Budidaya Jambu Apel
Thursday, July 11, 2019
Add Comment
Family Myrtaceae
Deskripsi
Jambu apel yang buahnya seakan-akan apel sangat gampang dibedakan dari jenis jambu air lainnya. Buahnya selalu mempunyai bekas kelopak berwarna merah yang sangat kontras dengan warna buah yang putih violet. Bila diperhatikan, bersama-sama jambu ini mengalami tiga kali perubahan warna, yaitu hijau ketika muda, putih jika tua, clan putih violet jika matang. Daging buahnya bertekstur keras dan rasanya manis. Ukuran buahnya termasuk sedang. Setiap kg-nya berisi 15 buah. Buahnya ada yang berbiji dan ada yang tidak.
Manfaat
Dengan rasanya yang rata-rata elok segar dan mengandung banyak air, kesannya jambu air menjadi salah satu buah yang sangat digemari masyarakat. Banyak orang memanfaatkan buah jambu air sebagai buah pelepas dahaga.
Syarat Tumbuh
Jambu air dan jambu semarang bisa tumbuh di hampir semua wilayah Indonesia. Bahkan, keduanya bisa beradaptasi dengan segala jenis tanah asalkan tanahnya subur, gembur, dan banyak air. Kedalaman air tanah yang masih bisa ditolerir hanya hingga 200 cm. Tanaman ini menyukai curah hujan rendah dengan demam isu hujan tidak lebih dari delapan bulan. Untuk jambu air, ketinggian daerah yang dikehendaki semoga bisa tumbuh baik yaitu dataran rendah dan dataran tinggi hingga 1.000 m di atas permukaan laut, sedangkan jambu semarang hanya hingga 500 m di atas permukaan laut.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan dengan benih umum dilakukan. Biji kadang kala abortif, dan beberapa kultivar jambu cenderung tidak berbiji. Perbanyakan dengan klon melalui pencangkokan, penyetekan, atau penempelan tidak sukar dilakukan. Pencangkokan pada umumnya dilaksanakan di Asia Tenggara. Metode Forkert termodifikasi dianjurkan untuk penempelan. Semai Syzygium yang sama atau berlainan jenisnya sanggup dipakai sebagai batang bawah. Di Jawa, jambu ‘klampok’ atau ‘kopo’ (S. pycnanthum Merr. & Perry, syn. Eugenia densiflora (Blume) Duthie) dianjurkan sebagai batang bawah alasannya pembangkang dan tidak diserang oleh rayap. Jarak tanamnya berkisar antara 8-10 m.
Pemeliharaan
Pohon jambu ini hanya memperoleh sedikit perhatian sesudah tahun pertarna atau kedua, yang pada ketika itu pemupukan, penyiangan, santunan mulsa, dan pengairan sanggup meningkatkan volume pohon dengan cepat. Pohon yang sedang berbuah sepertinya sangat responsif terhadap pupuk beragam yang diberikan seusai panen dan ditambah dengan suatu pupuk daun segera sesudah pembungaan terbentuk.
Hama dan Penyakit
Tidak ada rekomendasi yang khusus untuk perlindungan tanaman, tetapi terjadinya hama dan penyakit tentu saja memerlukan suatu penelitian , mengenai organisme penyebab dan pemberantasannya.
Panen dan Pasca Panen
Buah jambu-jambu ini berkulit tipis dan Iembut; buah itu harus dipetik dengan tangan dua kali seminggu, dan hendaknya ditangani dengan hatihati. Buah sebaiknya segera dikonsumsi atau diawetkan selama beberapa hari seusai panen.
sumber http://www.iptek.net.id
0 Response to "Budidaya Jambu Apel"
Post a Comment