Berbisnis Dari Budidaya Cengkeh Yang Menguntungkan
Wednesday, August 28, 2019
Add Comment
Berbisnis Dari Budidaya Cengkeh yang Menguntungkan
Masih ingat pelajaran waktu kita berlajar di sekolah dulu? Mengapa para penjajah dari Benua Eropa dulu menjajah kita secara besar-besaran? Apalagi kalau bukan lantaran ke-eksotisan rempah-rempah sebagai hasil bumi kita. Salah satunya yaitu rempah yang berjulukan cengkeh. Dulu rempah-rempah jikalau dijual ke Eropa harganya bisa selangit, hampir menyaingi harga emas. Karena menyerupai yang kita tahu, rempah-rempah merupakan bahan-bahan penyedap rasa pada kuliner serta materi baku herbal yang mustahil ditemui di kawasan sub tropis menyerupai Eropa.
Cengkeh dulu merupakan komoditas ekspor yang menguntungkan. Namun kini tidak lagi, lantaran cengkeh beralih menjadi komoditas impor. Hal ini disebabkan lantaran pesatnya perkembangan industri rokok kretek. Industri rokok kretek sendiri, berkembang semenjak selesai kala ke-19. Tingginya kebutuhan devisa untuk memenuhi kebutuhan menimbulkan ditetapkannya kegiatan swasembada cengkeh pada tahun 1970, antara lain melalui ekspansi areal.
Karena diterlantarkan petani, areal cengkeh berkurang drastis. Pada tahun 2000 luas areal cengkeh tinggal 428 000 ha dan tahun 2003 tinggal 228 000 ha. Perkiraan untuk 2005 areal flora menghasilkan (TM) tinggal 213.182 ha. Produksi juga turun semenjak tahun 2000, sehingga diperkirakan tanpa upaya penyelamatan, tahun 2009 produksi cengkeh Indonesia hanya akan bisa menyediakan sekitar 50 % dari kebutuhan pabrik rokok kretek yang rata-rata empat tahun terakhir mencapai 92.133 ton.Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan kegiatan intensifikasi, rehabilitasi dan peremajaan flora cengkeh secara terukur.
Pada dasarnya agribisnis cengkeh sangat menguntungkan. Apalagi dengan adanya peluang pengembangan industri hilir untuk keperluan makanan, farmasi dan pestisida nabati, termasuk ekspor. Pihak swasta diperlukan sanggup ikut berinvestasi dalam agribisnis cengkeh yang mencakup agribisnis hulu dalam penangkaran benih, sektor “on farm” pendirian perkebunan besar (PBS) dalam rangka peremajaan (replanting) serta agribisnis hilir di bidang industri penyulingan minyak, industri kuliner dan farmasi serta pengolahan pestisida nabati cengkeh. Kegiatan “on farm” dalam bentuk pendirian perkebunan besar cengkeh dalam rangka peremajaan mengganti flora renta bisa memperlihatkan B/C sebesar 1.54 dengan IRR 21.20%. Sedangkan untuk perjuangan industri penyulingan minyak pada tingkat bunga modal 18 % bisa memperlihatkan B/C 1.26 dengan IRR 23 %.
Harga cengkeh dipasaran ketika ini bisa diatas Rp. 100ribu/kg, bahkan bisa mencapa Rp. 200ribu. Sebenarnya hal yang selalu dialami oleh para petani cengkeh yaitu penimbunan yang dilakukan oleh para pedagang. Seperti biasanya, pedagang selalu memiliki stok cengkeh di gudang dan gres akan menjual stok terebut ketika harga cengkeh sedang naik. Petani yang kebetulan masih punyak stok, meski jumlahnya tidak banyak kalau dijual dengan harga yang berlaku kini jadinya tentu cukup tidak mengecewakan juga. Yang apes yaitu petani yang tidak punya stok sama sekali.
Budidaya cengkeh akan meraup laba yang besar jikalau kita sanggup berhati-hati dalam pelaksanaanya, serta jeli melihat kondisi pasar dan peluang yang ada. Untuk memulai perjuangan budidaya cengkeh ini hal pertama yang perlu anda lakukan yaitu pemilihan bibit cengkeh yang ungul serta berkualitas. Untuk membantu anda, CV MITRA BIBIT menyediakan Benih dan Bibit Cengkeh berkualitas dengan harga bersaing. Untuk info lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan sanggup menghubungi kontak yang tersedia.
Jika Berminat untuk bertanam cengkeh sanggup memesan bibitnya disini

0 Response to "Berbisnis Dari Budidaya Cengkeh Yang Menguntungkan"
Post a Comment