Cara Panduan Menanam Coklat Atau Kakao
Thursday, May 9, 2019
Add Comment
Kakao sebagai materi dasar pembuatan coklat mempunyai prospek bisnis yang bagus. Banyak orang yang berniat membudidayakan kakao sebab laba yang didapatkan tidak mengecewakan besar. Namun dalam proses budidaya kakao tersebut prosesnya tidak sesederhana tanaman-tanaman lain. Kakao membutuhkan perhatian khusus semoga hasil panennya maksimal dan berkualitas. Selain persiapan lahan yang harus dilakukan dengan matang dan juga pembibitan yang memerlukan proses panjang. Penanaman Kakao juga mempunyai beberapa langkah yang hars diperhatikan bagi para calon pembudidaya coklat mentah ini. Berikut yakni langkah-langkah dalam penanaman kakao:
Pengajiran
a. Ajir dibentuk dari bambu tinggi 80 - 100 cm.
b. Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya.
Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama.
Lubang Tanam
a. Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada selesai isu terkini hujan.
b. Berikan pupuk sangkar yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang.
Tanam Bibit
1. Pada dikala bibit kakao ditanam, pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun.
2. Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, contohnya tumpang sari dengan pohon kelapa
3. Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam sehabis bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
4. Penanaman dikala hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush).
Setelah proses penanaman berjalan dengan baik maka yang perlu dilakukan oleh para pembudidaya yakni perawatan. Secara keseluruhan, perawatan tumbuhan Kakao ini tidak berbeda jauh dengan tumbuhan lain, yaitu penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon. Setelah itu, dibentuk lubang pupuk disekitar tumbuhan dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk lalu ditutup kembali.
Sebelum penanaman, tentunya yang dibutuhkan yakni biji atau bibit Kakao yang berkualitas semoga hasil panen sesuai dengan impian anda. Pemilihan biji maupun bibit ini dihentikan sembarangan, harus dari supplier yang terpercaya.
mitrabibit
SELENGKAPNYA BACA DISINI
Pengajiran
a. Ajir dibentuk dari bambu tinggi 80 - 100 cm.
b. Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya.
Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama.
Lubang Tanam
a. Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada selesai isu terkini hujan.
b. Berikan pupuk sangkar yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang.
Tanam Bibit
1. Pada dikala bibit kakao ditanam, pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun.
2. Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, contohnya tumpang sari dengan pohon kelapa
3. Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam sehabis bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
4. Penanaman dikala hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush).
Setelah proses penanaman berjalan dengan baik maka yang perlu dilakukan oleh para pembudidaya yakni perawatan. Secara keseluruhan, perawatan tumbuhan Kakao ini tidak berbeda jauh dengan tumbuhan lain, yaitu penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon. Setelah itu, dibentuk lubang pupuk disekitar tumbuhan dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk lalu ditutup kembali.
Sebelum penanaman, tentunya yang dibutuhkan yakni biji atau bibit Kakao yang berkualitas semoga hasil panen sesuai dengan impian anda. Pemilihan biji maupun bibit ini dihentikan sembarangan, harus dari supplier yang terpercaya.
mitrabibit
SELENGKAPNYA BACA DISINI

0 Response to "Cara Panduan Menanam Coklat Atau Kakao"
Post a Comment