Cara Bercocok Tanam Kopi
Thursday, August 1, 2019
Add Comment
Dalam menentukan penanaman bibit kopi ada tiga kriteria yang perlu diperhatikan antara lain;
• Produktivitas
• Kualitas (aroma dan rasa amat kuat terutama pada jenis Arabika)
• Ketahanan terhadap gangguan hama/penyakit
Mengenai budidaya kopi Arabika dan Robusta sanggup dijelaskan secara ringkas sebagai berikut:
*Kopi Arabika
Untuk keperluan budidaya kopi Arabika biasanya dilakukan dengan cara menciptakan bibit generatif (bibit semai), dan kopi Arabika tidak memerlukan cara vegetatif, kecuali untuk kebutuhan penelitian.
*Kopi Robusta
Sedangkan kopi robusta budidayanya biasa dilakukan secara dengan cara menyebarkan bibit vegetatif adalah bibit cangkokan, sambungan, okulasi dan stek. Bibit yang diperoleh dari pihak lain, sebaiknya tidak pribadi ditanam semoga bibit tersebut sanggup mengikuti keadaan dengan lingkungan barunya.
*Kopi Luwak
nyari luwak nya dulu
-Pemupukan
Pupuk yang dipakai pada umumnya harus mengandung unsur-unsur Nitrogen, Phospat dan Kalium dalam jumlah yang cukup banyak dan unsur-unsur mikro lainnya yang diberikan dalam jumlah kecil. Ketiga jenis tersebut di pasaran dijual sebagai pupuk Urea atau Za (Sumber N), Triple Super Phospat (TSP) dan KCl. Selain penggunaan pupuk tunggal, di pasaran juga tersedia penggunaan pupuk majemuk. Pupuk tersebut berbentuk tablet atau briket di dalamnya, selain mengandung unsur NPK, juga unsur-unsur mikro. Selain pupuk an organik tersebut, tumbuhan kopi sebaiknya juga dipupuk dengan pupuk organik menyerupai pupuk sangkar atau kompos.
Pemberian pupuk buatan dilakukan 2 kali per tahun adalah pada awal dan selesai demam isu hujan, dengan meletakkan pupuk tersebut di dalam tanah (sekitar 10 - 20 cm dari permukaan tanah) dan disebarkan di sekeliling tanaman. Adapun tunjangan pupuk sangkar hanya dilakukan Tahun 0 (penanaman pertama)
0 Response to "Cara Bercocok Tanam Kopi"
Post a Comment