Tips Budidaya Ikan Haruan
Sunday, January 12, 2020
Add Comment
Tips Budidaya Ikan Haruan
Umumnya orang Banjarmasin sangat menyukai ikan Haruan (Channa striata) atau Gabus atau Snake Head Fish yang biasanya dijadikan sebagai lauk pada makan nasi atau Katupat Kandangan (makanan khas Kalsel). Bagi orang Banjarmasin ikan Haruan di Banjarmasin memang berbeda rasanya dibandingkan ikan Haruan yang berasal dari luar Kalsel. Ikan Haruan banyak ditemukan di rawa-rawa tempat pedalaman, hidup di dasar perairan yang dangkal, bersifat carnivor (pemakan binatang kecil, menyerupai katak dan ikan-ikan kecil). Ikan haruan bersifat musiman, memijah pada trend hujan dari Bulan Oktober sampai Desember.
Di Kalsel, ikan haruan hidup di air rawa-rawa yang masam dan menyukai air yang tergenang. Penyebarannya mencakup Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Cina, India, Sri Lanka, dan Indonesia (Jawa, Sulawesi, Bangka, Bali, Lombok, Madura, Flores, Ambon, dan Kalimantan)
Kebanyakan ikan Haruan didapat dengan jalan dipancing atau hasil tangkapan (bukan budidaya). Ternyata ikan inipun praktis dibudidayakan. Ikan ini sanggup hidup dengan baik walau dengan air yang kotor, alasannya ialah ikan ini mempunyai labirin menyerupai juga ikan lele, yang memungkinkan ikan sanggup bernapas eksklusif dari udara. Jantan dan betina ikan Haruan sanggup dibedakan dengan cara melihat ciri tubuhnya, jantan berkepala lonjong, warna badan lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening, betina berkepala membulat, warna badan lebih terang, perut membesar dan lembek, jikalau diurut keluar telur.
Pemijahan sanggup dilakukan pada kolam atau kolam besar dengan kedalaman air 50 cm, Induk jantan sebaiknya berukuran besar mencapai 1 kg, beri eceng gondok sampai menutupi sebagian permukaan kolam alasannya ialah ikan ini suka bersembunyi, jumlah induk ikan jantan dan betina sama banyaknya. Seekor induk betina sanggup menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir.
Anakan Haruan sanggup diberi makan pelet yang dihaluskan, sesekali diberi telur/anak semut serangga (rangrang), sesudah agak besar sanggup diberi pelet yang berukuran kecil.
Cara lain yang sering saya lakukan ialah menangkap anakan haruan dengan jala (tangguk), lalu dibesarkan dalam aquarium dengan kuliner pelet dan telur semut serangga, sesudah sebesar jari kelingking sanggup dipindahkan ke jala terapung di sungai atau di kolam.


0 Response to "Tips Budidaya Ikan Haruan"
Post a Comment