Bagaimana Teknik Inokulasi Gaharu
Thursday, March 28, 2019
Add Comment
Teknik Inokulasi GAHARU Sistem Spiral Sederhana :
1. Inokulasi
Inducer Bio Kimia/ Fusarium sp yang di inokulasi ke jaringan pohon itu tolong-menolong bakteri penyebab penyakit. Oleh alasannya yaitu itu pohon gaharu itu melawan dengan memproduksi resin berjulukan fitoaleksin supaya bakteri tak menyebar ke jaringan pohon lain. Seiring waktu, resin itu mengeras di sudut sudut pembuluh xylem dan floem – organ pohon yang mendistribusikan masakan berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar.
Mengingat jenis isolate penyakit pembentuk gaharu berbeda beda sesuai kondisi iklim dan lingkungan, maka penyedia inokulan perlu melaksanakan isolasi jenis penyakit yang berprospek memproduksi gaharu. Isolasi ini dilakukan terhadap tumbuhan gaharu alam yang berada di dalam daerah hutan sekitar daerah pengembangan. Untuk tujuan tersebut, perlu diawali dengan pengamatan lapangan untuk mempelajari aspek gaharu yang tumbuh alami serta mengisolasi dan mengidentifikasi jenis penyakit dari pohon yang terserang.
Agar berhasil menyebarkan inokulan pembentuk gaharu, dibutuhkan teknik tertentu. Untuk hal ini, sangat dibutuhkan tugas dari pemerintah daerah instansi atau forum terkait, perguruan tinggi tinggi, dan investor atau pengusaha swasta didaerah setempat sebagai pelaku produksi inokulan.
Tahapan-tahapan dalam penginokulasian gaharu, materi dan alat yang dibutuhkan adalah:
- Bor kayu dengan ukuran minimal 10 mm, sesuai dengan diameter batang semakin besar diameternya maka ukuran bor semakin besar, ukuran bor yang biasa dipakai berukuran 13 mm.
- Genset kapasitas 450 watt atau 900 watt dan alat bor listrik.
- Spidol permanent sebagai penanda titik bor.
- Alat ukur meteran untuk mengukur keliling batang dan jarak titik bor satu dengan lainnya.
- Pinset dan suntikan sesuai ukuran bor.
- Alkohol 70 % untuk sterilkan alat dan lubang hasil bor kayu.
- Masker, gunting serta kapas.
- Lilin lunak, plester atau lakban, untuk menutup lubang bor.
- Sarung tangan karet dan Inokulan Gaharu.
Proses pengerjaannya dengan mengikuti mekanisme dibawah ini:
- Ukur titik pengeboran awal 1 meter dari permukaan tanah. Beri tanda dengan spidol. Kemudian buat lagi titik pengeboran diatasnya dengan mengeser kearah horizontal sejauh 15 cm dan vertical 15 cm. dengan cara yang sama buatlah titik berikutnya hingga sehabis dihubungkan membentuk garis spiral.
- Ukur bulat batang untuk mendapat diameter batang. Misalkan bulat batang 60 cm, hitung diameternya dengan rumus : Keliling Lingkaran = diameter x 3,14. pola 60 cm = diameter x 3,14 berarti diameter batang = 60 cm : 3,14 = 19,11 cm.
- Buat lubang sedalam 1/3 diameter batang pada titik pengeboran yang sudah ditanda dengan spidol. Contoh : Kedalaman lubang bor = diameter batang x 1/3 = 19,11 x 1/3 = 6,4 cm.
- Bersihkan lubang bor dengan kapas yang sudah dibilas dengan alcohol.
- ΓΌ. Masukkan inokulan dengan pinset kedalam suntikan yang ujungnya sudah dipotong, lalu masukkan inokulan kedalam lubang hingga penuh.
- Tutup lubang yang telah terisi penuh inokulan dengan lilin semoga tak ada kontaminan dari mikroba yang lain. Untuk mencegah air merembes permukaan lilin ditutup kembali dengan plester atau lakban.
- Cek keberhasilan penyuntikan sehabis 3 bulan, caranya buka plester dan lilin lalu kupas sedikit kulit batang, bila batang tampak berwarna coklat kehitam hitaman berarti penyuntikan berhasil. Tutup kembali lubang dengan lilin dan plester.
- 7 (tujuh) bulan sehabis penyuntikan ambil sample dengan mengebor lubang gres 5 cm diatas lubang sebelumnya, bila serbuk hasil bor sudah hitam atau wangi atau sesuai dengan ciri-ciri yang diinginkan maka pohon sudah sanggup dipanen bila belum sesuai tutup kembali lubang dengan lilin. Tanda hasil mulai maksimal bila daun gaharu sudah mengering 50 % hal ini biasanya terjadi pada 1,5 tahun hingga 2 tahun sehabis penyuntikan tergantung dari besarnya diameter batang, semakin besar diameter batang maka proses mengeringnya daun semakin lama.
Pada pelaksanaan penginokulasian terhadap pohon gaharu ini, harus diperhatikan umur dan diameter batangnya. Batas minimal suatu pohon sanggup di inokulasi ditandai dengan pohon yang mulai berbunga. Biasanya umur tumbuhan tersebut sekitar 4 – 5 tahun atau diameter batang sudah mencapai 8 – 10 cm.
Berikut diulas teknik inokulasi memakai inokulan padat dan cair.
a. Inokulasi Dengan Inokulan Padat
Teknik inokulasi pohon gaharu memakai inokulan padat sebagai berikut:
- Buat lubang pada batang kayu gaharu dengan memakai bor.
- Diameter lubang bor sekitar 0,8 – 13 mm. Kedalaman optimal pemboran ini perlu diadaptasi dengan ukuran diameter batang, biasanya sekitar 5 cm. Setiap batang dibuatkan banyak lubang dengan jarak antar lubang bor sekitar 20 cm.
- Bersihkan tangan pelaku inokulasi dengan air hingga higienis dan dibilas dengan alcohol sebelum pelaksanaan inokulasi.
- Masukkan inokulasi padat ke setiap lubang. Jumlah inokulan diadaptasi dengan kedalaman lubang. Sebagai patokan, pemasukan ini dilakukan hingga lubang terisi penuh dengan inokulan. Agar pemasukan menjadi mudah, gunakan potongan kayu atau bamboo yang ukurannya sesuai dengan ukuran diameter lubang.
- Tutup setiap lubang yang sudah diberi inokulan untuk mnghindari masuknya air ke dalam lubang. Penutupan lubang ini dilakukan dengan pasak kayu gaharu. Penutupan pun sanggup dilakukan dengan “lilin malam”
b. Inokulasi Dengan Inokulan Cair
Teknik inokulasi memakai inokulan cair sebagai berikut:
- Lakukan pengeboran pada pangkal batang pohon dengan posisi miring kebawah. Kedalaman pemboran diadaptasi dengan diameter batang pohon, biasanya 1/3 diameter batang. Sementara mata bor yang dipakai berukuran sama dengan selang infus sekitar 0,5 cm. Selang infuse tersebut biasanya sudah disediakan produsen inokulan pada ketika pembelian inokulan. Namun, bila belum tersedia, selang infuse sanggup disediakan sendiri oleh petani.
- Masukkan selang infus yang ada pada botol inokulan cair kedalam lubang.
- Atur besarnya anutan inokulan cair tersebut. Hentikan anutan infuse bila cairan inokulan sudah keluar dari lubang.
- Tutup potongan tepi disekitar selang infuse dengan memakai “lilin malam”.
- Ulangi pengaturan anutan masuknya cairan infuse kedalam lubang setiap 1–2 hari, tergantung keadaan cairan dalam lubang. Pengaturan anutan dilakukan bila lubang sudah tidak terdapat lagi cairan inokulasi.
- Laksanakan penginokulasian ini hingga inokulan cair didalam botol infuse tersebut habis. Penginokulasian diulang kembali dengan botol inokulasi baru, bila belum ada tanda tanda maut fisik dan fisiologis.
2. Pemeliharaan dan Pemupukan
Pemupukan perlu dilakukan terutama di lahan yang kesuburannya rendah. Pemberian pupuk sanggup dilakukan dua kali dalam setahun, dengan ukuran 5 kg pupuk per-pohon. Pembersihan areal penanaman juga perlu dilakukan guna menghindari tumbuhnya gulma (tumbuhan pengganggu) khususnya pada demam isu hujan atau 4 kali dalam setahun.
3. Panen dan Pasca Panen
Produksi gubal gaharu akan terbentuk sehabis perlakuan berjalan 3 bulan. Hal ini dimulai dengan berubahnya warna kayu sekitar penyuntikan menjadi cokelat dan bertekstur keras serta berbau wangi. Pemanenan sanggup dilakukan mulai dari 1 tahun sehabis penginokulasian dengan cara menebang pohon. Kualitas gubal gaharu yang dihasilkan berbanding lurus dengan tingkat kesuburan pohon dan lamanya penginokulasian. Semakin usang penginokulasian maka semakin tinggi kualitas gubal gaharu yang dihasilkan. Potongan-potongan gubal gaharu dibersihkan dari potongan kayu yang tidak terbentuk menjadi gubal. Pembersihan kayu putih dari gubal memerlukan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan khusus, sehingga tidak menurunkan kelas gubal jawaban kurang terampilnya tenaga kerja. Kemudian dilakukan penyortiran menurut kelasnya (Super, AB, BC, C1 dan C2). Untuk mengurangi kadar air, potongan gubal gaharu dikeringkan dengan cara menjemur di bawah sinar matahari. Untuk gaharu kelas kemedangan selain sanggup dipasarkan eksklusif sanggup pula di distilasi untuk diambil minyaknya.
0 Response to "Bagaimana Teknik Inokulasi Gaharu"
Post a Comment