Berbisnis Budidaya Ikan Bawal
Thursday, January 9, 2020
Add Comment
Ikan Bawal (collossoma macropomum) yaitu ikan yang bersal dari sungai Amazon Brazil.Ikan bawal bentuk tubuhnya menyerupai sekali dengan ikan Piranha. Ciri-ciri ikan bawal yaitu bentuk tubuhnya lingkaran dan pipih mempunyai lubang hidung yang besar warna kulinya keperak-perakan dengan ujung sirip yang berwarna kuning. Ikan bawal termasuk jenis carnivora sama halnya dengan Piranha. Ikan bawal biasa hidup bergerombol dalam jumlah yang kecil, makannya yaitu udang, siput, katak, dan ikan-ikan kecil.
Dalam industri perikanan di tanah air ikan bawal ini tergolong baru. Namun peningkatannya sangat pesat alasannya menerima sambutan yang sangat baik dari para petani ikan di indonesia. Meski banyak durinya namu daging ikan bawal sangat gurih dan nikmat. Peluang perjuangan budidaya ikan bawal sangat terbuka dan prospek bisnis kedepannya sangat bagus. Proses produksi ikan ikan predator ini terbilang sangat singkat. Masa pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” lantaran sanggup menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan orisinil perairan Indonesia. Ikan bawal ini bisa bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel alasannya binatang berjenis omnivora ini mempunyai nafsu makan yang sangat besar.
Budidaya ikan bawal air tawar relatif gampang dilakukan. Pemijahan sanggup dilakukan secara induced-spawning: induk yang sudah matang gonad dirangsang dengan penyuntikan hormon kemudian dipijahkan secara alami. Tempat pemijahan cukup memakai kain hapa yang disimpan di dalam kolam tembok ataupun di kolam. Telur yang dikeluarkan induk betina dan sudah dibuahi oleh sperma induk jantan sanggup dipanen kemudian ditetaskan di dalam akuarium atau hapa penetasan. Larva hasil penetasan sanggup bertahan dengan yolksack yang dibawanya hingga 4 – 5 hari sesudah penetasan sebelum kemudian diberi pakan Artemia.
Cukup dengan sumbangan 2 – 3 kali per hari selama hanya 2 – 3 hari, larva sudah sanggup dijual atau ditebar ke kolam. Pendederan dan pembesaran di kolam relatif tidak sulit dilakukan. Pertumbuhan ikan relatif cepat meskipun memerlukan kandungan oksigen yang mencukupi melalui anutan air ke kolam. Pakan yang diberikan sanggup bermacam-macam mulai dari pakan buatan, sisa-sisa sayuran, ikan yang lebih kecil bahkan hingga biji kapuk. Kemudahan-kemudahan tersebut telah mendorong para pengusaha ikan memacu produksi ikan ini yang menjadikan perkembangan budidayanya sedemikian cepat dan berkembang di banyak kawasan bahkan cenderung tidak terkendali.
Proses pendederan di kolam juga perlu diperhatikan biar tidak ada lagi benih ikan ini yang tercampur ke ikan lain, contohnya nila atau mas, yang kemudian ikut terbawa ke keramba jaring apung dan sanggup merusak jaring dari dalam. Perkembangan kemampuan reproduksi secara alami di perairan bebas juga perlu diteliti secara akurat untuk memastikan kemungkinan tingkat perkembangan ikan ini di perairan Indonesia, sejalan juga dengan penelitian terhadap kemampuan ikan ini untuk merusak keramba jaring apung dari luar. Lebih lanjut, perlu juga diteliti kemungkinan ikan ini sanggup mendesak ikan lain pada suatu relung yang sama, menyerupai yang diyakini telah terjadi pada perkara lele dumbo yang mendesak relung lele lokal.
Sumber : http://peluangusaha-oke.com

0 Response to "Berbisnis Budidaya Ikan Bawal"
Post a Comment