Budi Daya Tanaman Terung
Monday, July 15, 2019
Add Comment
Family Solanaceae
Deskripsi
Terung (Solanum melongena) merupakan tumbuhan setahun berjenis perdu yang sanggup tumbuh hingga mencapai tinggi 60-90 cm. Daun tumbuhan ini lebar dan berbentuk telinga. Bunganya berwarna ungu dan merupakan bunga yang sempurna, biasanya terpisah dan terbentuk dalam tandan bunga.
Manfaat
Buah terung sudah sangat dikenal masyarakat dan banyak dipakai sebagai lalap (sayuran segar) atau disayur. Hal ini disebabkan oleh rasa buah terung yang lezat dan banyak mengandung vitamin.
Syarat Tumbuh
Terung sangat gampang dibiakkan lantaran ia sanggup hidup di tempat dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1.200 m dpl. Namun demikian, tanah itu harus mempunyai cukup banyak kandungan materi organik dan berdrainase baik. Selain itu, pH tanah harus berkisar antara 5-6 semoga pertumbuhannya optimal.
Pedoman Budidaya
BENIH DAN PERSEMAIAN Benih terung sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam pada lahan yang tetap. Pembuatan bedengan dan cara penyemaian terung tidaklah berbeda menyerupai perlakuan pada tomat. Hanya saja kebutuhan benih terung berbeda dengan benih tomat. Untuk lahan seluas 1 ha, dibutuhkan 500 g benih terung dengan daya kecambah 75070. Bibit terung berada di persemaian hingga berumur kurang lebih 1,5 bulan atau kira-kira telah berdaun empat helai. Setelah itu bibit terung sudah siap untuk dipindahkan di lahan penanaman. PENANAMAN Lahan penanaman disiapkan dan diolah terlebih dahulu, kemudian di bentuk bedengan. Bedengan dibentuk selebar antara 1,2 – 1,4 cm dan panjang sesuai lahan. Kemudian bedengan dibuatkan lubang tanam masing-masing berjarak sekitar 60 cm. Jarak antarbarisan lubang tanam 70-80 cm. Setiap bedengan memuat dua barisan tanaman. Di antara bedengan, haruslah dibentuk parit yang berfungsi sebagai jalan dan pembuangan air dikala trend hujan. Hal ini penting dilakukan lantaran terung tidak tahan genangan air. Selanjutnya setiap lubang tanam diberi pupuk sangkar atau kompos sebanyak 0,5-1 kg semoga tanah cukup mengandung materi organik. Setelah lahan disiapkan, sebaiknya bibit yang telah siap tanam dimasukkan secara tegak lurus ke dalam lubang tanam. Kemudian di sekitar lubang tanam disirami air semoga tanah cukup lembap, tetapi tidak hingga tergenang.
Pemeliharaan
Setelah tanam, penyiraman dilakukan kembali setiap 3 hari sekali hingga dikala berbunga. Ketika masa berbunga, penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Namun, apabila penanaman dilakukan pada tempat kering, maka penyiraman sanggup dilakukan lebih sering semoga tumbuhan tidak layu kekeringan. Pemupukan pada terung dilakukan tiga kali, yaitu sebagai pupuk dasar, susulan I, dan susulan II. Pupuk dasar diberikan dikala tanah mulai diolah, pupuk susulan I diberikan 7 -14 hari setelah tanam, dan pupuk susulan II diberikan dikala tumbuhan mulai berbunga. Dosis pemupukan bervariasi untuk setiap jenis terung dan jenis tanahnya, lihat pada Tabel berikut. WAKTU DAN DOSIS PEMUPUKAN TERUNG No Jenis pupuk Total Pupuk Dasar Pupuk susulan I II 1. Pupuk sangkar 15 ton 15 ton 2. Urea 300 kg 100 kg 100 kg 100 kg 3. TSP 200 kg 200 kg 4. KCI 200 kg 200 kg Sumber : Rush Hukum, kk.,1990. Pemeliharaan selanjutnya menyerupai penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan dukungan pupuk susulan. Namun, kalau dirasa perlu, penyiangan dan pendangiran sanggup dilakukan lebih sering. Tanaman terung memerlukan penyangga semoga cabang lateralnya tidak raboh terkena angin atau hujan. Ajir sanggup dibentuk dari bambu atau kawat setinggi 60-90 cm.
Hama dan Penyakit
HAMA APHIS (KUTU DAUN) Serangan hama ini ditandai dengan mengerutnya daun lantaran mengering. Daunnya berwarna kuning. Pemberantasannya umumnya dilakukan dengan Basudin 40 WP dan Bayrusi125 EC. Tungau (Tetranychus) Serangan hama ini ditandai dengan pertumbuhan tumbuhan terung menjadi abnormal. Daun pucuk atau tunas yang terjangkit bermetamorfosis keriput dan berwarna kuning. Hama ini menyerang daun dan cabang muda dengan cara mengisap cairan dalam jaringan tanaman. Pengendalian serangan dilakukan dengan memakai larutan Kalthene 0,2 %, Dimetoate (Rogor, Roxixon) 0,1 % atau larutan Sumithion 1:1.000 (18 cc dalam 15 liter air). PENYAKIT KARAT DAUN Serangan penyakit ini ditandai dengan adanya bercak-bercak kuning (blight) dan kanker pada daun maupun -tanaman. Penyebabnya yaitu Phomopsis vexans (Sacc & Syd) Harter atau Diaphote vexans Gratz. Penyakit ini sulit diberantas. Untuk itu, sebaiknya pada awal penanaman dipakai Dithane M-45 berkonsentrasi 0,2-0,3 %. BUSUK AKAR Serangan penyakit ini ditandai dengan warna daun menjadi lebih hijau, kemudian menjadi kuning, dan risikonya mati. Penyebabnya yaitu cendawan Yerticilium alboatrum yang menyerang akar dan pembuluh pada jaringan tanaman. Pencegahan serangan selanjutnya dengan memakai Dithane M-45 (0,2-0,3 %). Sebenarnya penyakit ini sanggup dikendalikan dengan perlakuan tanah, antara lain fumigasi, drainase yang baik, dan rotasi tanaman.
Panen dan Pasca Panen
Umur terung yang sanggup dipanen tergantung dari varietas yang ditanam. Namun, secara umum terung sanggup dipanen sekitar 4 bulan atau 90 hari semenjak semai. Selanjutnya selang seminggu sekali, buah terung sanggup dipanen 6-7 kali. Dalam pemanenan, diperhitungkan pula usang pengangkutan hingga ke tangan konsumen. Sebaiknya terung yang dipetik yaitu buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya terung dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan dikala pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen dikala terik matahari lantaran sanggup mengganggu tumbuhan dan menciptakan kulit terung menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas.
0 Response to "Budi Daya Tanaman Terung"
Post a Comment