Klasifikasi Dan Standar Mutu Jahe
Sunday, May 19, 2019
Add Comment

Klasifikasi dan Standar Mutu jahe
Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III.
1) Syarat umum
a. Kesegaran jahe: segar
b. Rimpang bertunas: tidak ada
c. Kenampakan irisan melintang: cerah
c. Bentuk rimpang: utuh
d. Serangga hidup: bebas
2) Syarat Khusus
a. Ukuran berat:
· mutu I > 250 gram/rimpang;
· mutu II 150-249 gram/rimpang;
· mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10 div="">
b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang):
· mutu I=0 %;
· mutu II=0 %;
· mutu III<10 div="">
10> c. Benda asing:
· mutu I=0 %;
· mutu II=0 %;
· mutu III<3 div="">
10> d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang):
· mutu I=0%;
· mutu II=0%;
· mutu III <10 div="">
3> Untuk mendapat jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan pengujian,yang meliputi:
1) Penentuan benda-benda asing
Timbanglah sejumlah teladan yang beratnya diantara 100–200 gram. Pisahkan benda-benda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada beling arloji yang telah ditera. Kaca arloji beserta benda gila tersebut ditimbang pada neraca analitik. Perbedaan kedua penimbang tersebut mengambarkan jumlah benda gila dalam cuplikan yang diuji.
2) Penentuan kadar serat
Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah panggangan udara listrik 105 + 1 derajat C, hingga berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram materi yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kira-kira 1 jam dengan memakai sebuah alat soxhlet. Pindahkan materi yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah berisi materi bebas lemak tersebut di atas.
Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih sesudah satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya materi pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan selama sempurna 30 menit.
Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan air mendidih hingga cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus. Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan memakai pendingin balik dan didihkanlah selama sempurna 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan segera dengan kain penyaring.
Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes yang telah dipijarkan.
Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas kemudian dengan kira-kira 15 ml etil alkohol 95%. Keringkanlah Krus Gooch dan isinya pada 105 + 1 derajat C dalam panggangan udara hingga berat tetap.
Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi hingga seluruh materi menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi debu tersebut dalam sebuah eksikator dan timbanglah.
3) Penentuan kadar minyak
a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 35–40 gram cuplikan yang telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih.
b. Tambahkanlah air hingga seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke dalamnya sejumlah kerikil didih.
c. Sambunglah labu didih dengan alat “Dean-Stark” sehingga sanggup dipakai untuk pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya.
Penyulingan tidak boleh jika tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes tolong-menolong air atau jika volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung.
Pengambilan Contoh
1) Pengambilan contoh
Dari jumlah kemasan dalam satu partai jahe segar siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak menyerupai dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton.
a. Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, teladan yang diambil 5.
b. Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, teladan yang diambil yakni 7
c. Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, teladan yang diambil yakni 9
d. Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, teladan yang diambil yakni 10
e. Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, teladan yang diambil minimum 15.
Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Khusus untuk kemasan jahe segar berat 10 kg atau kurang, maka teladan yang diambil sebanyak 5 rimpang. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya.
2) Petugas pengambil contoh
Petugas pengambil teladan harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan memiliki ikatan dengan suatu tubuh hukum.
10>
0 Response to "Klasifikasi Dan Standar Mutu Jahe"
Post a Comment