Info Ihwal Kesuburan Tanah
Monday, December 2, 2019
Add Comment
INFO TENTANG KESUBURAN TANAH

Tanpa disadari selama ini sebagian besar pelaku tani di Indonesia hanya mementingkan kesuburan yang bersifat kimia saja, yaitu dengan memperlihatkan pupuk anorganik menyerupai : urea, TSP/SP36, KCL dan NPK secara terus menerus dengan takaran yang berlebihan.
Dalam mendukung kehidupan tanaman, tanah mempunyai empat fungsi utama yaitu :
1. Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran
2. Menyediakan air dan sebagai tempat penampung (reservoir) air
3. Menyediakan udara untuk respirasi (pernafasan) akar
4. Sebagai media tumbuhan tanaman
Berdasarkan unsur penyusunannya, tanah dibedakan menjadi dua golongan, yaitu tanah mineral dan tanah organik.
1. PROFIL TANAH
Jika tanah digali hingga kedalaman tertentu, dari penampang vertikalnya sanggup dilihat gradasi warna yang membentuk lapisan-lapisan (horison) atau biasa disebut profil tanah. Di tanah hutan yang sudah matang terdapat tiga horison penting yaitu horison A, B dan C
Horison A atau Top Soil yaitu lapisan tanah paling atas yang paling sering dan paling gampang dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biologis. Pada lapisan ini sebagian besar materi organik terkumpul dan mengalami pembusukan.
Horison B disebut juga dengan zona penumpukan (illuvation zone). Horison ini mempunyai materi organik yang lebih sedikit tetapi lebih banyak mengandung unsur yang tercuci daripada horizon A.
Horison C yaitu zona yang terdiri dari batuan terlapuk yang merupakan potongan dari batuan induk.
Kegiatan pertanian umumnya berada pada horison A dan B.
2. WARNA TANAH
Warna yaitu petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan materi organik. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan materi organiknya. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan materi organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Di tempat yang mempunyai sistem drainase (serapan air) buruk, warnah tanahnya abu-abu lantaran ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+.
3. TEKSTUR TANAH
Komponen mineral dalam tanah terdiri dari adonan partikel-partikel yang secara individu berbeda ukurannya. Menurut ukuran partikelnya, komponen mineral dalam tanah sanggup dibedakan menjadi tiga yaitu; Pasir, berukuran 50 mikron – 2 mm; Debu, berukuran 2 – 50 mikron dan Liat, berukuran dibawah 2 mikron.
Tanah bertekstur pasir sangat gampang diolah, tanah jenis ini mempunyai aerasi(ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik, namun mempunyai luas permukaan kumulatif yang relatif kecil, sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering.
Tekstur tanah sangat kuat pada proses pemupukan, terutama bila pupuk diberikan lewat tanah. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar lantaran unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda lantaran pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus lantaran akan segera hilang terbawa air atau menguap.
B. SIFAT KIMIA TANAH
Sifat kimia tanah berafiliasi erat dengan acara pemupukan. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat citra jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Pengetahuan perihal sifat kimia tanah juga sanggup membantu memperlihatkan citra reaksi pupuk sesudah ditebarkan ke tanah.
Salah satu sifat kimia tanah yaitu keasaman atau pH (potensial of hidrogen), pH yaitu nilai pada skala 0-14, yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- didalam larutan tanah. Larutan tanah disebut bereaksi asam bila nilai pH berada pada kisaran 0-6, artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sebaliknya bila jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OH- larutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki pH 8-14. Tanah bersifat asam lantaran berkurangnya kation Kalsium, Magnesium, Kalium dan Natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh pedoman air kelapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman.
Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk tempat rawa seeperti tanah gambut ditemukan pH dibawah 3 lantaran banyak mengandung asam sulfat sedangakan di tempat kering atau tempat bersahabat pantai pH tanah sanggup mencapai di atas 9 lantaran banyak mengandung garam natrium.
Ada 3 alasan utama nilai pH tanah sangat penting untuk diketahui :
- Menentukan gampang tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman, pada umumnya unsur hara gampang diserap oleh akar tumbuhan pada pH tanah netral 6-7, lantaran pada pH tersebut sebagian besar unsur hara gampang larut dalam air.
- pH tanah juga memperlihatkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumanium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak sanggup diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro menjadi gampang larut sehingga ditemukan unsur mikro menyerupai Fe, Zn, Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar, kesudahannya juga menjadi racun bagi tanaman.
- pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5.5 – 7 basil jamur pengurai organik sanggup berkembang dengan baik
- Tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batas optimal. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan bisa diserap tumbuhan dalam jumlah yang diharapkan, karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui bila efisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga sanggup memperburuk pH tanah.

0 Response to "Info Ihwal Kesuburan Tanah"
Post a Comment