Pengenalan Tanaman Buah Dan Sayuran Merambat

Sebelum kita berbicara wacana Tanaman Buah dan Sayuran Merambat, lebih baik mengetahui definisi, pengertian pada tumbuhan sayuran dan buah tersebut sebagai berikut :

1. Tanaman Sayuran Semusim

Tanaman Sayuran semusim ialah tumbuhan sumber vitamin,mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bab tumbuhan yang berupa daun, bunga, buah dan umbinya yang berumur kurang dari satu tahun. Tidak dibedakan antara tumbuhan sayuran yang ditanam didaerah dataran tinggi dan dataran rendah, begitu juga yang ditana di lahan sawah dan lahan bukan sawah.

2. Tanaman Buah-buahan Semusim
Tanaman Buah-buahan Semusim ialah tumbuhan sumber vitamin,mineral dan lain - lain yang dikonsumsi dari bab tumbuhan berupa buah, berumur kurang dari satu tahun, sanggup berbentuk eumpun, menjalar, dan berbatang lunak. Tanaman buah -buahan semusim terdiri dari melon,semangka,blewah dan stroberi.

1. Sekarang mari kita mengenal tumbuhan buah yang merambat :



a. Melon (Cucumis melo L.) merupakan nama buah sekaligus tumbuhan yang menghasilkannya, yang termasuk dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Buahnya biasanya dimakan segar sebagai buah meja atau diiris-iris sebagai adonan es buah. Bagian yang dimakan ialah daging buah (mesokarp). Teksturnya lunak, berwarna putih hingga merah, tergantung kultivarnya. Tumbuhan semusim, merambat tetapi menjalar, tidak memanjat. Daun berbentuk menjari dengan lekuk moderat sehingga mirip lingkaran bersudut. Batangnya biasanya tidak berkayu. Tumbuhan ini berumah satu dengan bunga dua tipe: bunga jantan dan hermafrodit. Bunga jantan muncul biasanya pada ketika tumbuhan masih muda atau bila tumbuhnya kurang baik. Buah bertipe pepo. Bagian mesokarp menebal menjadi daging buah yang berair. pemuliaan diarahkan pada daging buah yang tebal, manis, serta kalau mungkin, harum. Tiga yang paling terkenal ialah Cantalupensis (di dalamnya termasuk blewah, true European cantaloupe), Reticulatus (melon yang biasa dikenal, kulit buahnya biasanya "berjala"), dan Inodorus (melon 'Honeydew', yang bentuknya oval dengan kulit berkerut). Terdapat satu kelompok lain yang buahnya juga dimakan.

b Blewah (Cucumis melo L. Kelompok Cantalupensis) ialah tumbuhan penghasil buah yang banyak digunakan sebagai minuman penyegar di Asia Tenggara, selain timun suri dan kolang-kaling. Blewah sejenis dengan melon namun berbeda kelompok budidaya. Ia berbentuk liana, mirip juga labu dan mentimun. Blewah umumnya berbentuk lingkaran lonjong, dengan kulit berwarna jingga jelas dengan bercak kehijauan. Di balik kulit buah yang tipis, terdapat daging buah yang relatif lembut dan bertekstur. Di bab dalamnya terdapat rongga yang berisi biji dan serat. Blewah kaya kandungan mineral kalium dan provitamin A serta serat makanan. Kandungan gizi dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, dan menurunkan tekanan darah. Blewah sanggup dengan gampang ditemukan di pasar tradisional, sementara blewah yang sudah diolah sebagai adonan minuman es, sanggup ditemukan di banyak sekali tempat keramaian, mirip pasar, sekolah,warung, dan sebagainya. 

c.Timun suri ialah tumbuhan semusim penghasil buah anggota suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Nama lainnya betik atau barteh. Buahnya yang setengah masak biasa dijual secara musiman pada bulan puasa (Ramadan) alasannya daging buahnya menjadi komponen minuman penyegar untuk berbuka puasa. Meskipun demikian, timun suri bukanlah tumbuhan musiman alasannya sanggup ditanam kapan saja. Timun suri mengandung kalium yang cukup tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk menjaga kesejukan tubuh. Mentimun suri bukanlah mentimun walaupun bentuk buahnya memanjang dan ibarat mentimun. Secara morfologi dan sitologi ia tidak sama dengan mentimun. Bentuk daun dan ukuran bijinya lebih mendekati blewah atau melon. 


d. Markisa tergolong ke dalam tumbuhan genus Passiflora, berasal dari kawasan tropis dan sub tropis di Amerika.

Nama lain yang dikenal untuk buah ini antaranya maracujá (Portugis), maracuyá (Spanyol), Passion Fruit (Inggris), Granadilla(Amerika Selatan dan Afrika Selatan), Pasiflora (Israel), Lilikoʻi (Hawaii), dan Lạc tiên, Chanh dây atau Chanh leo (Vietnam).

Indonesia terdapat dua jenis markisa, yaitu markisa ungu (passiflora edulis) yang tumbuh di dataran tinggi, dan markisa kuning (passiflora flavicarva) yang tumbuh di dataran rendah. Beberapa kawasan yang menjadi pusat produksi markisa ini antara lain Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, ada pula varian markisa yang tumbuh di kawasan Sumatera Barat yang disebut sebagai markisa manis (passiflora edulis forma flavicarva). 

2. Tanaman Sayuran Buah Merambat

a. Labu siam atau jipang (Sechium edule, bahasa Inggris: chayote) ialah tumbuhan suku labu-labuan (Cucurbitaceae) yang sanggup dimakan buah dan pucuk mudanya. Tumbuhan ini merambat di tanah atau agak memanjat dan biasa dibudidayakan di pekarangan, biasanya di bersahabat kolam. Buah menggantung dari tangkai. Daunnya berbentuk mirip segi tiga dan permukaannya berbulu. 

Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam alasannya tumbuhan ini didatangkan dari Thailand (Siam waktu dulu) oleh orangBelanda. Orang Sunda menamakannya lèjèt dan orang Jawa mengenalnya sebagai jipang. 



b. Buah Kundur atau Baligo merupakan keluarga labu yang lebih sering dijadikan sayur daripada materi kuliner pokok. Umumnya orang Indonesia suka menimbulkan manisan. Manisan ini kalau dipotong-potong kecil dan dikeringkan serta diberi pewarna kuliner merah, hijau, kuning dinamakan "sukade" biasanya dijadikan hiasan camilan manis Bolu ataupun kue-kue lainnya. Ditaburkan di atas camilan manis sehingga camilan manis berpampilan elok dan mengundang selera.

Buah Kundur dilindungi dengan bedak putih, lilin berkapur. Hal ini akan menghalangi mikroorganisme dan membantu menawarkan umur yang panjang dan bertahan lama. Buah Kundur Benincasa hispida berguna untuk penawar racun dan batangnya berguna sebagai obat sakit kulit. Untuk penawar racun digunakan + 20 gram buah segar Benincasa hispida, dicuci, diparut dan diperas. Hasi! perasan diminum sekaligus. 

Di tanam di kawasan pertanian dengan 2 cara yaitu membiarkan merambat di tanah atau diberi penyangga semoga buahnya lebih higienis penampilannya. Batangnya berkayu, lunak, berbulu, dan berwarna hijau. Memiliki daun tunggal, bulat, bertepi rata dengan ujung tumpul, pangkal daun membulat, dengan panjang 10-17 cm, lebar 9-15 cm, tangkai daun lingkaran dengan panjang 10-15 cm dan berwarna hijau. Berbunga tunggal dengan kelamin dua di ketiak daun, kelopak berbentuk corong, bercangap, halus dan berwarna hijau muda. Bunga mempunyai 5 benang sari dengan panjang 2-3 cm berwarna putih. Kepala sari bunga berbentuk lingkaran berwarna hijau. Putik bunga berwarna putih dengan mahkota berwarna kuning dan berbuluhalus. 

Buah Kundur berbentuk lingkaran panjang, berdaging dengan panjang 15-20 cm berwarna hijau keputih-putihan alasannya tepung/bedak kapur yang dihasilkan oleh tumbuhan itu sendiri. Bijinya keras berbentuk pipih berwarna putih dengan panjang 6-7 mm, lebar 5-6 mm. Berakar tunggang yang berwarna putih kotor. Buah Kundur mempunyai banyak nama Nama ilmiah : Benincasa hispida Kundur (Melayu, Riau, Bali, Sunda) Kundo (Aceh) Gundur (Batak) Kundus (Minangkabau) Serdak (Lampung) Baligo/Beligo (Jawa) Kondur (Madura) Lela (Roti Nusa Tenggara) Komelingan (Timor) Kusmanda 

c. Waluh. ( Labu kuning )
Labu Kuning (Cucurbita moschata) dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu bendo (Jawa Barat) atau pumpkin (Inggris) merupakan salah satu jenis labu-labuan yang menjadi komoditas potensial sebagai materi sayuran. Di luar negeri buah labu besar/kuning ini menjadi sayuran bergengsi, bahkan sering dilombakan oleh kalangan penggemar sayur-mayur tingkat dunia. Namun tingkat konsumsi labu kuning di Indonesia masih sangat rendah, kurang dari 5 kg per kapita per tahun.

Tanaman labu kuning berasal dari Ambon (Indonesia). Labu kuning tergolong materi pangan minor sehingga data statistik belum tersedia, namun di beberapa pusat produksi, baik di Jawa, kawasan pacet, cipanas (cianjur), lembang (Bandung), semarang, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan, komoditas ini telah ditanam pada luasan tidak kurang dari 300 hektar.

Labu Kuning (Cucurbita moschata) merupakan komoditas pertanian yang cocok dikembangkan sebagai alternatif pangan. Buah ini mempunyai kandungan gizi yang cukup dan bermanfaat untuk kesehatan.

Sumber ; Dari banyak sekali sumber yang dikumpulkan, dengan pinjaman search www.google.co.id

0 Response to "Pengenalan Tanaman Buah Dan Sayuran Merambat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel