Teknik Budidaya Nanas
Monday, November 25, 2019
Add Comment

NANAS
Ananas comosus L. Merr
A. KLASIFIKASI
Sinonim : Bromelia comosa L, Ananas sativus (Lindley) Schulters f,
Ananassa sativa Lindl, Bromeliad
Sifat Terestrial (tumbuh di tanah dengan memakai akar)
Kingdom : Plantae (tumbuhan-tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Liliopsida (monokotil)
Sub-kelas : Commelinidae
Ordo : Bromeliales
Familia : Bromeliaceae
Genus : Ananas
Spesies : Ananas comosus Merr
maui-gold-pineapple-on-plate1
Nanas (biasa juga disebut bromeliad) mempunyai lebih dari 2.400 kerabat yang sebagian besar berpenampilan cantik. Kerabat erat spesies nanas cukup banyak, terutama nanas liar yang biasa dijadikan tumbuhan hias, contohnya A. braceteatus (Lindl) Schultes, A. Fritzmuelleri, A. erectifolius L.B. Smith, dan A. ananassoides (Bak) L.B. Smith. Berdasarkan habitus tanaman, terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nenas, yaitu :
Cayene (daun halus, tidak berduri, buah besar), Queen (daun pendek berduri tajam, buah lonjong mirip kerucut), Spanyol/Spanish (daun panjang kecil, berduri halus hingga kasar, buah bundar dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar, buah silindris atau mirip piramida).
Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia yaitu golongan Cayene dan Queen. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul yaitu nenas Bogor, Subang dan Palembang.
B. MORFOLOGI
Ananas comosus (L.) Merr. yaitu sejenis flora tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun banyak sekali serangga juga mempunyai tugas yang sama.
Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati, melainkan adonan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap ’sisik’ pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung — bahu-membahu dengan tongkol (spadix) bunga beragam — menjadi satu ‘buah’ besar. Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia menyebarkan tumbuhan muda (bagian ‘mahkota’ buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.
Nenas merupakan tumbuhan buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Herba tahunan atau dua tahunan, tinggi 50-150 cm, terdapat tunas merayap pada belahan pangkalnya. Daun berkumpul dalam roset akar dan pada belahan pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm, ujung lancip ibarat duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga beragam tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang. Buahnya buah buni majemuk, bundar panjang, berdaging, berwarna hijau, bila masak warnanya menjadi kuning. Buah nenas rasanya enak, asam hingga manis. Bijinya kecil, seringkali tidak jadi. Tanaman buah nanas sanggup diperbanyak dengan mahkota, tunas batang, stek atau tunas ketiak daunnya.
C. SYARAT TUMBUH
1. Iklim
1. Tanaman nanas sanggup tumbuh pada keadaan iklim lembap maupun kering.
2. Pada umumnya tumbuhan nanas ini toleran terhadap kekeringan serta mempunyai kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000-1500 mm/tahun. Akan tetapi tumbuhan nanas tidak toleran terhadap hujan salju lantaran rendahnya suhu.
3. Tanaman nanas sanggup tumbuh dengan baik dengan cahaya matahari rata-rata 33-71% dari kelangsungan maksimumnya, dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam.
4. Suhu yang sesuai untuk budidaya tumbuhan nanas yaitu 23-32 derajat C, tetapi juga sanggup hidup di lahan bersuhu rendah hingga 10 derajat C.
2. Media Tanam
1. Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tumbuhan nanas. Meskipun demikian, lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir, subur, gembur dan banyak mengandung materi organik serta kandungan kapur rendah.
2. Derajat keasaman yang cocok yaitu dengan pH 4,5-6,5. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6,5) mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil dan klorosis. Sedangkan tanah yang asam (pH 4,5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium, dan Molibdinum dengan cepat.
3. Air sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tumbuhan nanas untuk peresapan unsur-unsur hara yang sanggup larut di dalamnya. Aerasi dan drainasenya harus baik, alasannya tumbuhan yang terendam akan sangat gampang terjangkit bacin akar. Nanas sangat suka bila ditanam di kawasan yang agak miring, sehingga begitu ada air yang melimpah, begitu cepat pula tanah tersebut menjadi kering.
3. Ketinggian Tempat
Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl. Pertumbuhan optimum tumbuhan nanas antara 100-700 m dpl.
D. BUDIDAYA NANAS
1. Pembibitan
Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. Nanas sanggup dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatif digunakan yaitu tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian, (jarang digunakan). Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tumbuhan yang pertumbuhannya normal, sehat serta bebas dari hama dan penyakit.
1) Persyaratan Benih
Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi, bebas hama dan penyakit, gampang diperoleh dalam jumlah banyak, pertumbuhan relatif seragam serta gampang dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang.
2) Penyiapan Benih
Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan lantaran membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tidak sanggup melaksanakan penyerbukan sendiri dan tidak menghasilkan biji. Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus: tunas yang tumbuh dari belahan batang yang terletak di dalam tanah, jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit, bentuk daun lebih langsing, masa remaja tunas akar relatif pendek. Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang, jumlah tunas buah per tumbuhan relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman. Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya yaitu tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang, kemudian disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak, seragam, dan gampang dalam pengangkutan.
Penyiapan benih (bibit) untuk tumbuhan nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek. Penyiapan bibit tunas batang: menentukan tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen. Tunas batang yang baik yaitu panjang 30-35 cm. Daun-daun erat pangkal pohon dipotong untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan, sehabis itu biarkan selama beberapa hari di kawasan teduh dan bibit siap angkut ke kawasan penanaman eksklusif segera ditanam.
Untuk penyiapan bibit nanas dari stek, langkah pertama yang dilakukan yaitu memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2,5 cm, kemudian potongan dibelah menjadi 4 belahan yang mengandung mata tunas. Media semai berupa pasir higienis dalam kolam tanam. Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut, ditanam di kebun. Bila bibit akan diangkut dalam jarak jauh, akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab.
3) Teknik Penyemaian
Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus. Akan lebih baik apabila dioleskan zat perangsang akar (mis; Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. Belahan batang pada kolam persemaian disemaikan sedalam 1,5 - 2,5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Kondisi media persemaian dijaga semoga tetap lembab dan sirkulasi udara baik, dengan menutup kolam persemaian dengan lembar plastik tembus cahaya (bening).
Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. Media persemaian disuburkan dengan pupuk kandang. Campuran media berupa tanah halus, pasir dan pupuk sangkar halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk sangkar halus (1:1).
4) Pemeliharan Pembibitan
Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara terpola dijaga semoga kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Pemupukan dilakukan dengan sumbangan pupuk sangkar dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Penjarangan dan sumbangan pestisida sanggup dilakukan bila diperlukan. Pemindahan bibit sanggup dilakukan bila ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan.
2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan Lahan
Penanaman nanas sanggup dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik yaitu disaat waktu isu terkini kemarau, dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. Pengolahan tanah sanggup dilakukan pada awal isu terkini hujan.
Tanah diolah dengan dicangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari semoga tanah benarbenar matang dan siap ditanami.
2) Pembentukan Bedengan
Pembentukan bedengan sanggup dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah, kemudian di sekililingnya dibentuk terusan pemasukan dan pembuangan air. Sistem bedengan dilakukan dengan cara menciptakan bedengan-bedengan selebar 80-120 cm, jarak antar bedengan 90-150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam. Tinggi petakan atau bedengan yaitu antara 30-40 cm atau menyesuaikan.
Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tumbuhan nanas yaitu 4,5-6,5. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau materi kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4,5). Dosis kapur diubahsuaikan dengan pH tanah, namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. Bila tidak turun hujan, sehabis pengapuran segera dilakukan pengairan tanah semoga kapur cepat melarut.
3) Pemupukan
Dalam penanaman nanas dilakukan sumbangan pupuk sangkar dengan takaran 20 ton per hektar. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan urea. Nitrogen (N) sangat diharapkan untuk pertumbuhan tanaman, fosfor diharapkan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diharapkan untuk perkembangan buah, khususnya nanas. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan.
3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanam
Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tumbuhan dan urutan jenis tumbuhan dengan waktu tertentu, dalam kurun waktu setahun. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam, yaitu:
o sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan; 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm, dan jarak antar barisan yaitu 90 cm.
o Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm, dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan yaitu 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm, dan jarak antar barisan tumbuhan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tumbuhan yaitu 90 cm.
o Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan yaitu 90 cm.
o sistem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tumbuhan 90 cm.
2) Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. Untuk menciptakan lubang tanam digunakan pacul, tugal atau alat lain.
3) Cara Penanaman
Penanaman yang baik dilakukan pada awal isu terkini hujan. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) menciptakan lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih; (2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam; (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas semoga tidak gampang roboh dan akar tumbuhan sanggup kontak eksklusif dengan air tanah; (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah; (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, 3-5 cm belahan pangkal batang tertimbun tanah semoga bibit gampang busuk.
4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan nanas tidak dilakukan lantaran tumbuhan nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diharapkan untuk mengganti tumbuhan yang tidak tumbuh dengan baik dengan impian memperoleh hasil tumbuhan yang seragam dan serempak.
2) Penyiangan
Penyiangan diharapkan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tumbuhan nanas dalam hal kebutuhan air, unsur hara dan sinar matahari. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun, namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan acara pemupukan. Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan.
3) Pembubunan
Pembubunan diharapkan dalam penanaman nanas, dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan, semoga bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam, sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tumbuhan nanas bangun kuat.
4) Pemupukan
Pemupukan dilakukan sehabis tumbuhan berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali hingga tumbuhan berbunga dan berbuah. Jenis dan takaran pupuk yang digunakan adalah: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan takaran yang sama.
1. Pada umur 6 bulan dipupuk sangkar 10 ton/ha. Cara sumbangan pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tumbuhan nanas, kemudian tutup dengan tanah. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk 900 liter larutan Nitrogen dengan takaran 40 gram Urea per liter atau urea per hektar.
2. KCL sangat mempunyai kegunaan untuk menghasilkan rasa buah yang manis dan legit. TSP untuk kematangan pohon dan jenis buah yang bagus. Urea untuk pertumbuhan akar dan daun
5) Pengairan dan Penyiraman
Sekalipun tumbuhan nanas tahan terhadap iklim kering, namun untuk pertumbuhan tumbuhan yang optimal diharapkan air yang cukup. Pengairan/penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. Tanaman nanas sampaumur masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. Tanah yang terlalu kering sanggup mengakibatkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil.
5. Panen
Panen buah nanas dilakukan sehabis nanas berumur 12-24 bulan, tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan, hingga panen buah sehabis berumur 24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen sehabis umur 18 bulan, sedangkan tunas akar sehabis berumur 12 bulan. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen:
a. Mahkota buah terbuka.
b. Tangkai ubah mengkerut.
c. Mata buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat.
d. Warna belahan dasar buah kuning.
e. Timbul aroma nanas yang harum dan khas.
Jika buah telah siap dipanen, biasanya akan tumbuh bibit/anakan nenas dibawah pohon induk/utama yang biasa disebut “bibit ketiak”. Sehingga nenas dipanen dengan menebang pohon induk/utamanya, tetapi tetap membiarkan anakan nenas tumbuh disamping/dibawahnya.
Nanas dipanen dengan cara pangkal tangkai buah dipotong mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. Pemanenan dilakukan secara hati-hati semoga tidak rusak dan memar.
Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan lantaran pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil. Cara peremajaan yaitu membongkar seluruh tumbuhan nanas untuk diganti dengan bibit yang baru.
Potensi produksi per hektar pada tumbuhan nanas yang dibudidayakan intensif sanggup mencapai 38-75 ton/hektar. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar, tergantung jenis nanas dan sistem tanam.
http://pertanian.blogdetik.com/2009/03/05/nanas-ananas-comosus-l-merr/
0 Response to "Teknik Budidaya Nanas"
Post a Comment