Budidaya “Emas Hijau” Panili Yang Intensif
Sunday, September 1, 2019
Add Comment
TANAMAN panili yang dikenal dengan sebutan si Emas Hijau ini merupakan komoditi yang menjanjikan.Karena paangsa pasar untuk panili terbuka lebar dan harganya cukup menggiurkan. Namun demikian,tidak semua panili berharga “emas” mahal,kecuali hanya kualitas terbaiklah yang diberikan harga istimewa. Tanaman panili ini sanggup hidup di iklim tropis, curah hujan 1000-3000 mm/tahun, cahaya matahari + 30%-50%, suhu udara optimal 200C-250C, kelembaban udara sekitar 60%-80%, ketinggian daerah 300-800 m dpl. Tanah gembur, ringan yaitu tipe tanah lempung berpasir (sandy loam) dan lempung berpasir watu (gravelly sandy loam), gampang menyerap air, pH tanah + 5,7 - 7
Sebelum melaksanakan penanaman,maka tumbuhan panili yang akan ditanam harus dilakukan pembibitan terlebih dahulu.Dalam pembibitan tersebut harus dilakukan beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya sbb:
Seleksi bibit: Jenis panili bernilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis JW.Moore,dan Vanilla pompana Syarat bibit generatif : tulen, punya sifat yang hampir sama dengan induknya; murni, biji tidak tercampur dengan yang berkualitas jelek; biji dalam kondisi segar dan sehat; bibit vegetatif : tumbuhan induk sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, tumbuhan induk belum atau jangan hingga berbuah.
Penyiapan bibit yang dilakukan petani yakni: bibit generatif berasal dari biji yang unggul.Sedangkanbibit vegetatif dengan stek, mempercepat perakaran stek sanggup direndam HORMONIK (1-2 cc/liter) kemudian dibiarkan agak layu gres ditanam.Dan pembibitan dengan kulture jaringan
Penyemaian benih yang harus dilakukan yaknibibit disemai dalam tanah berpasir supaya akar gampang tumbuh,dan daerah penyemaian harus teduh.Selain itu,juga perlu pemeliharaan pembibitan/penyemaian dengan melaksanakan penyiraman setiap hari, dihentikan terlalu basah. Bibit yang buruk disingkirkan.Proses selanjutnya yaitu pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibit stek sekitar umur 1-2 bulan, bibit biji waktunya lama.
Pengolahan lahan dikerjakan pada pertengahan demam isu kemarau supaya pohon pelindung sanggup ditanam, cek kondisi tanah.Bersihkan lahan dari gulma dan dibajak.Bikinlah jalur bedengan, lebar 80-120 cm dan lebar parit 30-50 cm dan lakukan pengapuran bila kondisi tanah terlalu asam.
PENANAMAN
Penanaman di tengah bedengan dengan teladan tanam monokultur.Buatlah lubang tanam akrab tumbuhan penegak berukuran panjang, lebar dan dalam antara 20x15x10 cm, 25x20x12 cm dan 30x25x15 cm.Tanam stek dengan cara memasukkan 3 ruas seluruhnya ke dalam lubang secara mendatar supaya akar tumbuh cepat dan sempurna.Kemudian tutup dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang.Stek bibit penggalan atas yang tidak terbenam dalam tanah diikat pada pohon panjatan dengan ikatan longgar.Waktu tanam stek bibit yang baik pada awal demam isu hujan. Sedangkan stek yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4 - 7 hari
PEMELIHARAAN TANAMAN
Penyulaman : Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 ahad setelah tanam, apabila ada stek yang tumbuh kurang baik, segera disulam.
Penyiangan dan Pembubunan : Penyiangan dilakukan sebulan sekali setelah penanaman hingga pertumbuhan panili tidak kerdil dan terlambat. Pembubunan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur supaya air gampang terserap.
Perempelan : Perempelan bentuk, memotong 15 cm dari tumbuhan yang dilengkungkan dan sisakan 3 cabang terbaik untuk dipelihara supaya terbentuk kerangka tumbuhan berpengaruh dan seimbang
Perempelan produksi, memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang demam isu berbunga dan ketika berbuah untuk merangsang pertumbuhan generatif terutama pertumbuhan bunga dan buah
Perempelan peremajaan, memotong cabang-cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang-cabang yang sakit.
Pemupukan :Tebarkan pupuk makro di sekitar pohon dan timbun dengan tanah lantaran sistem perakaran panili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun yaitu Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCl 14 kg, CaCO3 5 - 10 kg, MgSO4 H2O 2,5 - 5 kg/ha/tahun dan pupuk sangkar 10-20 kg/pohon/tahun. Pemupukan diberikan setahun sekali
Pengairan dan Penyiraman: Tanaman panili tidak tahan terhadap kekeringan sehingga pada demam isu kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah.
Pemberian Mulsa & Pendangiran: Pemberian mulsa sanggup dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pendangiran. Bahan mulsa dari hasil pemangkasan pohon pelindung, tetapi sanggup juga serbuk gergaji yang diletakkan di atas permukaan tanah akrab pohon panili.
Perambatan:Sistem pagar sulur-sulur, tumbuhan panili dibiarkan menjalar pada pagar yang telah dipasang secara horisontal. Pagar daerah menjalarnya panili sanggup dibentuk dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain.
Sistem perambatan penunjang tunggal, tumbuhan panili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.
Pemangkasan Pohon Pelindung :Pohon pelindung sanggup dipakai Glyricidia maculate, lamtoro dan dadap. Pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan supaya tetap teduh, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari.
Pembungaan dan Penyerbukan Panili berbunga setelah berumur 1,5-3 tahun, bunga yang muncul berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian. Mekarnya bunga hanya berlangsung 12 jam, yaitu mulai pukul 24:00 hingga menjelang tengah hari, setelah itu bunga mulai layu dan mati. Oleh lantaran itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08:00 hingga 10:00. Penyerbukan buatan pada prinsipnya yaitu mengangkat/memotong bibir yang membatasi kepala sari dan kepala putik, kemudian benang sari ditekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Tanaman panili pun tak akan lepas dari serangan OPT baik itu hama maupun penyakit sehingga sanggup mengganggu produktivitas tumbuhan panili pada ketika panen.Bila hama dan penyakit ini dibiarkan tanpa ada upaya pengendalian,maka budidaya tumbuhan panili akan merugi.Berikut ini beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tumbuhan panili:
Hama bekicot biasanya menyerang dan merusak batang, bunga dan buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari. Pengendalian: secara manual dengan mengambil dan mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dalam satu lubang.
Hama belalang pedang umumnya merusak/memakan daun muda dan batang panili.
Hama penggerek batang dimana larva hama ini merusak/menggerek batang tumbuhan panili yang mengakibatkan tumbuhan panili lambat laun layu dan mati.
.Hama ulat bulu jambul dan ulat genibiasanya merusak penggalan pucuk, daun, batang dan bunga. Pengendaliannya sanggup memakai fungisida yang dianjurkan
Penyakit bacin akar menjadikan tanda-tanda antara lain akar hitam, tumbuhan menjadi kecoklat-coklatan dan kesannya mati; biasanya terjadi pada ketika produksi tertinggi pertama kali tercapai. Pengendalian: menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, sumbangan kapur secukupnya, dan mengatur kelembaban ,
Penyakit bacin batang disebabkan oleh jamurFusarium batatatis yang memperlihatkan gejala: pada batang terjadi bercak-bercak berwarna hitam yang akan meluas dan melingkar dengan cepat. Batang terjangkit akan keriput, berwarna coklat dan kesannya kering. Pengendalian: mengurangi kelembaban dan drainase yang baik,
Penyakit bacin buah biasanya ditemukan pada buah panili muda dengan menjadikan gejala: muncul bila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah yang berguguran dan bila menyerang tengah buah akan hitam, kering selanjutnya mati
Penyakit bacin pangkal batang ini disebabkan oleh adanya jamur Sclerotium sp. Dengan gejala: pangkal batang tampak berwarna coklat dan kebasah-basahan, penggalan tumbuhan yang diserang dan tanah sekitar terdapat misellium jamur berwarna putih ibarat bulu dengan banyak sclerotium warna coklat. Pengendalian: gunakan bibit bebas bacin pangkal batang dan disebut insektisida yang dianjurkan.
Penyakit bercak coklat pada buah disebabkanoleh cendawan Phytophthora sp. dan menyerang buah panili yang hampir masak. Adapun tanda-tanda yang timbul yakni: bercak-bercak coklat renta dan kesannya busuk. Pengendalian: (1) segera petik buah terjangkit kemudian membakarnya; (2) penyemprotan dengan insektisida yang dianjurkan
Penyakit bercak coklat pada batang umumnya timbul akhir serangan cendawan Nectriavanilla, zimm dengan gejala: batang tampak bercak coklat yang lama-kelamaan menghitam dan melingkar ruas dan mati. Pengendalian: potong dan bakar batang yang terserang.
Penyakit Antraknosa disebabkan adanya jamurCalospora vanillae, Mass. yang memperlihatkan tanda-tanda sbb: batang, daun, buah berwarna coklat muda kekuningan tampak licin dan terlihat terang penggalan terjangkit dan tidak. Pengendalian: Potong dan bakar penggalan terserang, atur kelembaban dan drainase.
Penyakit Karat merah disebabkan olehGanggang Cephaleuros heningsii, Schm. Gejala yang timbulakibat serangan penyakit ini yaitu : bercak pada daun dan terus meluas hingga daun kering selanjutnya mati. Pengendalian: Singkirkan penggalan terjangkit dan atur kelembaban kebun dengan pemangkasan pohon pelindung.
Penyakit pascapanen yang umumnta menyerang panili setelah dipanen : jamurAspergillus, Penicillium, Rhizopus, sp dan Sclerotium, sp. Pengendalian: penanganan pasca panen yang baik.
Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum sanggup mengatasi, sanggup dipakai pestisida kimia yang dianjurkan.
PANEN DAN PASCA PANEN
Proses pemanenan untuk tumbuhan panili yakni pada umur 240 hari (8 bulan) akan menghasilkan panili kering dengan kadar vanillin yang tinggi, kadar bubuk terendah, rendemen tertinggi dan kadar air yang aman.Adapun ciri-ciri panili siap dipanen yaitu warna berubah dari hijau renta mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun melebar hingga ujung buah.Musim panen antara bulan Mei hingga Juli, sekitar 2 - 3 bulan
Sementara itu,cara panen yang terbaik yaitu memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dalam satu tandan yang masih mentah untuk menjaga mutu panili.
Buah dikumpulkan dalam keranjang bambu dan dijaga supaya buah tidak terluka atau cacat dan sortir berdasar ukuran, bentuk, tingkat kemasakan dan buah yang cacat >20 cm
Proses selanjutnya yaitu melaksanakan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dalam buah, mematikan sel-sel buah panili tanpa mengurangi aktifitas dan kadar enzim dalam buah. Proses pelayuan dengan memakai alat perebus yang diisi air ¾ penggalan dengan suhu antara 65-950 C. Lakukan pemeraman dalam kotak khusus yang lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alasnya, utuk pembentukan aroma selama + 48 jam
Kemudian lakukan pengeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dioven dan diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30 % .Proses terakhir pasca panen yakni menempatkan buah panili kering dalam kotak yang dalamnya telah dilapisi kertas koran/karung plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siap dikirim dan dijual.
Dengan melaksanakan perjuangan budidaya tumbuhan panili secara intensif dan memperlakukan hasil produksi pasca panen,maka akan memperoleh panili yang berkualitas baik dan harga yang menggiurkan,sehingga petani akan mengantongi laba besar.Apalagi seruan pasar dunia terhadap komoditi satu ini cukup besar


0 Response to "Budidaya “Emas Hijau” Panili Yang Intensif"
Post a Comment