Panduan Lengkap Menanam Tomat
Tuesday, April 30, 2019
Add Comment
1. Syarat Tumbuh
Budidaya tomat sanggup dilakukan dari ketinggian 0‐1.250 mdpl, dan tumbuh optimal di dataran tinggi >750 mdpl, sesuai dengan jenis/varietas yang diusahakan dg suhu siang hari 24°C dan malam hari antara 15°C‐20°C. Pada temperatur tinggi (diatas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur yang tidak tetap (tidak stabil) warna buah tidak merata. Temperatur ideal antara 24 °C ‐ 28°C. Curah hujan antara 750‐125 mm/tahun, dengan irigasi yang baik.
Kemasaman tanah sekitar 5.5 ‐ 6.5, absorpsi unsur hara terutama fosfat, kalium dan besi oleh tumbuhan tomat.

2. Penyiapan Lahan
Lahan yang akan ditanami tumbuhan tomat diusahakan bukan bekas tumbuhan sefamili mirip kentang, bedengan dengan lebar 110 ‐120 cm, tinggi 50 ‐ 60 cm, dan j arak antar bedengan 50 ‐ 60 cm, pupuk sangkar matang sebanyak 10 ton/ha yang dicampur dengan tanah secara merata.
Kemudian semprotkan merata pada permukaan bedengan dengan larutan pupuk hayati MiG‐6PLUS dengan takaran 2 liter pupuk hayati MiG‐6PLUS perhektar, biarkan selama 3 hari Kemudian bibit siap untuk di tanam.
3. Pemeliharaan
a. Pemupukan
1)Pemupukan dengan pupuk hayati MiG‐6PLUS
- Pengulangan pemberian pupuk hayati MiG‐6PLUS pada masa pemeliharaan yaitu setiap 3 ahad sekali dengan takaran yang di anjurkan yaitu 2 liter MiG‐6PLUS per hektar.
2)Pupuk kimia
- Pupuk Makro yang terdiri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP dan KCl), diberikan 2 kali, yaitu pada 7‐10 hari Setelah tanam dan pada usia 35 hari. Dosis pupuk pada masing2 tempat berlainan, tergantung dari jenis tanah dan tekstur tanah.
- Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)
- Beberapa laba penggunaan mulsa plastik yaitu :
- Mengurangi fluktuasi suhu tanah.
- Mengurangi evaporasi tanah, sehingga kelembaban tanah sanggup dipertahankan.
- Mengurangi kerusakan (erosi) tanah lantaran air hujan.
- Menekan pertumbuhan gulma, mengurangi pembersihan hara terutama Nitrogen dan meningkatkan acara mikrobiologi tanah.
- Mengurangi serangan hama pengisap (Thrips, tungau dan kutu daun) dan penyakit tular tanah (rebah kecambah dan akar bengkak).
- Pemasangan Turus
- Pemasangan turus dimaksudkan biar tumbuhan sanggup tumbuh tegak, mengurangi kerusakan fisik tanaman, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas serta mempermudah penyemprotan pestisida dan pemupukan.
- Pemangkasan
- Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil buah tomat yaitu dengan cara pemangkasan. Pemangkasan cabang dengan meninggalkan satu cabang utama per tumbuhan akan menghasilkan buah tomat dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan . tanpa pemangkasan. Jumlah cabang yang hanis dipertahankan per tumbuhan tergantung pada kultivar yang ditanam.
4. Panen
- Panen pertama dilakukan ketika berumur 3 bulan.
- Dipilih yang sudah renta dan jangan memetik yang masih basah, lantaran tidak tahan lama.
- Buah jangan jatuh.
- Buah jangan terluka.
HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
- UlatTanah (AgrotisipsilonHufn.) Ordo : Lepidoptera, Famili : Noctuidae
- Gejala :Terpotongnya pangkal batang tumbuhan muda yang gres ditanam di lapangan, menjadikan tumbuhan roboh terpotong sering terjadi awal demam isu kemarau. Ulat tanah ini bersifat polifag, sehingga memiliki banyak tumbuhan inang mirip tomat, kentang, cabe, kubis, jagung dll yang masih muda.
- Pengamatan
- Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,
- Pengendalian
- Cara kultur teknis
- Penanaman bibit tumbuhan yang toleran atau resisten terhadap serangan ulat tanah.
- Cara fisik dan mekanis dengan sanitasi disekitar tanaman,mengumpulkan dan membunuh ulat langsung,
- Cara biologis\
- Memanfaatkan musuh alami parasitoid, mirip Apanteles ruficrus dan Tritaxys braueri.
- Memanfaatkan aneka tumbuhan biopestisida selektif.
- Cara kimiawi
- Apabila cara pengendalian lainnya tidak bisa menekan populasi serangan ulat tanah, aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)
- Gejala
- Ulat melubangi buah, buah yang terjangkit menjadi bacin dan jatuh ke tanah.
- Pengamatan
- Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
- Pengendalian
- Cara kultur teknis
- Cara fisik dan mekanis
- Cara biologis
- Memanfaatkan musuh alami parasitoid, predator dan patogen.
- Memanfaatkan aneka tumbuhan biopestisida selektif
- Cara kimiawi
- aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
3.Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Ordo : Homoptera Famili : Aphididae
- Gejala
- Berupa bercak nekrotik pada daun yang disebabkan oleh rusaknya sel‐sel dan jaringan daun dihisap nimfa dan serangga dewasa,merupakan vektor TLCV ( Tomato Leaf Curl Virus)
- Pengamatan
- Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
- Pengendalian
- Cara kultur teknis
- Cara fisik dan mekanis
- Cara biologis
- Memanfaatkan musuh alami parasitoid mirip Encarsia sp., dan predator mirip Scymnus, sp., Menochillus sp., dan Amblyseius sp.
- Memanfaatkan aneka tumbuhan biopestisida selektif.
- Cara kimiawi
- Aplikasikan insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
4. Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)
- Gejala
- ulat grayak menyerang epidermis dengan meninggalkan penggalan atas daun hingga barupa bercak‐bercak putih menerawang. Serangan larva remaja menjadikan daun hingga berlubang, bahkan hingga tulang daun.
- Pengamatan
- Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman.
- Pengendalian
- Cara kultur teknis
- Cara fisik dan mekanis
- Cara biologis
- Memanfaatkan musuh alami parasitoid, mirip Telenomus spodopterae Dodd (Sceliomidae), Micropitis similes (Eulopidae) dan Peribaea sp. (Tachinidae).
- Memanfaatkan aneka tumbuhan biopestisida selektif.
- Cara kimiawi
- Aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Penyakit
- Layu Bakteri
- Penyebab : Bakteri (Ralstonia solanacearum)
- Gejala
- Daun layu disertai dengan warna menguning, diawali dari salah satu pucuk daun atau cabang tanaman, umumnya terjadi pada tumbuhan berumur sekitar 6 minggu.
- Gejala lanjut daun layu secara menyeluruh dan berwarna coklat diikuti dengan matinya tanaman.
- Bila batang tumbuhan terjangkit dipotong akan tampak garis vaskuler berwarna gelap, bila potongan batang tersebut dimasukkan ke dalam air bening akan mengeluarkan eksudat berupa lendir berwarna putih keabu‐abuan. Pada fase serangan ringan keadaan tersebut tidak tampak. Eksudat sanggup ditemukan pada akar ditandai dengan menempelnya tanah pada penggalan akar tersebut. Kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan patogen yaitu suhu 27°C, cuaca kering dan curah hujan yang banyak.
- Pengamatan
- Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, bila di pertanaman terdapat tanda-tanda serangan.
- Pengendalian
- Cara kultur teknis
- Cara fisik dan mekanis
- Cara biologis
- Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, mirip Pseudomonas flurescens (terdapat dalam kandungan pupuk hayati MiG‐6PLUS) yang diaplikasikan pada permukaan bedengan secara merata ketika tumbuhan berumur 15 hst.
- Memanfaatkan aneka tumbuhan biopestisida selektif.
- Cara kimia
- Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan bakterisida selektif dan efektif.
- Apabila cara pengendalian lainnya tidak bisa menekan serangan layu kuman hingga mencapai 5 %, aplikasi bakterisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
- Layu Fusarium
- Penyebab : Cendawan (Fusarium solani)
- Gejala
- Daun tampak layu dimulai dari daun bawah berkembang ke daun atas. lalu menguning dan balasannya mengering kecuali pucuk tetap berwarna hijau dan pertumbuhan tumbuhan tidak normal.
- Batang tumbuhan yang terserang, bila dipotong akan tampak kambiumnya berwarna coklat. Warna coklat serupa kadang dijumpai juga pada pembuluh tangkai daun.
- Pada tanah berair atau dingin, batang di bawah permukaan tanah menjadi busuk, tumbuhan layu dan mati.
- Pengendalian
- Cara kultur teknis
- Cara fisik dan mekanis
- Cara biologis
- Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, mirip Trichoderma sp.
- Memanfaatkan aneka tumbuhan biopestisida selektif.
- Cara kimia
- Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan fungisida selektif dan efektif.
- Apabila cara pengendalian lainnya tidak bisa menekan serangan layu fusarium hingga mencapai 5 %, aplikasi fungisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
- Virus Daun Menggulung
- Penyebab : Virus (Potato Leaf Roll VirusIPLRV)
- Gejala
- Daun yang terjangkit menggulung ke penggalan atas mulai dari tepi ke arah ibu tulang daun dan batang ibarat tabung, warna daun menguning atau mengalami klorosis, Daun dan batang tumbuhan yang sakit menjadi pucat dan kurus serta batang mengecil.
- Pengamatan
- Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, bila di pertanaman terdapat tanda-tanda serangan.
- Pengendalian
- Cara kultur teknis
- Cara fisik dan mekanis
- Cara biologis
- Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis dengan selektif dan efektif.
- Memanfaatkan aneka tumbuhan biopestisida selektif.
- Cara kimia
- Aplikasi pestisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi


0 Response to "Panduan Lengkap Menanam Tomat"
Post a Comment