Cara Perawatan Flora Ubi Jalar
Thursday, April 25, 2019
Add Comment
![]() |
| CARA PERAWATAN TANAMAN UBI JALAR |
Selama 3 (tiga) ahad sehabis ditanam, penanaman ubi jalar harus harus diamati kontinu, terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang mati harus segera disulam. Cara menyulam yaitu dengan mencabut bibit yang mati, kemudian diganti dengan bibit yang baru, dengan menanam sepertiga pecahan pangkal setek ditimbun tanah.
Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, pada ketika sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat yang teduh.
PENYIANGAN
Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya gampang ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing tumbuhan ubi jalar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahaari. Oleh sebab itu, gulma harus segera disiangi. Bersama-sama acara penyiangan dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.
PEMBUBUNAN
Penyiangan dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan sehabis tanam, kemudian diulang ketika tumbuhan berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan pembumbunan mencakup tahap-tahap sebagai berikut:
Bersihkan rumput liar (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati biar tidak merusak akar tumbuhan ubi jalar.
Gemburkan tanah disekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam kanal antar guludan.
Timbunkan kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan sampai tanah cukup basah.
PEMUPUKAN

Zat hara yang terbawa atau terangkut pada ketika panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu terdiri dari 70 kg N (± 156 kg urea), 20 kg P2O5 (±42 kg TSP), dan 110 kg K2O (± 220 kg KCl) per hektar pada tingkat hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut ketika panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.
Dosis pupuk yang sempurna harus menurut hasil analisis tanah atau tumbuhan di tempat setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan secara umum yaitu 45-90kg N/ha (100-200 kg urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (±50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (±100 kg Cl/ha).
Pemupukan sanggup dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal. Pemupukan dengan sistem larikan mula-mula buat larikan (alur) kecil di sepanjang guludan sejauh 7-10 cm dari batang tanaman, sedalam 5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.
PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
TANAMAN UBI JALAR

Meskipun tumbuhan ubi jalar tahan terhadap kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan ketersediaan air tanah yang memadai. Seusai tanam, tanah atau guludan tempat pertanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit sampai tanah cukup basah, kemudian airnya dialirkan keseluruh pembuangan. Pengairan berikutnya masih diharapkan secara kontinu sampai tumbuhan ubi jalar berumur 1-2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 ahad sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan.
Waktu pengairan yang paling baik yaitu pada pagi atau sore hari. Di tempat yang sumber airnya memadai, pengairan sanggup dilakukan kontinu seminggu sekali. Hal Yang penting diperhatikan dalam acara pengairan yaitu menghindari biar tanah tidak terlalu becek (air menggenang).
sumber: http://agromaret.com


0 Response to "Cara Perawatan Flora Ubi Jalar"
Post a Comment