Budidaya Tanaman Kentang Dan Lahan Yang Cocok
Tuesday, May 14, 2019
Add Comment
![]() |
| Pohon kentang |
Penyebab kualitas kentang lokal lebih rendah dibanding dengan kentang impor salah satunya lantaran kesalahan dalam teladan tanam dan penggunaan obat-obatan tanaman. Disamping kualitas yang rendah, produktivitas kentangpun juga ikut rendah. Ada solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu kentang, khususnya di wilayah dataran tinggi dieng, yakni dengan perbaikan teladan tanam dan sapta perjuangan tani.
Dari solusi tersebut ada dua manfaat sekaligus yang dapat diperoleh, yakni berbudidaya kentang secara baik dan benar serta petani bertanam dengan ramah lingkungan.
Hal tersebut tentunya sejalan dengan kegiatan pemerintah, yakni pembangunan berwawasan lingkungan melalui upaya konservasi lahan. Perbaikan teladan tanam dilakukan dengan melaksanakan penyelingan tanaman, ibarat kentang misalnya, empat bulan pertama ditanam kentang, berikutnya ditanam tumbuhan sayur lain, ibarat kobis, daun bawang, seledri dan sayuran lain yang mempunyai nilai ekonomis. Kaprikornus dalam satu tahun penanaman kentang dilakukan cukup satu kali.
Sistem teladan tanam ibarat ini dikandung maksud untuk memutus rantai penyakit tumbuhan yang dapat menyerang tumbuhan kentang. Selama ini diduga banyak hama penyakit yang menyerang tumbuhan kentang, sehingga banyak petani yang menggunakan obat-obatan tumbuhan ibarat pestisida di atas ambang normal, apalagi bila di ekspresi dominan hujan. Peningkatan penggunaan pestisida tersebut berdampak pada kurang bagusnya mutu kentang.
Untuk penggunaan benih yang bersertifikat dikala ini gres terpenuhi sekitar 15 persen, hal ini disebabkan lantaran jumlah benih ersertifikat masih terbatas. Saat ini stok benih tersebut diambil dari kledung, lembang dan beberapa kelompok petani penghasil benih. Kekurangan benih tidak hanya dialami di wonosobo, tapi di jawa dan juga di indonesia. Pemerintah telah berupaya untuk mengatasi hal tersebut dengan menyekolahkan beberapa petani ke balai benih kentang di kledung, untuk tahun ini sebanyak lima petani mengikuti kegiatan tersebut selama kurang lebih satu bulan.
Kesalahan proses tanam petani selama ini ditengarai menjadi salah satu penyebab kurangnya kesuburan tanah. Berkurangnya kesuburan tanah dikarenakan semakin berkurangnya top soil atau lapisan humus. Saat ini rata-rata top soil yang ada di dieng hanya sekitar 10 – 20 cm, dimana idealnya ialah pada kedalaman minimal 30 cm. Top soil sendiri mempunyai peranan yang sangat penting, lantaran di lapisan ini terkonsentrasi kegiatan-kegiatan mikroorganisme yang secara alami mendekomposisi serasah atau tumpukan daun kering dan rerantingan pada permukaan tanah, yang pada alhasil akan meningkatkan kesuburan tanah.
Salah satu kesalahan proses tanam yang dilakukan petani di dieng ialah banyak petani yang mengolah lahan pada kemiringan lebih dari 30 derajat. Aturannya ialah di bawah 30 derajad, lantaran bila menanam di atas 30 derajad berakibat cepat hilangnya lapisan humus atau top soil. Untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami tentunya membutuhkan waktu, tidak dapat secara instan dilakukan, sekalipun dengan penambahan pupuk-pupuk pabrikan, bahkan bila dilakukan penambahan pupuk fine compost sekalipun, tetap saja tidak serta merta kegiatan mikroorganisme menimbulkan tanah kembali


0 Response to "Budidaya Tanaman Kentang Dan Lahan Yang Cocok"
Post a Comment