Buadidaya Durian Montong
Friday, October 18, 2019
Add Comment
Family Bombacaceae
Deskripsi
Durian ini berasal dari Thailand. Tanaman Durian monthong merupakan tumbuhan genjah. Mampu berproduksi pada umur 4-5 tahun semenjak ditanam dengan bibit asal sambung pucuk. Produksi buahnya cukup banyak. Mampu menyesuaikan diri pada aneka macam tempat. Sayangnya, tumbuhan ini tidak memiliki ketahanan terhadap penyakit Phytophthora .sp. Bentuk buah bervariasi, dari lingkaran panjang hingga hampir persegi. Durinya besar dan tersusun jarang. Bobot buahnya bisa mencapai 6 kg. Kulitnya tebal dengan warna hij au. juringnya ada 5. Warna daging buah ada yang kuning emas, ada pula yang krem. Dagingnya sangat tebal dengan rasa cantik legit dan aroma harum sedang.
Manfaat
Buah durian matang, atau tepatnya arilusnya, yang merupakan potongan yang sanggup dimakan, umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar. Di pasar, buah durian ini mengiklankan diri melalui baunya yang keras dan khas. Buah durian sangat disukai orang, sehingga panen padi di Indonesia akan terbengkalai jikalau bertepatan dengan panen buah durian, dan hingga puncak masa panen durian orang-orang masih berangasan besar untuk memakannya. Buah durian diawetkan dengan cara mengeringkan daging buahnya menjadi camilan cantik durian, atau diolah menjadi dodol; sanggup pula difermentasi atau dijadikan asinan. Kini arilus durian juga diciutkan dan dibungkus, kemudian dibekukan untuk memperpanjang penyediaan durian; dengan cara ini buah durian sanggup diterima di pasaran ekspor. Rasa durian lebih disenangi di dalam es krim dan kue-kue. Biji durian yang direbus atau dibakar dimakan sebagai masakan kecil. Pucuk muda dan buahnya yang masih muda sanggup dimasak untuk lalap. Kulit buah yang dikeringkan dipakai sebagai materi bakar, terutama untuk mengasapi ikan. Beberapa potongan pohon durian dimanfaatkan sebagai obat; buah durian dianggap sanggup menyembuhkan kesehatan orang atau binatang yang sakit. Menurut kepercayaan yang umum dianut, orang yang memakan durian dibarengi dengan minuman beralkohol sanggup mengakibatkan sakit atau bahkan mematikan. Kayunya yang kasar dan ringan tidak tahan lama, tetapi sanggup dipakai untuk konstruksi dalam rumah clan perkakas rumah yang murahan.
Syarat Tumbuh
Tanaman durian sanggup tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Namun, produksi terbaiknya dicapai jikalau penanaman dilakukan pada ketinggian 400-600 m di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai tempat yang beriklim berair atau tempat-tempat yang banyak turun hujan. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya yaitu tanah yang lembap, subur, gembur, tak bercadas, dan kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1 m.
Pedoman Budidaya
Di Indonesia, sebagian besar durian masih ditumbuhkan dari benih, walaupun beberapa cara perbanyakan klon telah dipraktekkan pula. Di Filipina, perbanyakan dengan benih telah diganti dengan penyambungan sanding (inarching) dan penyambungan celah (cleft grafting). Di Thailand, pembibitan-pembibitan menghasilkan sejumlah besar 1′pohon durian melalui dua cara. Penyusuan secara tradisional mungkin merupakan penyambungan sanding yang cukup sederhana dan sangat tinggi persentase keberhasilannya; caranya ‘ialah batang bawah yang dipelihara dalam kantung dibuntungi dan disisipkan ke cabang kecil pada tumbuhan induknya. Cara lainnya yakni penyambungan hipokotil, memakai semai dalam pot, berumur 5-6 minggu, yang disambung-celah dengan batang atas-mini yang dipotong dari pucuk lateral yang tipis saja. Perlakuan fungisida, terowongan plastik, dan naungan berat sangat dibutuhkan untuk melindungi jaringan yang masih rapuh. Lima orang pekerja yang berpengalaman sanggup mengerjakan 300 sambungan, dikerjakan dari pukul 8 malam hingga tengah malam ; menghindari panasnya siang hari konon merupakan faktor penting alam mencapai tingkat keberhasilan di atas 90176. Benih durian kv. ‘Chanee’ biasa dipakai di Thailand untuk meningkatkan penyediaan batang bawah. Anakan durian sanggup ditanam di lapangan seteiah berumur 1 tahun, dengan jarak tanam 8-16 m. Pada tahun pertama dibutuhkan naungan. Pada jarak tanam yang lebih rapat, mungkin kebun durian itu perlu penjarangan sesudah 8-1
Pemeliharaan
Gulma dibabat dan dibiarkan sebagai mulsa, tetapi lahan di bawah kanopi pohon diusahakan bebas dari gulma. Penyedotan hara hingga dikala panen berjumlah 2,4 kg N, 0,4 kg P, 4,2 kg K, 0,3 kg Ca, dan 0,5 kg Mg per ton buah, tetapi penyedotan hara total belum pernah diteliti. Praktek di Thailand yakni memperlihatkan pupuk beragam erat dengan garis-tetes segera sesudah muncul kuncup bunga, ditunjang dengan dukungan pupuk di atas tanah jikalau telah ada pembentukan buah yang lebat; dukungan pupuk lainnya dilakukan sesudah panen. Jika tersedia pupuk kandang, sanggup menggantikan dukungan pupuk yang terakhir.
Hama dan Penyakit
Penyakit busuk akar, penyakit busuk pangkal batang, atau kanker-bintik (patch canker), yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora, merupakan pembunuh yang ditakuti. Jamur ini hidup di dalam tanah dan memperlemah pohon dengan cara menginfeksi akar. Infeksi potongan di atas permukaan tanah juga terjadi, barangkali terutama disebabkan oleh cipratan partikel-partikel tanah. Pohon durian akan mati jikalau nanah pada pangkal batang lama-lama melukai keliling batang pohon itu. Untuk memberantas penyakit ini, pangkal batang diusahakan bebas dari tunas-tunas lateral setinggi 1 m atau lebih, lahan sekitar pohon biar bebas dari gulma, dan pengairan hendaknya tidak membasahi pangkal batang atau tanah yang erat situ, juga air penyiraman dari satu pohon tidak membasahi pohon lain. Semacam pasta fungisida (sistemik) dicatkan pada pangkal batang durian, dan pohonnya hendaknya seringkali diperiksa, potongan yang terinfeksi biar dipotong dan bekas lukanya dibersihkan. Penyakit-penyakit lain, ibarat bintik daun yang disebabkan oleh Colletotrichum spp., Homortegia durionir dan Phyllorticta durionir, dan busuk buah (Rhizopus sp.), tidak begitu berarti. Berbagai hama telah diamati menyerang durian, tetapi kerusakannya sepertinya hanya kadang-kadang. Suatu ulat pengebor buah, Hypoperigea (Plagideicta) lepro.rtricta, memakan biji durian, dan sepertinya lebih sering terjadi. Mamalia, ibarat tikus, babi hutan, dan beruang, bahagia sekali memakan buah durian, dan buahbuah yang berjatuhan harus dikumpulkan setiap pagi biar mengurangi kerugian.
Panen dan Pasca Panen
Panen Pohon durian tumbuh sangat tinggi, dan lantaran sulit menduga matangnya buah, praktek yang umum dilakukan yakni menunggu hingga buah itu berjatuhan. Pemanenan secara selektif itu perlu, dan pemetik yang berpengalaman memakai aneka macam kriteria untuk menaksir kematangan buah durian. Diawali dari jumlah hari yang telah dilewati semenjak bunga mekar, mereka juga mungkin memperhatikan warna, elastisitas dan letaknya duri, intensitas anyir yang keluar dari buah, bunyi yang terdengar jikalau jari-jari dijentikkan pada alur-alur di antara duri, perubahan pada tangkai buah, dan uji-apung di air. Penanganan pasca panen Berkat kulitnya yang kuat, pengangkutan buah durian dipermudah, tetapi adanya duri-duri itu menyulitkan penanganannya; buah ini perlu dipegang tangkainya. Buah yang telah pecah sewaktu jatuh ke tanah, cepat sekali rusak, arilusnya menjadi tengik dalam waktu 36 jam saja. Buah yang masih bertangkai, yang dipungut dari bawah pohonnya masih sanggup dimakan sesudah 2-3 hari, tetapi jikalau daya tahan buah yang telah dipungut itu sanggup diperpanjang sekitar 1 ahad lagi, hal ini akan merupakan laba yang besar. Buah durian harus segera diangkut ke pasar, diwadahi karung, keranjang bambu atau ditumpuk saja dalam kolam truk. Ruang pendingin bersuhu 15° C sanggup memperpanjang daya tahan, buah durian selama 3 minggu, dan daging buah yang dibekukan secara cepat akan sanggup mempertahankan rasanya selama 3 bulan atau lebih:
0 Response to "Buadidaya Durian Montong"
Post a Comment