Cara Budidaya Ikan Baronang
Sunday, January 5, 2020
Add Comment
Cara Budidaya Ikan Baronang
1. PENDAHULUAN
1) Latar Belakang
Ikan baronang ialah salah satu jenis komoditas yang potensial untuk dikembangkan mengingat harganya yang cukup mahal. Saat ini sudah banyak masyarakat yang membudidaya-kannya dengan memakai benih dari alam. Sejak tahun 1988 ikan baronang sudah sanggup dibenihkan dengan banyak sekali upaya baik secara alami maupun penggunaan hormon dan stripping.
2) Persyaratan Lokasi
a. Sumber air bahari higienis dan jernih sepanjang tahun.
b. Bebas dari pencemaran.
c. Dasar perairan bahari berpasir atau berkarang.
d. Dekat dengan lokasi pemasaran/pemasok induk
2. TEKNIK PEMBENIHAN
1) Bahan
a. Induk ikan jantan dan betina perbandingannya 1 : 1.
b. Bak pemijahan.
c. Bak penetasan.
d. Bak pemeliharaan larva.
2) Seleksi Induk
Induk yang matang telur hasil pembesaran dalam kurungan apung dipindahkan ke dalam bak-bak pemijahan dengan volume air + 3 m3.
3) Metoda Pemijahan
Metoda yang dipakai ialah pemijahan alami, pemijahan dengan rangsangan rangsangan hormon dan pemijahan dengan stripping.
a. Pemijahan alami
Induk ikan baronang umumnya memijah pada bulan gelap, waktu memijah sekitar petang menjelang malam atau dinihari menjelang subuh. Ikan baronang memijah umumnya pada bulan Pebruari s/d September.
b. Pemijahan dengan hormon
Induk ikan yang sudah matang telur dirangsang untuk memijah dengan suntikan hormon gonadotropin. Induk betina disuntik dengan 500 MU dan induk jantan disuntik dengan 250 MU (mouse unit). Biasanya setelah 6 -8 jam ikan akan memijah.
c. Pemijahan dengan stripping
Stripping sanggup dilakukan dengan dua cara yaitu cara kering dan cara basah.
c.1. Cara kering
Sel telur hasil stripping dari induk betina dicampur dengan sperma jantan, pencampuran dilakukan dengan bulu ayam/bulu bebek, kemudian dibiarkan selama + 10 menit. Setelah itu dicuci dengan air bahari yang telah disaring dan disterilisasi, gres telur dipindahkan ke kolam penetasan.
c.2. Cara basah
Sel telur dan sperma hasil stripping dicampur dalam air bahari yang telah disterilisasi dan dibiarkan selama + 10 menit, kemudian dicuci dan dipindahkan ke dalam kolam penetasan.
A. Pengambilan Sperma
B. Pengambilan telur dengan cara stripping
C. Pencampuran sperma dan telur
D. Diaduk dengan bulu ayam/bebek
E. Pencucian telur
F. Pencucian dengan air mengalir dalam plankton net
1) Latar Belakang
Ikan baronang ialah salah satu jenis komoditas yang potensial untuk dikembangkan mengingat harganya yang cukup mahal. Saat ini sudah banyak masyarakat yang membudidaya-kannya dengan memakai benih dari alam. Sejak tahun 1988 ikan baronang sudah sanggup dibenihkan dengan banyak sekali upaya baik secara alami maupun penggunaan hormon dan stripping.
2) Persyaratan Lokasi
a. Sumber air bahari higienis dan jernih sepanjang tahun.
b. Bebas dari pencemaran.
c. Dasar perairan bahari berpasir atau berkarang.
d. Dekat dengan lokasi pemasaran/pemasok induk
2. TEKNIK PEMBENIHAN
1) Bahan
a. Induk ikan jantan dan betina perbandingannya 1 : 1.
b. Bak pemijahan.
c. Bak penetasan.
d. Bak pemeliharaan larva.
2) Seleksi Induk
Induk yang matang telur hasil pembesaran dalam kurungan apung dipindahkan ke dalam bak-bak pemijahan dengan volume air + 3 m3.
3) Metoda Pemijahan
Metoda yang dipakai ialah pemijahan alami, pemijahan dengan rangsangan rangsangan hormon dan pemijahan dengan stripping.
a. Pemijahan alami
Induk ikan baronang umumnya memijah pada bulan gelap, waktu memijah sekitar petang menjelang malam atau dinihari menjelang subuh. Ikan baronang memijah umumnya pada bulan Pebruari s/d September.
b. Pemijahan dengan hormon
Induk ikan yang sudah matang telur dirangsang untuk memijah dengan suntikan hormon gonadotropin. Induk betina disuntik dengan 500 MU dan induk jantan disuntik dengan 250 MU (mouse unit). Biasanya setelah 6 -8 jam ikan akan memijah.
c. Pemijahan dengan stripping
Stripping sanggup dilakukan dengan dua cara yaitu cara kering dan cara basah.
c.1. Cara kering
Sel telur hasil stripping dari induk betina dicampur dengan sperma jantan, pencampuran dilakukan dengan bulu ayam/bulu bebek, kemudian dibiarkan selama + 10 menit. Setelah itu dicuci dengan air bahari yang telah disaring dan disterilisasi, gres telur dipindahkan ke kolam penetasan.
c.2. Cara basah
Sel telur dan sperma hasil stripping dicampur dalam air bahari yang telah disterilisasi dan dibiarkan selama + 10 menit, kemudian dicuci dan dipindahkan ke dalam kolam penetasan.
A. Pengambilan Sperma
B. Pengambilan telur dengan cara stripping
C. Pencampuran sperma dan telur
D. Diaduk dengan bulu ayam/bebek
E. Pencucian telur
F. Pencucian dengan air mengalir dalam plankton net
Gambar 1. Pemijahan
4) Penetasan Telur
a. Persiapan
Bak penetasan disiapkan dengan dibersihkan memakai materi kimia chlorin dengan takaran 200 ppm. Kualitas air menyerupai oksigen, pH, salintas, suhu, kecerahan, kandungan gas dan logam berat harus dijaga biar tidak melebihi batas ambangnya.
b. Penetasan
Telur yang dibuahi akan menetas dalam waktu 22 - 24 jam pada suhu air 26 - 280 C. Telur yang tidak dibuahi akan karam ke dasar bak.
5) Pemeliharaan Larva
Larva yang dirawat dengan seksama terutama sehabis kuning telurnya habis. Pada tahap ini larva diberi pakan hidup alami berupa chlorella sp, rotifera dan daging ikan yang dicincang. Dari beberapa macam jenis jasad pakan tersebut tidak diberikan secara bersamaan melainkan disusun berdasarkan jadwal yang tertentu sesuai dengan perkembangan larva.
6) Pengelolaan Kualitas Air
Air bahari untuk pemeliharaan larva ialah air bahari yang sudah mengalami beberapa saringan, pertama melalui saringan pasir kemudian saringan millipore yang berdiameter 10 dan 15 mikron. Pembersihan tangki harus dilakukan secara periodik dengan memakai siphon (pipa plastik), larva telah berumur antara 7 - 20 hari, dasar tangki harus dibersihkan setiap 2 hari sekali, kalau larva berumur di atas 21 hari pencucian dasar tangki dilakukan setiap hari.
Read more: http://zonaikankita.blogspot.com
4) Penetasan Telur
a. Persiapan
Bak penetasan disiapkan dengan dibersihkan memakai materi kimia chlorin dengan takaran 200 ppm. Kualitas air menyerupai oksigen, pH, salintas, suhu, kecerahan, kandungan gas dan logam berat harus dijaga biar tidak melebihi batas ambangnya.
b. Penetasan
Telur yang dibuahi akan menetas dalam waktu 22 - 24 jam pada suhu air 26 - 280 C. Telur yang tidak dibuahi akan karam ke dasar bak.
5) Pemeliharaan Larva
Larva yang dirawat dengan seksama terutama sehabis kuning telurnya habis. Pada tahap ini larva diberi pakan hidup alami berupa chlorella sp, rotifera dan daging ikan yang dicincang. Dari beberapa macam jenis jasad pakan tersebut tidak diberikan secara bersamaan melainkan disusun berdasarkan jadwal yang tertentu sesuai dengan perkembangan larva.
6) Pengelolaan Kualitas Air
Air bahari untuk pemeliharaan larva ialah air bahari yang sudah mengalami beberapa saringan, pertama melalui saringan pasir kemudian saringan millipore yang berdiameter 10 dan 15 mikron. Pembersihan tangki harus dilakukan secara periodik dengan memakai siphon (pipa plastik), larva telah berumur antara 7 - 20 hari, dasar tangki harus dibersihkan setiap 2 hari sekali, kalau larva berumur di atas 21 hari pencucian dasar tangki dilakukan setiap hari.
Read more: http://zonaikankita.blogspot.com

0 Response to "Cara Budidaya Ikan Baronang"
Post a Comment