Budidaya Ikan Sidat


Ikan sidat memang bukan ikan yang banyak digemari oleh masyarakat alasannya harganya yang cukup mahal. Namun di beberapa Negara tetangga menyerupai Taiwan, Jepang dll ikan sidat banyak digemari oleh masyarakatnya.

Ikan sidat merupakan salah satu kekayaan maritim Indonesia. Di perairan Indonesia sumberdaya benih Ikan Sidat cukup berlimpah. Setidaknya, terdapat empat jenis, yaitu Anguilla bicolor, Anguilla marmorata, Anguilla nebulosa, dan Anguilla celebesensis. Awal mula ekspor ikan ini, Indonesia mengandalkan tangkapan dari alam, namun lambat laun budidayanya mulai digalakkan.

Berikut yaitu cara budidaya ikan sidat.

Budi Daya
Anda tertarik untuk membudidayakannya? Budidaya ikan Sidat relatif tidak sulit. Apalagi rasio hidup sangat tinggi, sekitar 90 persen, alasannya Sidat memiliki daya tahan besar lengan berkuasa terhadap penyakit. Lamanya kecerdikan daya tergantung ukuran benih. Paling banyak yang dibudidayakan yaitu ukuran 200 gram untuk menghasilkan panen > 500 gram. Lama budidaya maksimal lima bulan. Tingkat produktivitasnya juga cukup bagus. Untuk satu ton benih, diperkirakan sanggup menghasilkan 5 ton ikan.

Sekarang, makin banyak investor yang berkeinginan membudidayakan ikan jenis ini. Sebab, budidaya ikan Sidat dipastikan menguntungkan. Secara simpel ikan ini sanggup dibudidayakan di kolam tanah berdinding bambu, kolam beton (bak beton), pen dan keramba jaring apung. Apa pun jenis wadah yang dipakai dalam budidaya, yang hamus diperhatikan yaitu bagaimana mencegah lolosnya ikan dari media budidaya. Pada pemeliharaan benih lokal, suhu terbaik untuk memacu pertumbuhan yaitu 29 C, sedangkan salinitas yang sanggup memperlihatkan pertumbuhan yang baik yaitu 6 - 7 ppt.

Pakan
Selain itu, kandungan oksigen minimal yang sanggup ditoleransi oleh ikan ini berkisar antara 0,5 - 2,5 ppm dan pH optimal. Seperti halnya jenis lain, Ikan Sidat membutuhkan zat gizi berupa protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Kadar protein pakan optimal yaitu 45% untuk ikan bestir (juvenil) dan sekitar 50% untuk ikan kecil (fingerling). Biasanya, pakan yang diberikan yaitu buatan berbentuk pasta dengan kandungan : Protein 47,93%, Lemak 10,03%, Seratkasar 8,00%, BETN 8,32% dan Abu 25,71%

Sebenarnya Sidat termasuk ikan carnivora, pemakan daging, cacing, cacahan keong, cacahan bekicot, dan pelet. Dan Sidat lebih suka makan makan di dasar kolam, bukan terapung.
Pemeliharaan Ikan Sidat pada kolam biasanya selama 7 - 8 bulan, dan masa panen secara sedikit demi sedikit sanggup dimulai pada masa pemeliharaan 4 bulan.

Panen
Dalam perawatannya pun, suplai oksigen harus dijaga alasannya ikan tersebut membutuhkan air dengan tingkat larutan oksigen tinggi. Ukuran Ikan Sidat yang, dipanen sanggup mencapai ukuran konsumsi, yaitu 180 - 200 gram per ekor. Sidat yang dipanen diletakkan di dalam keranjang plastik. Keranjang ini diletakkan di dalam kolam berisi air dengan sirkulasi. Pakan tidak diberikan selama satu hari sebelum pengangkutan ke pasar.

Untuk pengangkutan selama lima hingga 10 jam sanggup dipakai keranjang plastik, yaitu 10 keranjang yang berisi 4-5kg ditumpuk dan air cuek dipancurkan di atas tumpukan keranjang tersebut. Satu keranjang berisi 1-2 kg es batu, lalu diletakkan di atas tumpukan tersebut. Tumpukan tadi lalu dimuat ke atas truk dengan ditutup kain kanvas. Untuk jarak jauh, yang memerlukan waktu 20 hingga 30 jam, Sidat dikemas dalam kantong plastik lapis dua berkapasitas 8 liter, diisi 1-2 liter air, 0,5-1kg es kerikil dan gas oksigen. Satu kantong sanggup diisi 5-10 kg. Biasanya, dua kantong dikemas dalam satu kotak Styrofoam.

silahkan anda mencobanya.. biar bermanfaat.

0 Response to "Budidaya Ikan Sidat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel