Cara Menanam Purut
Thursday, May 2, 2019
Add Comment
Kurangnya pasokan jeruk purut dalam negeri, baik kalangan lokal ataupun untuk produk ekspor, menciptakan Jeruk Purut menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan untuk budidaya
Budidaya jeruk purut ternyata sanggup menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Namun, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang.
“Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal seruan tak hanya tiba dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang materi produksinya berbahan dasar jeruk purut,” kata Pembudidaya Jeruk Purut di Batu – Malang, Prambudi.
Sedikitnya pembudidaya jeruk purut di Tanah Air, alasannya kurangnya info wacana peluang dan keuntungannya secara umum. Melakukan budidaya jeruk purut, kata Prambudi, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan ia mengawali budidaya jeruk purut ini, hanya bermodal dengkul alias tak banyak modal.
PERAWATAN DASAR JERUK PURUT
Dalam proses budidaya jeruk purut, berdasarkan Prambudi, intinya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang sanggup dilakukan, diantaranya adalah:
1. Pemangkasan Cabang Jeruk Purut
Selama proses pemangkasan, ada beberapa faktor yang diperhatikan. Misalnya, perhitungan laba yang mencakup stabilitas produktifitas tanaman, kemampuan hidup dan kualitas buah, perkembangan hama dan penyakit terhambat serta perawatan kebun.
Hal ini dibarengi juga dengan teknik pemangkasan, yaitu pangkas dasar dan pangkas pemeliharaan. Untuk pangkas dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan sehabis tinggi tumbuhan telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapat percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, supaya selanjutnya sanggup berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun.
Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, lalu pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar. Sedangkan untuk pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau sehabis panen.
Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.
2. Penjarangan Buah Jeruk Purut
Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada demam isu panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada ketika diameter buah mencapai 1-2 cm.
3. Syarat Tumbuh Jeruk Purut
Mengingat, kelangsungan hidup dan optimalnya produktifitas tumbuhan bergantung pada perlakuan tumbuhnya, maka terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Misalnya kondisi iklim, media tanam, dan ketinggian tempat.
Untuk iklim, misalnya. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah, sehingga alternatif untuk tempat dengan intensitas dan kecepatan anginnya lebih dari tingkat standar, sebaiknya tinggi tumbuhan penahan angin ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
Demikan halnya dengan penerapan media tanam. Idealnya untuk jeruk purut, tanah yang baik ialah lempung hingga lempung berpasir dengan cukup humus, tata air, dan udara baik. Jenis tanah Andosol dan Latosol juga merupakan alternatif lain yang cocok untuk budidaya jeruk.
Itu didukung pula dengan kadar air tanah yang optimal ada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah, dimana tumbuhan jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
Tanaman jeruk sanggup tumbuh dengan baik di tempat yang mempunyai kemiringan sekitar 30°. Dalam hal ketinggian tempat, untuk tumbuhan jenis jeruk purut ini akan sanggup tumbuh baik di ketinggian 1–400 m dpl.
0 Response to "Cara Menanam Purut"
Post a Comment