Teknik Budidaya Ikan Hias Oskar
Tuesday, January 7, 2020
Add Comment
Oskar ( Astronotus ocellatus) merupakan salah satu jenis cichlid yang berasal dari Amerika Selatan tepatnya di perairan sungai Amazon. Ikan ini mempunyai warna dasar hitam dengan warna batik oranye yang menonjol. Saat ini telah banyak spesies oscar yang telah dikembangkan, diantaranya Tiger Oscar, Red Tiger Oscar, Albino Tiger Oscar, Albino Red Oscar, Gold Oscar, Half Back Oscar dal lain-lain.
Pemilihan Induk
Pemijahan oskar sanggup dilakukan pada induk yang telah berumur 1.5 tahun atau dengan panjang badan ± 15 cm. Dalam memijah oskar mempunyai sifar menyerupai discus, yaitu ikan ini akan membentuk pasangan sendiri-sendiri. Oleh alasannya ialah itu seleksi induk oskar dianjurkan dilakukan semenjak berumur 5-6 bulan dengan cara mencampurkan 10 ekor atau lebih Oskar dengan jenis kelamin yang berbeda.
Perbedaan induk jantan dan betina sanggup dilihat dari bentuk tubuhnya walaupun tidak terlalu jelas. Induk jantan biasanya mempunyai badan yang relatif lebih panjang daripada induk betina. Pada masa kawin induk betina biasanya mempunyai perut yang lebih gendut.
Persiapan Pemijahan
Pemijahan sanggup dilakukan pada kolam semen berukuran 150 x 100 x 50 cm dengan ketinggian air 30 cm. Setelah wadah pemijahan dibersihkan, substrat untuk daerah menempelnya telur dimasukkan ke dalam bak. Substrat sanggup berupa batu, bagian keramik lantai atau pipa pvc. Air untuk pemijahan harus jernih dan steril dengan suhu 24 – 280C dan pH 6,5 – 7.
Proses Pemijahan
Perbandingan antara induk jantan dan betina yang akan dipijahkan dalam kolam tembok ialah 1 : 2, sehingga dalam satu tembok sanggup diisi dua pasang induk. Induk jantan akan mempersiapkan sarang (tempat telur) dan membersihkannya dengan mulutnya. Dua hari kemudian, induk jantan akan menggiring induk betina untuk kawin.
Pemijahan berlangsung pada siang atau sore hari. Apabila telur telah melekat pada substrat, telur segera dipindahkan ke wadah pemeliharaan larva
Penetasan dan Pemeliharaan Larva
Wadah penetasan dan pemeliharaan larva berupa akuarium dengan ukuran 100 x 50 x 50 cm yang diisi air setinggi 30 cm dengan aerasi lemah. Untuk menghindari jamur, air pemeliharaan larva diberi larutan MGO dan MB.
Telur akan menetas sehabis 2-3 hari. Larva tidak diberi pakan hingga berumur 4 hari alasannya ialah larva masih mempunyai cadangan kuning telur. Setelah kuning telur habis, larva diberi pakan berupa infusoria hingga berumur 7 hari dan kemudian diberi pakan kutu air.
Merawat Anak Ikan
Setelah berumur 15 hari, seleksi pada anak ikan sanggup dilakukan dengan cara memindahkan ke dalam wadah yang lebih luas. Padat tebar di akuarium dan kolam tembok sebanyak 10 – 15 ekor/ liter air. Pakan yang diberikan berupa kutu air atau cacing rambut
Sumber :
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya [DJPB].
http://a289431artikel.blogspot.com
Pemilihan Induk
Pemijahan oskar sanggup dilakukan pada induk yang telah berumur 1.5 tahun atau dengan panjang badan ± 15 cm. Dalam memijah oskar mempunyai sifar menyerupai discus, yaitu ikan ini akan membentuk pasangan sendiri-sendiri. Oleh alasannya ialah itu seleksi induk oskar dianjurkan dilakukan semenjak berumur 5-6 bulan dengan cara mencampurkan 10 ekor atau lebih Oskar dengan jenis kelamin yang berbeda.
Perbedaan induk jantan dan betina sanggup dilihat dari bentuk tubuhnya walaupun tidak terlalu jelas. Induk jantan biasanya mempunyai badan yang relatif lebih panjang daripada induk betina. Pada masa kawin induk betina biasanya mempunyai perut yang lebih gendut.
Persiapan Pemijahan
Pemijahan sanggup dilakukan pada kolam semen berukuran 150 x 100 x 50 cm dengan ketinggian air 30 cm. Setelah wadah pemijahan dibersihkan, substrat untuk daerah menempelnya telur dimasukkan ke dalam bak. Substrat sanggup berupa batu, bagian keramik lantai atau pipa pvc. Air untuk pemijahan harus jernih dan steril dengan suhu 24 – 280C dan pH 6,5 – 7.
Proses Pemijahan
Perbandingan antara induk jantan dan betina yang akan dipijahkan dalam kolam tembok ialah 1 : 2, sehingga dalam satu tembok sanggup diisi dua pasang induk. Induk jantan akan mempersiapkan sarang (tempat telur) dan membersihkannya dengan mulutnya. Dua hari kemudian, induk jantan akan menggiring induk betina untuk kawin.
Pemijahan berlangsung pada siang atau sore hari. Apabila telur telah melekat pada substrat, telur segera dipindahkan ke wadah pemeliharaan larva
Penetasan dan Pemeliharaan Larva
Wadah penetasan dan pemeliharaan larva berupa akuarium dengan ukuran 100 x 50 x 50 cm yang diisi air setinggi 30 cm dengan aerasi lemah. Untuk menghindari jamur, air pemeliharaan larva diberi larutan MGO dan MB.
Telur akan menetas sehabis 2-3 hari. Larva tidak diberi pakan hingga berumur 4 hari alasannya ialah larva masih mempunyai cadangan kuning telur. Setelah kuning telur habis, larva diberi pakan berupa infusoria hingga berumur 7 hari dan kemudian diberi pakan kutu air.
Merawat Anak Ikan
Setelah berumur 15 hari, seleksi pada anak ikan sanggup dilakukan dengan cara memindahkan ke dalam wadah yang lebih luas. Padat tebar di akuarium dan kolam tembok sebanyak 10 – 15 ekor/ liter air. Pakan yang diberikan berupa kutu air atau cacing rambut
Sumber :
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya [DJPB].
http://a289431artikel.blogspot.com

0 Response to "Teknik Budidaya Ikan Hias Oskar"
Post a Comment