Tanah Yang Baik Untuk Menanam Cabe Merah
Monday, May 13, 2019
Add Comment
Tanah Yang Baik Untuk Menanam Cabai Merah
Sumber Gambar: http://ershortiers.files.wordpress.com
Secara umum, lahan di Indonesia dibedakan menjadi daerah beriklim lembap dan beriklim kering. Lahan di daerah beriklim lembap didominasi oleh tanah masam akhir pembersihan yang intensif, ibarat Podzolik Merah-Kuning, Latosol, Andisol, dan Aluvial. Tanah-tanah tersebut umumnya miskin unsur hara dengan pH masam (kecuali tanah Aluvial), dan rendah kadar materi organiknya (kecuali tanah Andisol).
Lahan di daerah beriklim kering didominasi oleh tanah alkalin ibarat Grumosol dan Mediteran. Secara umum sifat kimiawi tanah beriklim kering lebih baik daripada tanah beriklim basah, alasannya yakni kandungan hara dan basa cukup tinggi, dengan pH netral. Namun kandungan materi organik, hara S, hara mikro (Cu dan Zn) umumnya rendah. Lahan sawah hampir terdapat pada setiap jenis tanah, tetapi luas dan kondisinya tergantung pada ketersediaan hujan.
Kebanyakan lahan sawah terdapat pada jenis tanah Aluvial. Kendala kesuburan pada lahan sawah terutama ketersediaan fosfat (P), sementara unsur Ca, Mg dan K umumnya cukup tinggi. Berdasarkan luas areal penanamannya, lahan paling cocok untuk tumbuhan cabe merah di Indonesia dijumpai pada jenis tanah Mediteran danAluvial dengan tipe ikiim D3/E3, yaitu 0-5 bulan lembap dan 4-6 bulan kering.
Kemasaman Tanah dan Pengapuran
Kemasaman (pH) tanah mempengaruhi ketersediaan hara bagi tanaman. Pada pH netral (6,5-7,5) unsur-unsur hara tersedia dalam jumlah yang cukup banyak (optimal). Pada pH < 6,0 ketersediaan hara P, K, Ca, S dan Mo menurun dengan cepat. Pada pH > 8 ketersediaan hara N, Fe, Mn, Bo, Cu dan Zn relatif sedikit
.
Cabai merah memiliki toleransi yang sedang terhadap kemasaman tanah, dan sanggup tumbuh baik pada kisaran pH tanah antara 5,5 - 6,8. Pada pH > 7,0 tumbuhan cabe merah seringkali memperlihatkan tanda-tanda klorosis, yakni tumbuhan kerdil dan daun menguning alasannya yakni kekurangan hara besi (Fe). Pada pH < 5,5 tumbuhan cabe merah juga akan tumbuh kerdil alasannya yakni kekurangan Ca, Mg dan P atau keracunanAI dan Mn (Knott 1962).
Pada tanah masam (pH < 5,5) perlu dilakukan pengapuran dengan Kaptan atau Dolomit dengan takaran 1-2 t/ ha untuk meningkatkan pH tanah dan memperbaiki struktur tanah. Pengapuran dilakukan 3-4 ahad sebelum tanam, dengan cara menebarkan kapur secara merata pada permukaan tanah kemudian kapur dan tanah diaduk. Pada tanah masam disarankan tidak memakai terlalu banyak pupuk yang bersifat asam ibarat ZA dan Urea. Pupuk N yang paling baik untuk tanah masam yakni Calcium Amonium Nitrate (CAN). Pupuk yang bersifat masam akan baik pengaruhnya jikalau dipakai pada tanah Alkalin.
Perbaikan Sifat Fisik Tanah
Tanah yang ideal terdiri atas tiga komponen, yaitu masa padatan, air dan udara, masing-masing dengan volume sepertiga bagian. Keadaan ini akan menjamin aerasi, daya tahan air, drainase, dan acara biologi tanah yang cukup baik. Perbaikan sifat fisik tanah antara lain sanggup dilakukan dengan pengolahan tanah dan santunan materi organik. Bahan organik memiliki sifat mengurangi kepadatan tanah berat (tanah liat) dan meningkatkan daya tahan air bagi tanah ringan (tanah pasir). Tanah yang berpasir sekurang-kurangnya harus mengandung materi organik 4 (C-organik 2), dan untuk tanah liat diperkirakan harus mengandung materi organik 2(C-organik1).
Kebutuhan Unsur Hara
Lahan dengan kesuburan kimia yang kurang baik tidak merupakan faktor pembatas yang serius dalam budidaya cabe merah, alasannya yakni penggunaan pupuk organik dan pupuk buatan relatif mudah. Hal yang tidak menguntungkan yakni adanya santunan pupuk yang berlebihan dan tidak berimbang. Sering dijumpai petani yang memperlihatkan pupuk secara berlebihan (terutama pupuk N) dengan maksud mendapat hasil yang setinggi-tingginya, tetapi pada kenyataannya kesudahannya tidak selalu memuaskan. Penggunaan pupuk yang berlebihan sanggup menyebabkan tumbuhan rentan terhadap serangan hama dan penyakit, serta sanggup menurunkan kualitas tanah. Untuk menghasilkan buah sebanyak 21 t/ha, tumbuhan cabe merah harus menyerap unsur hara N sebanyak 70 kg/ ha, P205 16 kg /ha, dan K20 92 kg /ha
(IFA World Fertilizer Use Manual, 1992 cit. Sutarya et al. 1995). Bila efisiensi serapan N diperkirakan 60, P 40dan K 70, maka pupuk N yang perlu diberikan yakni 70 kg/ 0,6 = 117 kg, P205 yakni 16 kg/ 0,4 = 40 kg, dan K20 yakni 92 kg/ 0,7 = 131 kg per ha. Kebutuhan pupuk tersebut bervariasi tergantung pada jenis lahan, varietas, dan waktu tanam.
0 Response to "Tanah Yang Baik Untuk Menanam Cabe Merah"
Post a Comment