Budidaya Alpukat Ijo Panjang
Friday, July 12, 2019
Add Comment
Family Lauraceae
Deskripsi
Alpukat ini berbuah sepanjang tahun tergantung lokasi dan kesuburan tanah. Kerontokan buah sedikit. Berat buah antara 0,3-0,5 kg. Bentuknya ibarat buah pear dengan ujung tumpul dan pangkal meruncing. Panjangnya 11,5-18 cm dan diameternya 6,5-10 cm. Tebal, kulit buah 1,5 mm berwarna hijau kemerahan dengan permukaan licin berbintik kuning. Daging buahnya tebal (sekitar 2 cm), bertekstur agak lunak, berwarna kuning, dan rasanya gurih. Bijinya berbentuk jorong dengan rata-rata panjang 5,5 cm dan diameter 4 cm. Produksi buah rata-rata 16,1 kg per pohon per tahun.
Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih enak kalau ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya sanggup dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk materi bangunan. Bila dipakai untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.
Syarat Tumbuh
Alpukat sanggup ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Alpukat india barat baik ditanam pada ketinggian 0-600 m dpl, alpukat meksiko pada ketinggian 1000-3000 m dpl, dan alpukat guatemala pada ketinggian 600-2.000 m dpl. Semua tipe alpukat menghendaki tanah yang tidak mengandung cadas keras atau yang tandus. Tanaman tidak tahan terhadap genangan air yang terus-menerus, tetapi tumbuhan lebih bahagia hidup di kawasan beriklim lembap dengan curah hujan 1.500-3000 mm. per tahun. Di kawasan yang beriklim agak kering dengan bulan lembap 7-9 bulan dan bulan kemarau (kering) 2-6 bulan, tumbuhan alpukat masih bisa hidup dan berbuah asalkan keadaan air tanahnya dangkal (100-150 cm) dan pH tanah 5,5-6,5. Pada kondisi yang sesuai, tumbuhan alpukat sanggup berbuah 2-3 kali setahun.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit sanggup disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk sangkar yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa adonan 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis proteksi pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang ekspresi dominan hujan.
Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tumbuhan alpukat yaitu ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang sampai ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tumbuhan alpukat yaitu anyir akar Phytophthora cinnamomi yang sanggup diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit sanggup menular melalui bibit yang dipakai atau alat-alat pertanian. Penyakit anyir buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang kalau suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya sanggup mengatasi serangan penyakit anyir akar. Serangan hama-hama di atas sanggup diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen sesudah renta benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan kalau buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan memakai jaring semoga tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah renta akan matang 2-3 hari sesudah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan gampang terjangkit penyakit anyir buah (kecokelatan) dan rasanya pahit.
sumber http://www.iptek.net.id
0 Response to "Budidaya Alpukat Ijo Panjang"
Post a Comment