Cara Budidaya Udang Windu
Sunday, December 15, 2019
Add Comment
| tipspetani : cara berternak udang windu |
cara berternak udang windu sanggup dilakukan dengan cara sebagai berikut :
penyiapan sarana serta peralatan
syarat konstruksi tambak berdasarkan cara berternak udang windu :
1 ) tahan terhadap damparan ombak besar, tornado serta banjir. jarak minimum pertambakan dari pantai yakni 50 meter atau minimum 50 meter dari bantara sungai.
2 ) lingkungan tambak beserta airnya kudu cukup baik buat kehidupan udang hingga sanggup tumbuh normal semenjak ditebarkan hingga dipanen.
3 ) tanggul kudu padat serta besar lengan berkuasa tidak bocor atau merembes serta tahan terhadap pengikisan air.
4 ) design tambak kudu sesuai serta gampang buat operasi sehari-hari, hingga menghemat tenaga.
5 ) cocok dengan daya dukung area yang ada.
6 ) melindungi kebersihan serta kesehatan hasil produksinya.
7 ) susukan pemasuk air terpisah dengan pembuangan air. teknik pembuatan tambak dibagi di dalam tiga sistem yang cocok dengan letak, biaya, serta operasi pelaksanaannya, yaitu tambak ekstensif, semi intensif, serta intensif.
tambak ekstensif atau tradisional menurut
a ) dibangun di area pakai surut, yang umumnya berupa rawa-rawa bakau, atau rawa-rawa pakai surut bersemak serta rerumputan.
b ) wujud serta ukuran petakan tambak tidak teratur.
c ) luasnya pada 3-10 ha per petak.
d ) tiap-tiap petak mempunyai susukan keliling ( caren ) yang lebarnya 5-10 m di sepanjang keliling petakan sebelah di dalam. di cuilan masih juga dibikin caren dari sudut ke sudut ( diagonal ). kedalaman caren 30-50 cm lebih di dalam dari cuilan sekitarnya yang disebut pelataran. cuilan pelataran hanya sanggup diisi sedalam 30-40 cm saja.
e ) di masih petakan dibikin petakan yang lebih kecil serta dangkal buat mengipur nener yang gres tiba selama 1 bln..
f ) delain itu ada kian lebih satu type tambak tradisional, contohnya type corong serta type taman yang dikembangkan di sidoarjo, jawa timur.
g ) pada tambak ini tidak ada pemupukan.
tambak semi intensif
a ) wujud petakan umumnya empat persegi panjang dengan luas 1-3 ha/petakan.
b ) setiap petakan mempunyai pintu pemasukan ( inlet ) serta pintu pengeluaran ( outlet ) yang terpisah buat keperluan penggantian air, penyiapan kolam sebelum akan ditebari benih, serta pemanenan.
c ) satu caren diagonal dengan lebar 5-10 m menyerong dari pintu ( pipa ) inlet ke arah pintu ( pipa ) outlet. basic caren miring ke arah outlet buat meringankan pengeringan air serta pengumpulan udang pada waktu panen.
d ) kedalaman caren selisih 30-50 cm dari pelataran.
e ) kedalaman air di pelataran hanya 40-50 cm.
f ) ada juga petani tambak yang buat caren di lebih kurang pelataran.
tambak intensif
a ) petakan berukuan 0, 2-0, 5 ha/petak, supaya pengelolaan air serta pengawasannya lebih mudah.
b ) kolam/petak pemeliharaan sanggup dibikin dari beton seluruhnya atau dari tanah layaknya biasa. atau dinding dari tembok, tetapi basic masih tanah.
c ) umumnya berbentuk bujur sangkar dengan pintu pembuangan didalam serta pintu panen type monik di pematang susukan buangan. bentuk serta konstruksinya mirip tambak semi intensif bujur sangkar.
d ) lantai basic dipadatkan hingga keras, dilapisi oleh pasir/kerikil. tanggul biasanya dari tembok, masih air maritim serta air tawar dikombinasi di dalam kolam pencampur sebelum akan masuk di dalam tambak.
e ) ppipa pembuangan air hujan atau kotoran yang terbawa angin, dipasang mati di sudut petak.
f ) diberi aerasi buat menambah kandungan o2 di dalam air.
g ) penggantian air yang amat sering dimungkinkan oleh penggunaan pompa.
adapun prasarana yang dibutuhkan di dalam budidaya udang tambak mencakup :
petakan tambak
a ) baiknya dibikin di dalam bentuk unit. setiap satu unit tambak pengairannya tiba dari satu pintu besar, yaitu pintu air utama atau laban. satu unit tambak terdiri dari tiga macam petakan : petak pendederan, petak glondongan ( buyaran ) serta petak pembesaran dengan perbandingan luas 1 :9 :90.
b ) tak hanya itu, juga ada petakan pembagi air, yang yaitu cuilan yang terdalam. dari petak pembagi, masing-masing petakan terima cuilan air buat pengisiannya. setiap petakan kudu mempunyai pintu air sendiri, yang diberi nama pintu petakan, pintu sekunder, atau tokoan. petakan yang berbentuk layaknya susukan disebut juga susukan pembagi air.
c ) tiap-tiap petakan terdiri dari caren serta pelataran.
pematang/tanggul
a ) ada dua macam pematang, yaitu pematang utama serta pematang pada.
b ) pematang utama yaitu pematang keliling unit, yang menciptakan proteksi unit yang terkait dari pengaruh luar. tingginya 0, 5 m di atas permukaan air pakai sangat tinggi. lebar cuilan atasnya kurang lebih 2 m. cuilan luar dibikin miring dengan kemiringan 1 :1, 5. tetapi buat cuilan pematang cuilan di dalam kemiringannya 1 :1.
c ) pematang pada yaitu pematang yang membatasi petakan yang satu dengan yang lain di dalam satu unit.
d ) ukurannya bergantung keadaan setempat, contohnya : tinggi 1-2 m, lebar cuilan atas 0, 5-1, 5. sisi-sisinya dibikin miring dengan kemiringan 1 :1. pematang dibikin menggali susukan keliling yang jaraknya dari pematang 1 m. jarak tersebut biasa disebut berm.
saluran serta pintu air
a ) susukan air kudu cukup lebar serta di dalam, bergantung keadaan setempat, lebarnya berkisar pada 3-10 m serta dalamnya seandainya amat barangkali sejajar dengan permukaan air surut terrendah. sepanjang tepiannya ditanami pohon bakau lantas pelindung.
b ) ada dua macam pintu air, yaitu pintu air utama ( laban ) serta pintu air sekunder ( tokoan/pintu air petakan ).
c ) pintu air bertindak lantas susukan keluar masuknya air dari serta ke di dalam tambak yang terhitung di dalam satu unit.
d ) lebar verbal pintu utama pada 0, 8-1, 2 m, tinggi serta panjang cocok dengan tinggi serta lebar pematang. dasarnya lebih rendah dari basic susukan keliling, serta sejajar dengan basic susukan pemasukan air.
e ) materi pembuatannya salah satunya : pasangan semen, atau materi kayu ( kayu besi, kayu jati, kayu kelapa, kayu siwalan, dan sebagainya )
f )setiap pintu dilengkapi dengan dua formasi papan epilog serta salah satunya diisi tanah yang disebut lemahan.
g )pintu air dilengkapi dengan saringan, yaitu saringan luar yang menghadap ke susukan air serta saringan di dalam yang menghadap ke petakan tambak. saringan terbuat dari kere bambu, serta buat saringan di dalam dilapisi plastik atau ijuk.
pelindung :
a ) jadi materi pelindung pada pemeliharaan udang di tambak, sanggup dipasang rumpon yang terbuat dari ranting kayu atau dari daun-daun kelapa kering. pohon peneduh di sepanjang pematang juga sanggup digunakan lantas pelindung.
b ) rumpon dipasang dengan jarak 6-15 m di tambak. rumpon bertindak juga buat menghindar hanyutnya kelekap atau lumut, hingga menumpuk pada diantara sudut karena tiupan angin.
pemasangan kincir :
a ) kincir biasanya dipasang setelah pemeliharaan 1, 5-2 bln., karena udang sudah cukup besar lengan berkuasa terhadap pengadukan air.
b ) kincir dipasang 3-4 unit/ha. daya kelarutan o2 ke di dalam air dengan pemutaran kincir itu menggapai 75-90%.
pembibitan
menyiapkan benih ( benur )
benur/benih udang sanggup didapat dari area pembenihan ( hatchery ) atau dari alam. di alam ada dua macam golongan benih udang windu ( benur ) berdasarkan ukurannya, yaitu :
a ) benih yang masih halus, yang disebut post larva.
ada tepidi tepi-tepi pantai. hidupnya berupa pelagis, yaitu berenang erat permukaan air. warnanya coklat kemerahan. panjang 9-15 mm. cucuk kepala lurus atau sedikit melengkung layaknya aksara s dengan bentuk keseluruhan layaknya jet. ekornya membentang layaknya kipas.
b ) benih yang sudah besar atau benih garang yang disebut juvenil.
biasanya telah memasuki muara sungai atau terusan. hidupnya berupa benthis, yaitu suka berdiam erat basic perairan atau kadang kala menempel pada benda yang terendam air. sungutnya berbelang-belang selangseling coklat serta putih atau putih serta hijau kebiruan. badannya berwarna biru kehijauan atau kecoklatan hingga kehitaman. pangkal kaki renang berbelang-belang kuning biru.
langkah penangkapan benur :
a ) benih yang halus ditangkap menggunakan alat belabar serta seser.
- belabar yakni rangkaian memanjang dari ikatan-ikatan daun pisang kering, rumput-rumputan, merang, ataupun beberapa materi yang lain.
- acara penangkapan ditangani apabila air pakai.
- belabar dipasang tegak lurus pantai, dikaitkan pada dua buah patok, hingga terayun-ayun di permukaan air pakai.
- atau hanya diikatkan pada patok di diantara ujungnya, masih ujung yang lain ditarik oleh si penyeser sambil dilingkarkan mendekati ujung yang terikat. setelah lingkaran cukup kecil, penyeseran ditangani di kurang lebih belabar.
b ) benih garang ditangkapi dengan alat seser juga dengan langkah selekasnya diseser atau dengan alat bantu rumpon-rumpon yang dibikin dari ranting pohon yang ditancapkan ke basic perairan. penyeseran ditangani di kurang lebih rumpon.
pembenihan dengan alami ditangani dengan langkah mengalirkan air maritim ke di dalam tambak. biasanya ditangani oleh petambak tradisional.
benih udang/benur yang didapat dari pembibitan sebaiknya benur yang bermutu baik. adapun sifat serta ciri benur yang bermutu baik yang didapat dari area pembibitan yakni :
a )umur serta ukuran benur kudu seragam.
b ) apabila dikejutkan benur sehat akan melentik.
c ) benur berwarna tidak pucat.
d ) tubuh benur tidak bengkok serta tidak cacat.
perlakuan serta perawatan benih
a )langkah pemeliharaan dengan sistem kolam terpisah pemeliharaan larva yang baik yakni dengan sistem kolam terpisah, yaitu kolam diatomae, kolam induk, serta kolam larva dipisahkan.
- kolam diatomae
diatomae buat masakan larva udang yang yaitu hasil pemupukan yakni spesies chaetoceros, skeletonema serta tetraselmis di dalam kolam volume 1000-2000 liter.
spesies diatomae yang agak besar diberikan pada larva periode mysis, walau lebih bahagia zooplankton.
- kolam induk
kolam yang berukuran 500 liter ini diisi induk udang mempunyai kandungan telur yang diperoleh dari laut/nelayan. telur biasanya keluar pada malam hari. telur yang sudah dibuahi serta sudah menetas lantas nauplius, dipindahkan.
- kolam larva
kolam larva berukuran 2. 000-80. 000 liter. artemia/zooplankton diambil dari kolam diatomae serta diberikan pada larva udang mysis serta post larva ( pl5-pl6 ).
artemia kering serta udang kering diberikan pada larva periode zoa hingga ( pl6 ). larva periode pl5-pl6 dipindah ke petak buyaran dengan kepadatan 32-1000 ekor/m2, yang setiap kalidiberi makan artemia atau masakan buatan, kemudian pl20-pl30 benur sanggup dijual atau ditebar ke di dalam tambak.
b ) langkah pengipukan/pendederan benur di petak pengipukan
- petak pendederan benur yaitu sebagian dari petak pembesaran udang ( ± 10% dari luas petak pembesaran ) yang terletak di diantara sudutnya dengan kedalaman 30-50 cm, suhu 26-31derajat c serta kandungan garam 5-25 permil.
- petak terbuat dari daun kelapa atau daun nipah, biar benur yang masih lemah terlindung dari terik matahari atau hujan.
- benih yang gres datang, diaklitimasikan dulu. benih dimasukkan di dalam kolam plastik atau kolam kayu yang diisi air yang kandungan garam serta suhunya hampir sama saja dengan keadaan selama pengangkutan. kemudian dengan berangsur-angsur air tersebut dikeluarkan serta diganti dengan
air dari petak pendederan.
- kepadatan pada petak ini 1000-3000 ekor. pakan yang diperoleh berupa adonan telur ayam rebus serta daging udang atau ikan yang dihaluskan.
- pakan perhiasan berupa pellet udang yang dihaluskan. pertolongan pelet ditangani sebanyak 10-20 % kali jumlah berat benih udang /hari serta diberikan pada sore hari. berat benih halus ± 0, 003 gram serta berat benih garang ± 0, 5-0, 8 g.
- pellet sanggup terbuat dari tepung rebon 40%, dedak halus 20 %, bungkil kelapa 20 %, serta tepung kanji 20%.
- pakan yang dibutuhkan : secangkir pakan buat petak pengipukan /pendederan seluas 100 m2 atau buat 100. 000 ekor benur serta diberikan 3-4 kali 1 hari.
c ) langkah pengipukan di dalam hapa
- hapa yakni kotak yang dibikin dari jaring nilon dengan mata jaring 3-5 mm biar benur tidak sanggup lolos.
- hapa dipasang terendam serta tidak menyentuh basic tambak di dalam petak-petak tambak yang pergantian airnya gampang ditangani, dengan langkah mengikatnya pada tiang-tiang yang ditancamkan di basic petak tambak itu. kian lebih satu buah hapa sanggup dipasang berderet-deret pada satu petak tambak.
- ukuran hapa sanggup sesuai dengan kehendak, contohnya panjang 4- 6 m, lebar 1-1, 5 m, tinggi 0, 5-1 m.
- kepadatan benur di dalam hapa 500-1000 ekor/m2.
- pakan benur sanggup berbentuk kelekap atau lumut-lumut dari petakan tambak di sekitarnya. sanggup juga diberi pakan buatan berupa pelet udang yang dihancurkan dulu lantas serbuk.
- usang pemeliharaan benur di dalam ipukan 2-4 minggu, hingga panjangnya 3-5 cm dengan persentase hidup 70-90%.
- jaring lantas dinding hapa kudu dibersihkan 1 ahad sekali.
- hapa amat berkhasiat untuk petani tambak, yaitu buat area aklitimasi benur, atau setiap waktu dipergunakan menyimpan ikan atau udang yang dikehendaki biar terus hidup.
d ) langkah pengangkutan :
pengangkutan menggunakan kantong plastik :
- kantong plastik yang berukuran panjang 40 cm, lebar 35 cm, serta tidak tidak tebal 0, 008 mm, diisi air 1/3 cuilan serta diisi benih 1000 ekor.
- kantong plastik diberi zat asam hingga menggelembung serta diikat dengan tali.
- kantong plastik tersebut dimasukkan di dalam kotak kardus yang diberi styrofore foam lantas penahan panas serta kantong plastik kecil yang diisi pecahan-pecahan es kecil yang jumlahnya 10% dari berat airnya.
- benih sanggup diangkut pada suhu 27-30 derajat c selama 10 jam perjalanan dengan angka maut 10-20%.
pengangkutan menggunakan jerigen plastik :
- jerigen yang digunakan yang berukuran 20 liter.
- jerigen diisi air 1/2 bagiannya serta sebagian lagi diisi zat asam bertekanan lebih.
- jumlah benih yang sanggup diangkut pada 500-700 ekor/liter. selama 6- 8 jam perjalanan, angka kematiannya kurang lebih 6%.
- didalam perjalanan jerigen kudu ditidurkan, biar permukaannya lantas luas, hingga benurnya tidak bertumpuk.
- untuk turunkan suhunya sanggup menggunakan es batu.
e ) waktu penebaran benur
sebaiknya benur ditebar di tambak pada waktu yang teduh.
3. pemeliharaan pembesaran
pemupukan
pemupukan mempunyai tujuan buat mendorong perubahan masakan alami, yaitu : kelekap, lumut, plankton, serta bentos.
langkah pemupukan :
a ) untuk perubahan kelekap
-tanah yang sudah rata serta dikeringkan ditaburi dengan dedak garang sebanyak 500 kg/ha.
- lantas ditaburi pupuk sangkar ( kotoran ayam, kerbau, kuda, dan sebagainya ), atau pupuk kompos sebanyak 1000 kg/ha.
- tambak diairi hingga 5-10 cm, dibiarkan tergenang serta menguap hingga kering.
- seterusnya tambak diairi lagi hingga 5-10 cm, serta ditaburi pupuk sangkar atau pupuk kompos sebanyak 1000 kg/ha.
- pada dikala itu ditambahkan juga pupuk anorganik, yaitu urea 75 kg/ha serta tsp ( triple super phosphate ) 75 kg/ha.
- setelah 5 hari lalu, kelekap mulai tumbuh. air sanggup ditinggikan lagi dengan berangsur-angsur, hingga dalamnya 40 cm di atas pelataran. serta benih udang sanggup dilepaskan.
- sepanjang pemeliharaan, diadakan pemupukan susulan sebanyak 1-2 kali 1 bln. menggunakan urea 10-25 kg/ha serta tsp 5-15 kg/ha.
b ) untuk perubahan lumut
tanah yang telah dikeringkan, diisi air buat melembabkannya, kemudian ditanami bibit lumut yang ditancapkan ke di dalam lumpur.
- air dimasukkan hingga setinggi 20 cm, kemudian dipupuk dengan urea 14 kg/ha serta tsp 8 kg/ha.
- air ditinggikan hingga 40 cm setelah 1 minggu.
- mulai ahad ke-2, setiap 1 ahad dipupuk lagi dengan urea serta tsp, masing-masing 10 dosis pada awalnya.
- lumut yang kurang pupuk akan berwarna kekuningan, tetapi yang dipupuk akan berwarna hijau rumput yang segar. lumut yang amat lebat akan beresiko untuk udang, oleh karena itu lumut hanya digunakan buat pemeliharaan udang yang dikombinasi dengan ikan yang lain.
untuk perkembangan diatomae
-jumlah pupuk nitrogen ( n ) serta pupuk fosfor ( p ) inginkan perbandingan kurang lebih 30 :1. apabila perbandingannya mendekati 1 :1, yang tumbuh yakni dinoflagellata.
- jadi sumber n, pupuk mempunyai kandungan nitrat makin baik daripada pupuk mempunyai kandungan amonium, karena sanggup terlarut lebih usang di dalam air.
- misal pupuk :
* urea-co( nh2 )2 : prosentase n=46, 6.
* amonium sulfat-za-( nh4 )2so4 : prosentase n=21.
* amonium chlorida-nh4cl : prosentase n=25
* amonium nitrat-nh4no3 : prosentase n=37
* kalsium nitrat-ca( no3 )2 : prosentase n=17
* double superphosphate-ca( h2po4 ) : prosentase p=26
* triple superphosphate-p2o5 : prosentase p=39
- pemupukan diulangi sebanyak berapakah kali, sedikit untuk sedikit setiap 7-10 hari sekali.
-pemupukan pertama, digunakan 0, 95 ppm n serta 0, 11 ppm p. apabila luas tambak 1 ha serta tinggi air rata-rata 60 cm, membutuhkan 75-150 kg pupuk urea serta 25-50 kg tsp.
- perkembangan plankton diamati dengan secci disc. perubahan cukup seandainya pada kedalaman 30 cm, secci disc sudah tampak.
- dosis pupuk dikurangi seandainya secci disc tidak terlihat pada kedalaman 25 cm. tetapi apabila secci disc tidak tampak pada kedalaman 35 cm, lantas dosis pupuk perlu ditambah.
pemberian pakan
masakan buat tiap-tiap periode kehidupan udang berbeda-beda. masakan udang yang sanggup digunakan di dalam budidaya terdiri dari :
a )makanan alami :
- burayak tingkat mysis, makanannya plankton hewani, protozoa, rotifera, ( branchionus ), anak tritip ( balanus ), anak kutu air ( copepoda ), dan sebagainya.
- burayak tingkat post larva ( pl ), serta udang muda ( juvenil ), tidak cuma masakan di atas juga makan diatomaee serta cyanophyceae yang tumbuh di basic perairan ( bentos ), anak tiram, anak tritip, anak udanngudangan ( crustacea ) selainnya, cacing annelida dan juga detritus ( sisa binatang serta flora yang membususk ).
- udang dewasa, makanannya daging binatang lunak atau mollusca ( kerang, tiram, siput ), cacing annelida, yaitut cacing pollychaeta, udang-udangan, anak serangga ( chironomus ), dan sebagainya.
- didalam perjuangan budidaya, udang sanggup makan masakan alami yang tumbuh di tambak, yaitu kelekap, lumut, plankton, serta bentos.
b ) masakan tambahan
masakan perhiasan biasanya dibutuhkan setelah waktu pemeliharaan 3 bln.. masakan perhiasan tersebut sanggup berbentuk :
-dedak halus dikombinasi cincangan ikan rucah.
- dedak halus dikombinasi cincangan ikan rucah, ketam, siput, serta udangudangan.
- kulit kerbau atau sisa pemotongan ternak yang lain. kulit kerbau dipotong-potong 2, 5 cm2, kemudian ditusuk sate.
- sisa-sisa pemotongan katak.
-bekicot yang telah dipecahkan kulitnya.
- masakan anak ayam.
- daging kerang serta remis.
- trisipan dari tambak yang dikumpulkan serta dipech kulitnya.
c ) masakan buatan ( pelet ) :
-tepung kepala udang atau tepung ikan 20 %.
-dedak halus 40 %.
- tepung bungkil kelapa 20 %.
- tepung kanji 19 %.
- pfizer premix a atau azuamix 1 %.
langkah pembuatan :
-tepung kanji diencerkan dengan air secukupnya, lantas dipanaskan hingga mengental.
-beberapa materi yang dicampurkan dengan kanji diaduk-aduk serta diremas-remas hingga merata.
- setelah merata, dibuat bulat-bulat serta digiling dengan alat penggiling daging. hasil gilingan dijemur hingga kering, kemudian diremas-remas hingga patah-patah sepanjang rata-rata 1-2 cm.
dosis ransum udang serta langkah pertolongan pakan :
a )udang diberi pakan 4-6 x 1 hari sedikit untuk sedikit.
b ) jumlah pakan yang diperoleh pada benur 15-20% dari berat tubuhnya /hari.
c ) jumlah pakan udang sampaumur kurang lebih 5-10% berat tubuhnya/ hari.
d ) pertolongan pakan ditangani pada sore hari makin baik.
pemeliharaan kolam/tambak
a )penggantian air. pembuangan air sebaiknya melalui cuilan bawah, karena cuilan ini yang kondisinya amat jelek. tetapi apabila air tambak tertutup air hujan yang tawar, pembuangannya me
b ) pengadukan dengan mekanis ( belum biasa ditangani ). dengan pengadukan, air sanggup menerima perhiasan zat asam, atau tercampurnya air asin serta air tawar. pengadukan sanggup menggunakan mesin pengaduk, mesin bahtera tempel, atau kincir angin.
c ) menambahkan materi kimia ( belum biasa ditangani ). kekurangan zat asam, sanggup ditambah dengan kalium permanganat ( pk/kmno4 ). dosis 5-10 ppm ( 5-10 gram/1 ton air ), masih belum sanggup membunuh udang. kapur bakar sebanyak 200 kg/ha sanggup juga buat menangani o2.
d ) menambahkan volume air. seandainya suhu air tinggi, menambahkan jumlah volume air sanggup dikurangi. perlu diberi pelindung.
e ) menghentikan pemupukan serta pertolongan pakan. pemupukan serta pertolongan pakan tidak boleh apabila udang tampak menderita serta tambak di dalam kondisi jelek.
f ) singkirkan ikan serta ganggang yang mati menggunakan alat penyerok.
g ) menambahkan pertolongan pakan. udang diberi perhiasan pakan apabila perlihatkan gejala kekurangan makan, hingga perubahan masakan alami normal kembali.
perbaikan teknis yang dibutuhkan :
a )perbaikan susukan irigasi tambak buat sangat mungkin petakan-petakan tambak memperoleh air yang cukup mutu serta dan kuantitasnya, selama hidup pemeliharaan.
b ) pompanisasi, untuk tambak-tambak di area yang perbedaan pakai surutnya rendah ( kurang dari 1 m ), yang setiap waktu dibutuhkan pergantian air ke di dalam atau keluar tambak.
c ) perbaikan konstruksi tambak, yang mencakup konstruksi tanggul, pintu air saringan masuk ke di dalam tambak biar tambak tidak gampang bocor, serta tanggul tidak longsor.
d ) perbaikan administrasi budidaya yang mencakup : langkah pemupukan, padat penebaran yang maksimal, pertolongan pakan, langkah pengelolaan air serta langkah pemantauan terhadap perubahan serta kesehatan udang.
p a n e n
udang yang siap panen yakni udang yang telah berumur 5-6 bln. waktu pemeliharaan. dengan syarat mutu yang baik, yaitu :
1 ) ukurannya besar
2 ) kulitnya keras, bersih, licin, bersinar serta tubuh tidak cacat
3 ) masih di dalam keadaan hidup serta segar.
penangkapan
penangkapan sebagian
a. menggunakan prayang, yang terbuat dari bambu, yang terdiri dari dua bagian, yaitu kere lantas pengarah serta perangkap berbentuk jantung lantas area jebakan. prayang dipasang tepidi tepi tambak, dengan kerenya melintang tegak lurus pematang serta perangkapnya ada di ujung kere. pemasangan prayang ditangani malam hari pada waktu ada pakai besar serta di atasnya diberi lampu buat menarik perhatian udang. lubang prayang dibikin 4 cm, hingga yang terjerat hanya udang besar saja. pada lubang verbal dipasang tali nilon atau kawat yang melintang dengan jarak masing-masing kurang lebih 4 cm.
b. menggunakan jala lempar. penangkapan ditangani malam hari. air tambak dikurangi sebagian buat meringankan penangkapan. penangkapan ditangani dengan masuk ke di dalam tambak. penangkapan dengan jala sanggup dikerjakan apabila ukuran udang di dalam tambak tersebut seragam.
c. menggunakan tangan kosong. ditangani pada siang hari, karena udang biasanya berdiam diri di dalam lumpur.
2. penangkapan total
a. penangkapan total sanggup dikerjakan mengeringkan tambak.
pengeringan tambak sanggup dikerjakan dengan pompa air atau apabila tidak
ada kudu mencermati pakai surut air laut. malam/dini hari
menyongsong penangkapan, air dikeluarkan dari petak tambak perlahanlahan
waktu air surut. pada tambak semi intensif, air disurutkan sampai
caren, hingga kedalaman air 10-20 cm.
b. menggunakan seser besar yang mulutnya direndam di lumpur
basic tambak/caren, lantas didorong sambil mengangkatnya jika
diperkirakan sudah banyak udang yang masuk di dalam seser. serta langkah
tersebut ditangani berulang-ulang.
c. menggunakan jala, biasanya ditangani banyak orang.
d. menggunakan kerei atau jaring yang lebarnya sesuai dengan
lebar caren. lumpur basic area udang bersembunyi didorong beramairamai
oleh sebagian orang yang memegangi kerei atau jaring itu, menuju
ke depan pintu air. di depan pintu air udang dicegat dengan kerei selainnya.
udang terkumpul di kubangan erat pintu ai, hingga dengan mudah
ditangkap.
e. dengan meletakkan jaring penadah yang cukup luas atau panjang di
susukan pembuangan air. pintu air dibuka serta diatur biar air mengalir
perlaha-lahan, hingga udang sedikit tertinggal bersembunyi
di dalam lumpur. udang akan keluar bersamaan air serta tertadah di dalam jaring
yang terpasang serta dengan gampang ditangkapi dengan seser.
f. menggunakan jaring ( trawl ) listrik. jaring ini berbentuk dua buah
kerucut. tubuh kantung mempunyai bukaan persegi panjang. mulut
kantung yang di bawah di pakai pemberat biar sanggup karam di
lumpur. cuilan atas verbal jaring diberi pelampung biar mengambang di
permukaan air. cuilan bibir bawah verbal jaring dipasang kawat yang
sanggup dialiri listrik berkekuatan 3-12 volt. listrik yang mengaliri kawat di
basic verbal jaring akan mengejutkan udang yang terkena, lantas udang
akan meloncat serta masuk ke di dalam jaring.
pembersihan
udang yang telah ditangkap dikumpulkan serta dibersihkan hingga bersih. kemudian udang ditimbang serta dipilih berdasarkan mutu ukuran yang sama serta tidak cacat.
Penelusuran yang terkait dengan cara berternak udang windu yakni : cara ternak udang windu, makalah ternak udang windu, jual udang windu, mencari udang windu, agraris udang windu. budidaya udang galah, penternakan udang galah, cara budidaya udang windu, , buku cara berternak udang windu, CD cara berternak udang windu, cara berternak udang windu di indonesia, cara berternak udang windu yang benar, cara berternak udang windu di tambak, cara berternak udang windu di kolam, cara berternak udang windu di pesisir, cara berternak udang windu di keramba.
0 Response to "Cara Budidaya Udang Windu"
Post a Comment