-masa pabrik gula itu sendiri kapan mulai gilingnya. Kalau kita tidak memperhitungkan factor tersebut, sanggup jadi keadaan kita menjadi repot. Karena waktu yang sempurna yaitu ketika kita masuk waktu panen pabrik masuk waktu penggilingan, maka hasil tumbuhan kita sanggup mampu menghasilkan uang.
Pengembangbiakan
Untuk mengembangbiakan tumbuhan tebu ada dua macam cara. yang pertama yaitu cara generative, khusus untuk mencari bibit-bibit unggul yang nantinya sanggup digunakan untuk mendapat jenis tebu gres yang mempunyai kadar gula lebih tinggi. Kemudian cara berikutnya ialah cara vegetative untuk mendapat bibit-bibit yang kita perlukan untuk ditanam.
• Generative
Dengan cara mengawinkan bunga tebu secara silang, dan kemudian menanam biji dari hasil perkawinan silang tersebut. Perkawinan jenis unggul akan menghasilkan jenis tebu gres yang unggul.
• Vegetative
Dilakukan dengan penyetekan. Caranya dengan mengumpulkan pucuk-pucuk pohon tebu kurang lebih 3-4 ruas, kemudian bdaun-daun yang menutupi ruas-ruas tersebut kita hilangkan. Karena pucuk ini biasanya masih tertutup daun dan masih agak muda, untuk menghilangkan atau mencegah adanya hama yang nantinya menyerang, sebelum kita tanam kita harus member racun anti hama. Untuk bibit-bibit menyerupai ini sering digunakan trusi yang dioles-oleskan pada batang tebu yang akan ditanam sebagai bibit.
• Bibit Stek Pucuk
Yang dimaksudkan dengan bibit stek pucuk ini yaitu bibit yamg kita ambil dari pucuk tebangan tebu. Panjang pucuk yang kita ambil itu kurang lebih 3 ruas. Kemudian buang daun-daun yang melekat pada ruas-ruas tersebut. Biasanya dari bibit-bibit macam ini akan didapat dua atau tiga mata.
Setelah kita mendapat bibit-bibit yang kita perlukan, maka cara penanamannya haruslah ditidurkan dengan sedikit menimbuninya dengan tanah, sedangkan letak tunas harus disusun disebelah kiri dan kanan.
Sebelum kita meletakan bibit-bibit ini, kita telah siap menciptakan lubang (cemplong), dan lubang-lubang ini sebelum ditanami bibit terlebih dahulu harus diklantang/dikeringkan dengan maksud supaya tanah menjadi masak/ndayung. Hal itu penting untuk menmghilangkan /mengurangi keasaman. Tebu akan tumbuh dengan baik apabila tanah tidak terlalu asam atau pH nya antara 6,4 ke atas.
Bila lubang/cemplongan situ telah berumput, maka harus dibersihkan atau disiangi. Tanah dari guludan mulai kita turunkan keddalam lubang tumbuhan yang sudah kita beri sedikit air. Lubang itu dalamnya lebih kurang 35 cm. sesudah sehari semalam barulah bibit kita tanam.
• Bibit Rayungan
Bibit rayungan yaitu bibit tebu yang telah tumbuh. Sedangkan untuk bibit-bibit yang telah tumbuh ini yang paling baik yaitu bibit-bbibit yang yang bermata 2 dan 3. Kemudian bila ada bibit yang matanya hanya satu, maka sebaiknya di sampingnya haruslah kita tambah lagi dengan bibit bermata 1 atau 2.
Cara yang baik untuk menanam bibit ini yaitu sebagai berikut:
Dari pinggir 1,30 m. Lebar parit keliling 0,70 m, dengan dalam juga 0,70 m. Panjang parit malang 100 m, lebar 0,50 m, demikian juga dengan kedalamannya 0,50 m. Kemudian lebar parit mujur 0,70 m, dengan dalasm 0,70 m. Dengan demikian, maka setiap kotakan ini luasnya 0,10 Ha dengan perincian 100 x 10 m² = 1.000 m². Kemudian untuk parit yang malang itu dengan panjang 100 m kita bagi lagi sebagai berikut:
- Untuk menciptakan parit 1 x 0,70 m = 0,70 m.
- Jalan dan tempat pembuangan tanah dari hasil galian menciptakan parit tersebut kita ambil 1,30 m.
- Tempat guludan/galengan 0,58 x 100 m = 58 m.
- Seperti juga jenis bibit yang lain-lain, lubang tumbuhan kita buat dalamnya 0,35 m.
- Dengan demikian pada setiap lubang yang panjangnya 10 m ini memerlukan 20 bibit, dan tentu saja masih ditambah dengan dengan bibit sumpingan untuk cadangan sebagai penyulam jikalau ada bibit yang tidak baik.
- Bibit Bonggol
- Bibit ini kita ambil daribbagian bawah tebu yang habis ditebang. Biasanya berupa batang yang masih terpendam di dalam tanah, untuk bibit bonggol ini, biasanya mempunyai mata 2 atau 3, cara penanaman bibit jenis ini dilakukan dengan agak miring sedikit.
Waktu Tanam
Setelah kita mempunyai bibit-bibit dan akan turun tanam, maka sebaiknya kita mulai mengatur waktunya. Dengan demikian dapatlah kita perhitungkan bahwa masaknya tebu dalam kondisi prima dengan rendemen tinggi sempurna dengan timing masa giling dari pabrik gula.
0 Response to "Cara Budidaya Tebu"
Post a Comment