Cara Bertanam Pare Chu Mi
Friday, October 25, 2019
Add Comment
Pare Chu Mi disebut juga pare Taiwan, buahnya besar berwarna putih kekuningan, kulit tidak rata tapi halus dan rasa pahitnya hampir tidak ada. Berat buahnya sanggup mencaopai 1,5 kg per buah, atau tiga hingga empat kali lipat Pare biasa. Bertanam pare tidak sulit, perlu disemai lebih dulu. Cari polybg atau kantong plastic yang dilubangi kepingan bawahnya ukuran 20 x 25 cm, isilah dengan gabungan antara tanah, kompos dan pasir, dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Masukkan biji pare masing-masing polybag 1 biji, tutup dengan tanah dan disiram setiap hari.
Lahan yang akan ditanami dicangkul dulu, biar gembur, kemudian dibentuk bedengan kurang lebih 2,5 x 10 M atau menyesuaikan dengan kondisi lahan. Antara bedengan satu dengan yang lain diberi jarak 75 cm dengan kedalaman 30 Cm. Dalam bedengan dibentuk lubang-lubang calon tanaman dengan jarak 250 x 75 Cm dengan ukuran lubang 40 x 40 x 40 Cm.
Setelah lubang dibiarkan kurang lebih 3 hari, lubang diisi dengan pupuk dasar, yang terdiri dari 1 kaleng kompos atau pupuk kandang, 2 sendok makan TSP dan 1 sendok makan ZK.
Bibit yang ditanam, dipilih yang sudah berdaun 3 helai, nampak subur dan sehat,. Bibit dilepas dari plastiknya, dimasukkan dalam lubang tanam kemudian ditimbun tanah secukupnya, kemudian disiram sehari 2 kali apabila tidak ada hujan.
Setelah tanaman umur 2-3 ahad perlu dibentuk rambatan. Tiang rambatan ditanam dengan jarak 0,5 M di sepanjang bedengan. Antara tiang yang satu dengan tiang lainnya diberi kayu-kayu atau bambu-bambu untuk rambatan. Bambu atau kayu tadi dipasang horizontal dengan jarak 0,25 M.
Pemupukan susulan diberikan setiap 2 ahad sekali sehabis tanam, hingga tanaman umur 4 bulan. Pupuk susulan terdiri dari TSP dan ZK dengan ukuran setengah dari pupuk dasar dalam setiap kali memupuk.
Perawatan selanjutnya yang penting yaitu penyiangan dan pemangkasan. Penyiangan terutama membersihkan dari tanaman pengganggu, sedangkan pemangkasan dilaksanakan sehabis tanaman sepanjang 3 – 4 M. Tunas-tunas yang tumbuh diatas batang sepanjang 3-4 M perlu dipangkas sebab kurang produktif. Batang pokok dibiarkan tumbuh lurus ke atas, sedangkan tunas yang tumbuh ke samping diatur dirambatkan ke kiri dan kanan sehingga memenuhi bidang rambatan.
Pada umur 1,5 bulan tanaman sudah mulai berbunga, tidak usang kemudian tumbuh buah muda, ketika ini kita mulai mempersiapkan kertas ata plastic untuk membungkus buah biar tidak diserang lalat buah. Pembungkus ini kepingan bawah tetap terbuka untuk menjaga peredaran udara supaya tidak busuk.
Hama Pare yang sering mengganggu yaitu Ulat dan Kutu daun, dan hama ini sanggup ditanggulangi dengan menyeprotkan inesktisida contohnya Diazinon atau lainnya sesuai dengan petunjuk penggunaannya.
Mulai tanaman umur 2,5 bulan buah-buah sudah sanggup dipetik hingga kurang lebih umur 6 bulan. Pemetikan dilaksanakan setiap 3-6 hari sekali, jangan hingga renta benar biar lezat dijadikan sayur. Biasanya setiap batang sanggup menghasilkan 10 kg buah dengan berat 0,5 – 1 kg per buah.
Apabila buah Pare akan dijadikan benih, harus dipertahankan di batang hingga renta benar, warna kulitnya sudah kuning, apabila dibelah biji-bijinya berwana kemerahan, per buah kurang lebih ada 25-45 biji. Biji-biji diambil, diangin-anginkan, dicampur dengan bubuk dapur kemudian disimpan dalam kaleng atau botol.
0 Response to "Cara Bertanam Pare Chu Mi"
Post a Comment