Belajar Cara Menanam Buah Naga
Thursday, May 16, 2019
Add Comment
Dragon Fruit, atau yang juga dikenal dengan nama Buah Naga, merupakan buah istimewa bagi masyarakat Tionghoa. Bentuk buah ini memang unik. Kulitnya berwarna cerah lengkap dengan sisik berukuran besar. Boleh jadi lantaran kehadiran sisik tersebutlah sehingga dinamai Dragon Fruit. Buah dengan sisik serupa naga. Buah ini dianggap membawa berkah mengikut pada sifat naga. Maka itu, buah naga selalu jadi embel-embel persembahan di altar pada program keagamaan Tionghoa. Tak hanya istimewa, ternyata buah naga juga mempunyai rasa nikmat dan segar. Daging buahnya lembut dengan perpaduan rasa anggun dan asam. Selain lezat, mahir gizi juga memastikan buah tropis yang satu ini mempunyai sejuta khasiat. Sayangnya, undangan dunia terhadap buah ini masih belum seimbang dengan kemampuan budidaya. Bahkan vietnam dan Thailand yang dikenal sebagai pemasok terbesar buah naga hanya bisa memenuhi 50% undangan pasar global. Celah ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam ekspor buah naga. Terlebih, tanamam tersebut tumbuh subur di negara tropis. Cara menanam buah naga pun terbilang gampang dan tidak memerlukan keahlian tertentu.
PersiapanAwal
Untuk memulai budidaya buah naga, hal yang patut diperhatikan yaitu persyaratan tumbuh tanam buah naga. Tanaman ini digolongkan ke dalam keluarga kaktus. Oleh alasannya yaitu itu medim tanamnya di dataran rendah, tepatnya di ketinggian 20 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Tanah daerah menanam buah naga harus gembur, porus dan juga mengandung banyak materi organik serta unsur hara. Lebih optimal lagi bila pH tanah 5 hingga 7. Pastikan lahan tersebut sedikit kering alasannya yaitu bila kadar air lebih, tumbuhan ini akan membusuk. Hal penting lainnya yaitu tingkat penyinaran matahari. Pastikan tumbuhan terpapar sinar matahari secara penuh pada siang hari alasannya yaitu buah naga memang menyukai panas yang terik.
Selain medium tanam, tahap persiapan awal juga meliputi penyediaan penopang tanaman. Pohon buah naga memang tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Biasanya ia tumbuh dan memanjat pada penopang. Oleh alasannya yaitu itu, ketersediaan tiang penopang tumbuh yaitu penting. Anda bisa menggunkanan tiang kayu atau beton. Ukuran yang pas yaitu 10cm x 10cm dengan ketinggian maksimal 2 meter. Tancapkan pada tanah dengan kedalaman kira-kira 50 cm. Di sekitar titik penancapan tiang, buatlah lubang tanam sejumlah 3 hingga 4. Ukuran masing-masing lubang yakni 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam kira-kira sekitar 2 m x 2,5 m. Lubang yang telah tersedia diberi pupuk organik sekirat 10 kg yang telah dicampur dengan tanah.
Proses Tanam
Setelah medium tanam siap, bibit sudah bisa ditanam. Pada umumnya, cara menanam buah naga dilakukan melalui dua cara yakni steak dan juga biji. Tetapi di lapangan, cara paling yang paling banyak dipakai yakni dengan stek. Batang tumbuhan yang menjadi bibit baiknya mempunyai panjangn 25 hingga 30 cm. Proses awal penumbuhan stek batang dimulai dengan medium polybag yang terdiri dari adonan tanah dengan pasir dan juga pupuk kandang. Perbandingannya 1:1:1. Setelah berumur kurang lebih 3 bulan, bibit tersebut sudah bisa dipindahkankelahansebenarnya.
Setelah bibit ditanam pada lahan, proses selanjutnya yaitu langkah pemeliharaan yang meliputi pengairan, pemupukan, penaggulangan hama/gulma dan juga penyiangan. Proses pengairan dilakukan sebanyak 1 hingga 2 hari dalam sehari. Proses ini harus cermat alasannya yaitu tumbuhan buah naga tidak menyukai air berlebih. Selanjutnya yaitu pemupukan. Jenis pupuk terbaik yaitu pupuk sangkar dengan jarak santunan 3 bulan sekali. jumlah pupuknya sekitar 5 sampai10kilogram.
Hal lain yang tak kalah penting yaitu pengendalian hama dan gulma. Selama ini, hama yang menyerang tumbuhan buah naga masih jarang ditemukan. Pengganggu utama yaitu gulma yang dikenal bisa menghambat pertumbuhan tanaman, Oleh alasannya yaitu itu pengendalian dilakukan secara rutin biar tumbuh kembang tumbuhan lebih optimal. Proses pemeliharaan selanjutnya yaitu pemangkasan. Langkahnya dimulai dengan memangkas batang utama atau primer pada kondisi dimana tingginya telah mencapai bab paling atas tiang. Setelah pemangkasan, biasanya akan tumbuh tunas gres sehingga batang mempunyai cabang sekunder. Setelah batang tumbuh sempurna, pangkas lagi hingga muncul batang tersier. Batang tersier inilah yang kemudian berfungsisebagaicabangproduksi.


0 Response to "Belajar Cara Menanam Buah Naga"
Post a Comment