Teknik Budidaya Perikanan Ikan Sidat Dalam Kota
Monday, December 23, 2019
Add Comment
Teknik Budidaya Perikanan Ikan Sidat Dalam Kota
A.Pengantar
Pertambahan penduduk dunia meningkatan kebutuhan akan sumber protein masakan daging dan ikan. Penangkapan ikan yang hampir tidak terkendali dan imbas pencemaran bahari oleh limbah rumah tangga, industri atau tumpahan minyak yang semakin meluas, mengurangi dan memutus siklus kehidupan ikan diperairan diseluruh dunia sehingga mengakibatkan perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan semakin besar dan tajam.
Pada sisi lain manfaat ikan semakin disadari sebagai pemacu pertumbuhan tubuh manusia, peningkatan kemampuan otak manusia, mencegah penyakit kolestrol / penyakit jantung, serta manfaat lain bagi kesehatan manusia, sehingga kebutuhan ikan semakin bertambah tambah. Salah satu jenis ikan yang dianggap sangat bermanfaat bagi insan (Jepang dan Korea) yakni ikan belut atau sidat atau eel (anguilla bicolor) alasannya yakni dengan mengkonsumsi ikan secara teratur bangsa Jepang dan Korea disamping memacu pertumbuhan tinggi tubuh juga menstimulasi intelektual bangsa dan menjadi mereka sebagai negara industri dan modern. Jepang mengimport ikan sidat dari China dan Vietnam hampir 500.000 ton pertahun dan undangan tetap bertambah, namun sukar dipenuhi alasannya yakni pencemaran lingkungan di kedua negara ini pun telah semakin parah jawaban pertumbuhan industri. Negara negara Eropa juga merupakan pasaraan yang berpotensi tinggi alasannya yakni mereka juga banyak mengkonsumsi ikan.
Makan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah masakan biasa, tetapi termasuk termahal di resetoran Jepang sehingga kalau kita dijamu dengan hidangan masakan tersebut, memperlihatkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan masakan bagi pertemuan pembisnis besar dan populer atau tokoh tokoh penting. Karenanya yang terlibat dalam bisnis sidat disana yakni perusahaan besar multi nasional menyerupai Mitsui, Marubeni, Sasakawa dan lainnya dan perusahaan ini gres mau berhubungan kalau kita bisa memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun.
Indonesia sampai ketika ini belum bisa berbuat, walau ada 3 wilayah khusus di perairan kita sebagai kawasan pengembangan telur ikan sidat yaitu Teluk Toli Toli, Sorong Barat dan Pelabuhan Ratu. Ciri khas ikan sidat adalah bertelur di bahari dalam, menetas di muara muara sungai dan membesar di air tawar. Penangkapan yang ada ketika ini sangat terbatas dalam jumlah kecil, sehingga harus dikembangkan melalui pengembangan kecerdikan daya bilamana hendak dijadikan komoditi ekspor yang potensil.
Karena tingginya undangan ekspor ikan sidat serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan, khususnya ikan sidat, kami mengundang para pensiunan maupun yang di pensiun dini atau yang di PHK, para artis serta investor lainnya ikut dalam aktivitas kami“. Membudidayakan ikan ditengah perkotaan/ pemukiman guna memenuhi kebutuhan komoditi ekspor serta mencerdaskan bangsa dengan laba pasti”.
B. Methode Pengembangan.
Keberhasilan pengembangan budidaya ikan sangat ditentukan oleh 3 (tiga) faktor yaitu: Benih ikan, Air serta Pakan atau Makanan ikan.
1. Benih ikan sidat ukuran 8-15 cm (fingerling) akan dipasok oleh perusahaan pembibitan / hatchery (lokasi di Pelabuhan Ratu, Jabar). Pada skala ukuran bibit menyerupai ini, tingkat ajal / mortalitas di pembesaran maksimal 2%, sedang di pembibitan mencapai 30%.
2. Air sebagai media pembesaran sidat ditempatkan dalam fibreglaas bulat, lebar 300 cm tinggi 75 cm per unit dengan sistem MSWPS (Multi Stage Water Purification System) menurut konsep ” membuat lingkungan yang sehat untuk ikan” sehingga ikan bebas dari predator pemangsa, virus, basil dan cemaran (polutan), temperatur dan pH yang stabil, sekaligus secara otomatis menyaring kotoran ikan dan sisa masakan dan mengalirkan kembali air ke dalam kontainer.
3.Pakan dengan formula khusus akan dipasok perusahaan dan konsentratnya diadaptasi dengan umur dan tingkat pertumbuhan sidat atau jenis ikan lainnya yang dibudi dayakan. (tidak ada dipasar)
Jangka waktu pembesaran ikan sidat antara 10 – 12 bulan dengan populasi bibit 4.000 ekor per kontainer atau rata rata 1.000 kg setiap di panen.
C. Pemasaran.
Seluruh hasil pembesaran para investor akan dibeli dan ditampung oleh Perusahaan untuk diproses sebagai materi masakan jadi bersertifikat sesuai standar dan impian pembeli di luar negeri maupun kebutuhan lokal.
D.Paket Investasi Proyek Pembesaran Sidat
1. Investasi Peralatan dan Perlengkapan. (dalam 000 rupiah)
a. 10 kolam type 1.000 fibre glaas (3mx75cm) a Rp.5.000 = Rp. 50.000.
b. 2 unit M. S Waste Water Recycling System a Rp.7.000 = Rp. 14.000.
c. 3 unit Tangki air Plastik size 1.500 L a Rp. 1.000 = Rp. 3.000.
d. 1 unit Tangki air stainless steel size 1.200 L a Rp. 2.500 = Rp. 2.500.
e. 1 unit instalasi air dan listrik a Rp. 5.000 = Rp. 5.000.
f. 160 m2 rangka besi dan atap seng a Rp. 350 = Rp. 56.000.
g. Biaya penyambungan gres PLN 6.600 watt = Rp. 5.000.
---------------------------------
T o t a l = Rp.135.500.
2. Biaya Operasional (10 bulan)
a. Pasta/ Pakan 10.000 kg a Rp. 0.75 = Rp. 75.000.
b. 2 unit Perawatan MSWWRS a Rp. 9.000 = Rp. 18.000.
c. Biaya listrik PLN a Rp. 1.750 = Rp. 17.500.
----------------------------------
T o t a l = Rp.110.500.
----------------------------------
Grand Total = Rp.250.000.
(Dua ratus lima puluh juta rupiah)
E. Hasil Panen ( 10 bulan/ 10 bak)
4 ( empat) ekor per kg atau 40.000 ekor / 10 kolam tahun, panen pertama
menghasilkan 10.000 kg sidat a Rp. 25.000 = Rp. 250.000.
Panen pertama alhasil telah sanggup mengembalikan investasi (0) sedang untuk panen kedua dan berikutnya dengan jangka waktu peniadaan instalasi 15 tahun (Rp. 135.000.000 – Rp, 5.000.000 (penyambungan PLN = Rp. 130.000.000) menghasilkan Rp.130.000.000 / panen atau 117.64%.
F. Penutup.
Indonesia mempunyai pantai 81.000 km, luas perairan lebih 6.000.000 km2 dan potensi ikan cukup besar namun terkendala dengan persoalan pencurian ikan, kurangnya peralatan kapal, tiadanya industri pengolahan, bahaya pencemaran di bahari Jawa dan permasalahan lainnya.
Budidaya ikan dalam kontainer, terkendali dan terprogram dan sanggup dilakukan di rumah / pekarangan maupun lahan lainnya dengan modal yang relatif kecil. Kami memperlihatkan bimbingan dan pengawasan sepenuhnya sehingga risiko ditekan seminimal mungkin, bahkan kami bersedia memberi ganti rugi kalau investasi anda gagal. Harga akan semakin baik dari waktu kewaktu sehingga tingkat laba akan bertambah, disamping meningkatnya mutu intelegensia anak anak dengan membiasakan mengkonsumsi ikan (sidat) yang dihasilkan sendiri. Pembudidayaan ikan dengan sistem ini sanggup dilakukan secara bersama di komplek perumahan dengan mempunyai 1 (satu) unit produksi (10 kontainer) secara patungan. Investasi ini sangat menenangkan alasannya yakni perkembangan setiap hari, ahad dan bulan sanggup dimonitor sekaligus menghilangkan stress dan bahaya sakit jantung yang semakin meluas diderita masyarakat.
Sumber : http://kagindo.indonetwork.co.id

0 Response to "Teknik Budidaya Perikanan Ikan Sidat Dalam Kota"
Post a Comment