Mengenal : Pestisida Nabati
Monday, June 24, 2019
Add Comment
Pestisida nabati ialah pestisida yang materi aktifnya berasal dari flora atau kepingan flora ibarat akar, daun, batang atau buah. Bahan-bahan ini diolah menjadi banyak sekali bentuk, antara lain materi mentah berbentuk tepung, ekstrak atau resin yang merupakan hasil pengambilan cairan metabolit sekunder dari kepingan flora atau kepingan flora dibakar untuk diambil abunya dan dipakai sebagai pestisida.
Pestisida dari materi nabati bergotong-royong bukan hal yang gres tetapi sudah usang digunakan, bahkan sama tuanya dengan pertanian itu sendiri. Sejak pertanian masih dilakukan secara tradisional, petani di seluruh belahan dunia telah terbiasa menggunakan materi yang tersedia di alam untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Pada tahun 40-an sebagian petani di Indonesia sudah menggunakan materi nabati sebagai pestisida, diantaranya menggunakan daun sirsak untuk mengendalikan
hama belalang dan penggerek batang padi.
Sedangkan petani di India, menggunakan biji mimba sebagai insektisida untuk mengendalikan hama serangga. Namun sesudah ditemukannya pestisida sintetik pada awal kala ke-20, pestisida dari materi flora atau materi alami lainnya tidak dipakai lagi.
Pada tahun 1960-an telah ditemukan beberapa insektisida dari materi flora yang memiliki cara kerja spesifik, ibarat azadirakhtin dan senyawa lain dari tumbuhan meliaceae yang menghambat kegiatan makan dan perkembangan hama serangga. Sediaan insektisida dari flora mimba juga telah diketahui efektif menekan populasi hama serangga dan relatif kondusif terhadap lebah dan beberapa musuh alami.
Pada umumnya pestisida berbahan nabati bersifat sebagai racun perut yang tidak membahayakan terhadap musuh alami atau serangga bukan sasaran, sehingga penggunaan pestisida berbahan nabati sanggup dikombinasikan dengan musuh alami. Selain mempunyai senyawa aktif utama dalam ekstrak flora juga terdapat senyawa lain yang kurang aktif, namun keberadaannya sanggup meningkatkan kegiatan ekstrak secara keseluruhan (sinergi). Serangga tidak gampang menjadi resisten terhadap ekstrak flora dengan beberapa materi aktif, lantaran kemampuan serangga untuk membentuk sistem pertahanan terhadap beberapa senyawa yang berbeda sekaligus lebih kecil daripada terhadap senyawa insektisida tunggal. Selain itu cara kerja senyawa dari materi nabati berbeda dengan materi sintetik sehingga kecil kemungkinannya
terjadi resistensi silang.
Pada umumnya pestisida sintetik sanggup membunuh eksklusif organisme target dengan cepat. Hal ini berbeda dengan pestisida nabati, sebagai referensi insektisida nabati yang umumnya tidak sanggup mematikan eksklusif serangga, biasanya berfungsi ibarat berikut:
1. Refelen, yaitu menolak kehadiran serangga terutama disebabkan baunya yang menyengat
2. Antifidan, menyebabkan serangga tidak menyukai tanaman, contohnya disebabkan rasa yang pahit
3. Mencegah serangga meletakkan telur dan menghentikan proses penetasan telur
4. Racun syaraf
5. Mengacaukan sistem hormon di dalam badan serangga
6. Attraktan, sebagai pemikat kehadiran serangga yang sanggup dipakai sebagai perangkap
Source : M.Thamrin, S. Asikin, Mukhlis dan A.Budiman, POTENSI EKSTRAK FLORA LAHAN RAWA SEBAGAI PESTISIDA NABATI, Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa
0 Response to "Mengenal : Pestisida Nabati"
Post a Comment