Proses Menanam Jeruk Purut



PROSES TANAM JERUK PURUT
Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yakni berupa penyambungan tunas pucuk, dimana sistem pembibitan ini biasa ditanam di area pesawahan dan lahan berlereng. Namun bila ditanam di area perbukitan, sanggup memakai alternatif tanam dengan menciptakan sengkedan.

Sedangkan untuk lahan yang akan ditanami, sebaiknya dibersihkan dari tumbuhan lain atau sisa-sisa tanaman. Untuk ukuran jarak tanam idealnya 6×7 m, diadaptasi dengan aksara pertumbuhan jeruk purut.
Dalam pembuatan lubang tanam pun membutuhkan teknik khusus, yakni hanya sanggup diterapkan pada tanah yang belum diolah dalam jangka waktu 2 minggu, dimana tanah bab dalam dipisahkan dari lapisan atas (setinggi 25 cm).

“Dengan aplikasi tanah yang berasal dari lapisan atas dan dicampur pupuk kandang. Setelah penanaman, tanah dikembalikan lagi ke kawasan asalnya. Demikian halnya dengan bedengan berukuran 1x1x1 m hanya dibentuk bila jeruk purut ditanam di area tanah sawah,” ungkap Prambudi.

Berbeda dengan tumbuhan jenis lain, teknik penanaman bibit jeruk sanggup ditanam pada trend hujan atau trend kemarau. Tapi, berdasarkan Prambudi, sebaiknya ditanam di awal trend hujan.
Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa, semoga tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.

Sebagai alternatif tumpang sari – sebelum tumbuhan berproduksi – sanggup ditanam tumbuhan sela, ibarat kacang-kacangan atau sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tumbuhan sela diganti oleh rumput atau tumbuhan legum epilog tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tumbuhan jeruk.

0 Response to "Proses Menanam Jeruk Purut"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel