10 Belakang Layar Memperbanyak Anakan Padi
Tuesday, May 21, 2019
Add Comment
10 RAHASIA MEMPERBANYAK ANAKAN PADI

Banyak anak banyak rejeki, falsafah ini sangat pas kalau diterapkan dalam ilmu budidaya flora padi. Semakin banyak anakan produktif flora padi diperlukan akan semakin banyak malai yang terbentuk dan alhasil diperlukan semakin banyak peningkatan produksi yang kita peroleh. Oleh sebab banyaknya anakan produktif merupakan salah satu kunci peningkatan produktivitas flora padi selain banyaknya bulir isi pada tiap malai.
Banyak sekali teori dan pengalaman dalam ilmu pertanian berbeda tempat berbeda bdaya beda orang beda cara, demikian pula aneka macam tips, teori dan metode untuk memperbanyak anakan flora padi.
Tanamlah bibit padi muda. Menurut info yang maspary peroleh semakin muda umur bibit padi akan semakin potensi memproduksi anakan yang lebih banyak. Umur terbaik untuk tanam padi ialah antara 10 – 18 hss (hari sehabis sebar).
Aplikasi pupuk Phospat ibarat SP36 seawal mungkin (kalau perlu sehari atau 2 hari sebelum tanam). Pupuk SP36 membutuhkan waktu yang agak usang untuk bisa terserap oleh akar tanaman, oleh sebab itu donasi SP36 harus seawal mungkin. Salah satu fungsi unsur P yang terkandung dalam SP36 ialah merangsang pembentukan akar, oleh sebab itu maspary menganjurkan donasi unsur P ketika vase pembentukan anakan supaya anakan yang terbentuk bisa diimbangi dengan akar yang sehat, berpengaruh dan panjang.
Aplikasi pupuk Nitrogen ibarat urea seawal mungkin. Maksimal 5 hari sehabis tanam harus sudah diberikan. Unsur Nitrogen merupakan salah satu kunci utama dalam membantu pembentukan anakan, oleh sebab itu ketika proses pembentukan anakan jangan hingga belum tersedia unsur ini.
Jangan tanam bibit padi terlalu dalam. Cukup 1-2 cm saja sudah cukup. Ini juga merupakan poin penting untuk meningkatkan jumlah anakan produktif flora padi. Tanam bibit padi yang terlalu dalam akan menghabiskan energi flora padi untuk menembus tanah penutupnya. Cuma didaerah maspary yang menjadi hambatan ialah tukang tanamnya yang sulit melaksanakan, yach….. sebab terbiasa tanam dalam. Pernah saya menanyakan pada tukang tandur (tukang tanam) kenapa kalau tanam harus dalam, mereka menjawab katanya kalau nggak dalam nggak lezat pak!!
Pengairan yang tidak selalu tergenang. Jaga donasi air pada flora padi secara periodik diairi kemudian dibiarkan hingga kering (tanahnya pecah rambut) kemudian diairi lagi demikian seterusnya.
Penggunaan varietas unggul ibarat benih padi unggul B3. Setiap varietaspasti akan memiliki kemampuan sendiri-sendiri dalam membentuk anakan yang produktif.
Jarak tanam jangan terlalu rapat, apalagi kalau tanahnya subur. Walaupun anakan terbentuk banyak akan tetapi kalau jaraknya terlalu rapat biasanya anakan tersebut menjadi kurang produktif. Kalau bisa gunakan sistem tanam jajar legowo ibarat yang telah informasi-budidaya tulis beberapa waktu yang lalu. Tetapi kalau jarak tanamnya memakai 40 cm gak perlu pake sistem legowo lagi.
Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (hormon tanaman) terutama yang mengandung sitokinin dan giberelin. Menurut maspary poin nomor 8 ini hanyalah opsional, jadi merupakan faktor pendukung saja yang boleh dlakukan dan boleh tidak. Jika mau diberikan sebaiknya bersamaan ketika pemupukan oleh sebab itu berikan ZPT yang bentuknya padat ibarat ZPT Organik yang informasi-budidaya telah sediakan. Boleh juga disemprotkan ketika umur 15 hst.
Pemberian pupuk organik padat sebagai penyubur dan pembenah tanah. Ini berafiliasi bersahabat dengan kondosi kesuburan tanah anda dan proses absorpsi unsur hara yang akan diberikan pada tanaman. Oleh sebab itu jumlahnya sangat relatif tergantung kondisi tanah masing-masing petani.
Waspada terhadap hama dan penyakit. Hama yang punya potensi mengurangi anakan antara lain keong mas, sundep dan tikus. Sedangkan penyakit yang membahayakan ketika pembentukan anakan padi ialah penyakit amis pangkal batang padi. Untuk mengatasi semua itu Maspary telah membahasnya semua.
Ternyata untuk memperbanyak anakan produktif pada flora padi tidak gampang ya…. aneka macam persyaratan yang harus dipenuhi. Barangkali ada rekan-rekan informasi-budidaya yang punya tips lain yang lebih gampang untuk memproduksi anakan produktif flora padi silahkan hubungi maspary. Kita sharingkan ke teman-teman petani yang lain biar bisa membantu mereka dalam meningkatkan produksinya.
Semoga sedikit goresan pena yang terbentuk dari buah pikiran dan pengalaman dari maspry ini bisa memperlihatkan tanggapan kepada petani atas masalah peningkatan produksivitas flora padi di Indonesia.
0 Response to "10 Belakang Layar Memperbanyak Anakan Padi"
Post a Comment