Panduan Menanam Tanaman Jengkol
Sunday, March 24, 2019
Add Comment
Pohon Jengkol atau Jering merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang mempunyai bacin khas, tumbuhan ini merupakan tumbuhan jenis polong-polongan dengan bentuk biji yang pipih. Buah jengkol banyak dimanfaatkan sebagai materi kuliner menyerupai semur atau sambal goreng, dan juga dimanfaatkan sebagai materi pembuat kerupuk. Buah jengkol juga dpercaya sanggup menjaga kesehatan jantung dan mencegah diabetes.
Untuk membudidayakan tumbuhan jengkol sanggup dilakukan dengan langkah yang hampir sama dengan cara menanam pohon petai, berikut beberapa langkah cara menanam jengko yang benar.
Menyiapkan Bibit Jengkol
Untuk menanam jengkol sanggup dilakukan dengan memakai biji (generatif) dan juga sanggup dilakukan dengan okulasi (vegetatif). Jika anda menginginkan pohon jengkol yang cepat berbuah, maka pembibitan sebaiknya dilakukan dengan cara okulasi.
Untuk menciptakan bibit petai dengan cara okulasi, sanggup dilakukan dengan cara yang sama menyerupai menanam pohon buah srikaya dan cara menanam pohon nangka. Okulasi sanggup dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
- Menyiapkan batang bawah dari hasil semaian biji, atau dari biji jengkol yang tumbuh liar.
- Masukkan bibit semaian biji jengkol ke dalam polybag besar.
- Carilah tunas dari salah satu pohon jengkol yang sudah berbuah.
- Sayat kulit batang pohon jengkol hasil semaian dengan ukuran tertentu.
- Sayat juga kulit tunas dari pohon yang sudah berbuah dengan ukuran sama.
- Tempelkan sayatan tunas dari pohon yang sudah berbuah ke pohon jengkol hasil semaian yang dipakai sebagai pohon bawah.
- Ikatlah dengan memakai tali supaya kedua sayatan sanggup menyatu.
Selain dengan metode okulasi, cara lain yang sanggup dilakukan yaitu dengan cara sambung pucuk. Namun, jikalau anda tidak ingin repot maka bibit pohon jengkol sanggup diperoleh di penjual bibit tumbuhan di sekitar daerah tinggal anda.
Membuat Lubang Tanam
Untuk menanam pohon jengkol atau jering, maka perlu dibuatkan lubang tanam terlebih dahulu sembari menunggu bibit siap ditanam. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 40cm x 40cm dengan kedalaman 40cm. Isi lubang tanam dengan memakai pupuk sangkar hingga 2/3 serpihan terisi. Biarkan lubang tanam selama 1 bulan supaya pupuk sangkar benar-benar meresap dan menambah unsur hara dalam tanah. Jika anda ingin menanam jengkol dalam jumlah yang banyak, maka buatlah lubang dengan ukuran yang sama pada jarak 5-6 meter dari lubang sebelumnya.
Menanam Bibit Jengkol
Setelah bibit jengkol atau jering sudah menghasilkan tunas dan sudah mulai tumbuh dengan baik, maka langkah selanjutnya yaitu memindahkan bibit ke lahan tanam permanen yang telah disiapkan. Buka polybag semaian dengan cara merobek secara perlahan, lalu masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.
Tutup kembali lubang dengan memakai sisa tanah, lalu padatkan. Lakukan hal yang sama hingga semua lubang tertanami. Lakukan penyiraman sesaat sesudah penanaman simpulan dilakukan, namun jikalau demam isu penghujan anda tidak perlu melaksanakan penyiraman. Oleh sebab itu, sebaiknya penanaman dilakukan pada awal demam isu penghujan.
Merawat Pohon Jengkol
Pohon jengkol atau jering merupakan tumbuhan yang tidak memerlukan perawatan khusus, perawatan yang harus anda lakukan hanyalah memastikan rumput atau gulma tidak tumbuh dan menutupi tumbuhan sehingga menghambat pertumbuhan. Jika anda ingin melaksanakan pemupukan ulang, maka lakukan pada umur tumbuhan sekitar 6 bulan sesudah penanaman.
Itulah beberapa langkah cara menanam jengkol atau jering dengan biji dan okulasi sehingga menghasilkan pohon jengkol atau jering yang cepat berbuah. Tanaman jengkol atau jering hasil okulasi akan berbuah pada umur sekitar 5 tahun dari penanaman, namun jikalau anda beruntung maka pohon jengkol atau jering hasil okulasi akan berbuah pada umur 4 tahun.


0 Response to "Panduan Menanam Tanaman Jengkol"
Post a Comment