Cara Menentukan Pakan Pembentuk Warna Dan Batikan Ikan Oskar
Monday, January 6, 2020
Add Comment
Pakan bagi ikan hias selain untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk hidup dan tumbuh, juga diharapkan untuk memenuhi kebutuhan "pigmen" (zat warna), Menurut National Research Council, pigmen inilah yang dipakai ikan hias untuk membentuk dan mempercantik warna tubuhnya. Masing-masing ikan hias ternyata memerlukan pigmen tertentu untuk memperanggun penampilannya, tak terkecuali ikan oskar.
Dibalik penampilan wajahnya yang seram, bentuk mulutnya yang menakutkan, ikan oskar (Astronotus ocellatus cuvier) mempunyai daya pikat tersendiri. Daya pikatnya terletak pada keindahan bercak-bercak kuning, jingga atau merah yang tersusun begitu indah dan membentuk semacam batikan pada tubuhnya. Karena nilai seni batikannya itu, oskar banyak digemari. Kemolekannya ditentukan oleh ukuran luasan batik dan intensitas (kecerahan) warna batikannya.
Oskar mengalami perubahan dan perkembangan warna yang dipengaruhi oleh ketersediaan pigmen di dalam tubuhnya sejalan dengan perubahan umurnya. Ikan oskar yang berumur 2 bulan warnanya masih buram. Bertambahnya umur satu bulan kemudian, baru-lah timbul warna cerah dibagian leher. dan 2 bulan berikutnya, selain dibagian leher, pada bab badan lainnya juga mulai berwarna cerah. Perkembangan warna pada ikan oskar sanggup dirangsang dengan proteksi pakan yang banyak mengandung pigmen. Hal ini menunjukkan kemungkinan ditemukannya pakan yang sanggup memacu perkembangan warna tersebut.
MACAM DAN SUMBER PIGMEN
Pigment ialah zat yang menunjukkan kualitas warna tertentu pada suatu materi (ikan), sehingga tampak oleh mata bahwa benda (ikan) tersebut berwarna. Pigmen pada ikan tersimpan dalam tubuhnya dengan jumlah yang relatif tetap, dan lebih banyak tersimpan pada sisik, kulit/kerangka luar, bulu dan bab lain dari badan sebelah luar.
Ada 2 jenis pigment yang sangat berperan pada pewarnaan ikan, yakni "Karotenoid dan Melanin". Karotenoid, inilah yang menjadikan warna kuning, jingga tua/orange dan merah pada sisik, kulit/rangka luar pada hewan-hewan aquatic termasuk ikan. Sedangkan Melanin, ialah pigmen yang menjadikan warna coklat hingga hitam. Terkadang, melanin juga sanggup menjadikan warna kuning atau merah. Pigmen melanin terutama berperan dalam perubahan warna ikan alasannya ialah dampak lingkungan atau internal dari dalam badan ikan sendiri. Untuk keadaan normal (tidak ada gangguan lingkungan luar dan internal) pigmen karotenoid-lah yang paling memilih mutu warna ikan.
Namun sayangnya ikan tidak bisa men-sintesa (menyusun) jenis pigmen ini. Sehingga kebutuhannya harus dipenuhi dari luar yakni dari pakan yang diberikan. Sumber pigmen yang baik ialah pakan yang mengandung karetenoid jenis "xanthophyll".
Berdasarkan penelitian National Research Council pada tahun 1983, pakan yang mengandung 20 - 25 mg xanthophyll per kilogram bobot kering pakan sudah sanggup menunjukkan pewarnaan (pigmentasi) yang baik bagi ikan-ikan hias. Mutu pewarnaan akan menjadi lebih indah lagi jikalau pakannya mengandung 50 -60 mg xanthophyll per kilogram bobot kering pakan.
Xanthophyll jenisnya bermacam-macam. Xanthopyll yang paling berperan dalam pewarnaan ikan ialah pigmen kuning lutein, zeaxanthin dan xanthin. Jenis xanthopyll yang dibutuhkan ikan tergantung dari spesies ikan dan mutu pewarnaan yang diinginkan manusia. Karena masing-masing ikan mempunyai kemampuan yang berbeda dalam mengubah jenis karotenoid yang dicerna menjadi jenis karotenoid yang diperlukan.
PAKAN
Oskar tergolong ikan karnivora (pemakan daging). Banyak jenis jasad pakan yang bisa dimakan oskar, antara lain , cacing-cacingan, udang-udangan, banyak sekali macam serangga, dan ikan-ikan kecil. Hobbies biasa memberi makan oskar dengan apa saja. Bertemu kecoak di kamar mandi, dikejar, ditangkap dan dijadikan pakan untuk oskar. Asal ikan itu mau makan dan hobies sanggup menikmati keindahan cara oskar melahap mangsanya yang begitu yummy ditonton.
Namun untuk memperoleh kualitas warna dan batikan oskar yang baik tidak cukup hanya asal kenyang. Melainkan yang lebih utama ialah memperhatikan kandungan pigmen pakan yang diberikan.
Pakan yang gampang diperoleh di pasaran atau di toko-toko akuarium disamping pakan buatan, ialah udang rebon dan cacing rambut. Ternyata udang rebon dan cacing rambut lebih bisa memenuhi keperluan pigmen bagi ikan hias, termasuk oskar. Namun kandungan pigmen pada udang rebon jauh lebih tinggi dibanding cacing rambut. Hasil perbandingan dampak pakan udang rebon (Acetes. sp.), cacing rambut (Tubifex), dan adonan keduanya menerangkan bahwa proteksi pakan udang rebon-lah yang menghasilkan warna batikan maksimal yang cenderung lebih jingga atau merah.
Dan menurut hasil uji pengamatan mata (organoleptik) dengan udang rebon mutu warna batikan dan batikan oskar menerima nilai 8,1. Sedangkan proteksi pakan adonan udang rebon dan cacing rambut kepada ikan oskar hanya bisa menerima nilai organoleptik 4,3 (Pengujian dilakukan oleh : Ester Nuki URS, tahun 1992).
Kelebihan lain proteksi pakan udang rebon untuk oskar ialah bisa menghasilkan luasan batikan yang berwarna jingga muda kemerah-merahan relatif lebih luas dibandingkan proteksi masakan pakan campuran.
Dibalik penampilan wajahnya yang seram, bentuk mulutnya yang menakutkan, ikan oskar (Astronotus ocellatus cuvier) mempunyai daya pikat tersendiri. Daya pikatnya terletak pada keindahan bercak-bercak kuning, jingga atau merah yang tersusun begitu indah dan membentuk semacam batikan pada tubuhnya. Karena nilai seni batikannya itu, oskar banyak digemari. Kemolekannya ditentukan oleh ukuran luasan batik dan intensitas (kecerahan) warna batikannya.
Oskar mengalami perubahan dan perkembangan warna yang dipengaruhi oleh ketersediaan pigmen di dalam tubuhnya sejalan dengan perubahan umurnya. Ikan oskar yang berumur 2 bulan warnanya masih buram. Bertambahnya umur satu bulan kemudian, baru-lah timbul warna cerah dibagian leher. dan 2 bulan berikutnya, selain dibagian leher, pada bab badan lainnya juga mulai berwarna cerah. Perkembangan warna pada ikan oskar sanggup dirangsang dengan proteksi pakan yang banyak mengandung pigmen. Hal ini menunjukkan kemungkinan ditemukannya pakan yang sanggup memacu perkembangan warna tersebut.
MACAM DAN SUMBER PIGMEN
Pigment ialah zat yang menunjukkan kualitas warna tertentu pada suatu materi (ikan), sehingga tampak oleh mata bahwa benda (ikan) tersebut berwarna. Pigmen pada ikan tersimpan dalam tubuhnya dengan jumlah yang relatif tetap, dan lebih banyak tersimpan pada sisik, kulit/kerangka luar, bulu dan bab lain dari badan sebelah luar.
Ada 2 jenis pigment yang sangat berperan pada pewarnaan ikan, yakni "Karotenoid dan Melanin". Karotenoid, inilah yang menjadikan warna kuning, jingga tua/orange dan merah pada sisik, kulit/rangka luar pada hewan-hewan aquatic termasuk ikan. Sedangkan Melanin, ialah pigmen yang menjadikan warna coklat hingga hitam. Terkadang, melanin juga sanggup menjadikan warna kuning atau merah. Pigmen melanin terutama berperan dalam perubahan warna ikan alasannya ialah dampak lingkungan atau internal dari dalam badan ikan sendiri. Untuk keadaan normal (tidak ada gangguan lingkungan luar dan internal) pigmen karotenoid-lah yang paling memilih mutu warna ikan.
Namun sayangnya ikan tidak bisa men-sintesa (menyusun) jenis pigmen ini. Sehingga kebutuhannya harus dipenuhi dari luar yakni dari pakan yang diberikan. Sumber pigmen yang baik ialah pakan yang mengandung karetenoid jenis "xanthophyll".
Berdasarkan penelitian National Research Council pada tahun 1983, pakan yang mengandung 20 - 25 mg xanthophyll per kilogram bobot kering pakan sudah sanggup menunjukkan pewarnaan (pigmentasi) yang baik bagi ikan-ikan hias. Mutu pewarnaan akan menjadi lebih indah lagi jikalau pakannya mengandung 50 -60 mg xanthophyll per kilogram bobot kering pakan.
Xanthophyll jenisnya bermacam-macam. Xanthopyll yang paling berperan dalam pewarnaan ikan ialah pigmen kuning lutein, zeaxanthin dan xanthin. Jenis xanthopyll yang dibutuhkan ikan tergantung dari spesies ikan dan mutu pewarnaan yang diinginkan manusia. Karena masing-masing ikan mempunyai kemampuan yang berbeda dalam mengubah jenis karotenoid yang dicerna menjadi jenis karotenoid yang diperlukan.
PAKAN
Oskar tergolong ikan karnivora (pemakan daging). Banyak jenis jasad pakan yang bisa dimakan oskar, antara lain , cacing-cacingan, udang-udangan, banyak sekali macam serangga, dan ikan-ikan kecil. Hobbies biasa memberi makan oskar dengan apa saja. Bertemu kecoak di kamar mandi, dikejar, ditangkap dan dijadikan pakan untuk oskar. Asal ikan itu mau makan dan hobies sanggup menikmati keindahan cara oskar melahap mangsanya yang begitu yummy ditonton.
Namun untuk memperoleh kualitas warna dan batikan oskar yang baik tidak cukup hanya asal kenyang. Melainkan yang lebih utama ialah memperhatikan kandungan pigmen pakan yang diberikan.
Pakan yang gampang diperoleh di pasaran atau di toko-toko akuarium disamping pakan buatan, ialah udang rebon dan cacing rambut. Ternyata udang rebon dan cacing rambut lebih bisa memenuhi keperluan pigmen bagi ikan hias, termasuk oskar. Namun kandungan pigmen pada udang rebon jauh lebih tinggi dibanding cacing rambut. Hasil perbandingan dampak pakan udang rebon (Acetes. sp.), cacing rambut (Tubifex), dan adonan keduanya menerangkan bahwa proteksi pakan udang rebon-lah yang menghasilkan warna batikan maksimal yang cenderung lebih jingga atau merah.
Dan menurut hasil uji pengamatan mata (organoleptik) dengan udang rebon mutu warna batikan dan batikan oskar menerima nilai 8,1. Sedangkan proteksi pakan adonan udang rebon dan cacing rambut kepada ikan oskar hanya bisa menerima nilai organoleptik 4,3 (Pengujian dilakukan oleh : Ester Nuki URS, tahun 1992).
Kelebihan lain proteksi pakan udang rebon untuk oskar ialah bisa menghasilkan luasan batikan yang berwarna jingga muda kemerah-merahan relatif lebih luas dibandingkan proteksi masakan pakan campuran.

0 Response to "Cara Menentukan Pakan Pembentuk Warna Dan Batikan Ikan Oskar"
Post a Comment